Bahwa Ternyata Dunia Nyata

Waktu masih kanak-kanak,
kupikir kasus-kasus pembunuhan
yang ada di komik detektif kala
itu sangatlah kejam.
Waktu aku beranjak dewasa,
aku barulah tersadar
bahwa ternyata dunia nyata
jauh lebih kejam.

Di komik, pelaku harus turun tangan
untuk melakukan aksi pembunuhan.
Di dunia nyata, pelaku menghilangkan
nyawa orang tanpa mengotori tangannya.
Di dunia nyata, pelaku membunuh orang
tanpa membuat korban meregang nyawa.
Di dunia nyata, kadang bukanlah jasad
yang dibuat kaku, tapi yang lainnya.

Di komik, sang detektif bisa percaya
saat minta tolong pada keluarga,
kerabat, teman, siapa saja yang dikenal.
Di dunia nyata, tak ada yang layak
untuk selalu diberi rasa percaya.
Bahkan, bayangan kita sendiri juga
meninggalkan kita saat kegelapan.

Di komik, pelaku dengan sangat sadar
tahu dirinya melakukan pembunuhan.
Di dunia nyata, pelaku tidak jua
tahu dirinya melakukan pembunuhan.
Tak jua sadar meski seringlah ia
mendapat peringatan dari sekitar.
Tetap melakukan hal-hal yang
hanya menuruti hawa nafsunya saja.
Saat semua sudah sangat terlambat,
hanya bisa menangis dan berteriak,
“Mengapa aku tak pernah diingatkan?”

Waktu aku beranjak dewasa,
aku barulah tersadar
bahwa ternyata dunia nyata
jauh lebih kejam.

1 Comment

Filed under Uncategorized

Sudah terlalu lamaa

View on Path

1 Comment

Filed under Uncategorized

Terima kasih ya Pak SBY, sudah menemani kami di kelas dari SD hingga tahun akhir kuliah ūüôā

View on Path

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Apa yang Special Bulan Oktober Ini?

Di bulan Oktober ini, saya akan membahas tentang kondisi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) yang ternyata sangat memprihatinkan. Benarkah FEUI adalah fakultas ekonomi/ sekolah bisnis terbaik di Indonesia? Tulisan ini saya ambil dari twitter @BEMFEUI dengan beberapa penambahan oleh saya.


Berdiri sejak 1950, FEUI merupakan fakultas ekonomi tertua di Indonesia. Sejak masa orientasi kampus, mahasiswa didoktrin dengan kata-kata ‚ÄúKampus Ekonomi Terbaik di Indonesia‚ÄĚ. Hal ini dikarenakan hingga kini FEUI telah berhasil mencetak lulusan-lulusan terbaik negeri yang sedang dan berpotensi memegang peranan penting¬† di ranah politik, pemerintahan, akademis, ekonomi, dan dunia bisnis di Indonesia. Berikut nama-namanya.

– Politik dan Pemerintahan

  • Armida Alisjahbana, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional pada Kabinet Indonesia Bersatu II
  • Darwin Zahedy Saleh, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia
  • Faisal Basri, ekonom dan politikus. Aktif sebagai tenaga pengajar
  • Muliaman Darmansyah Hadad, mantan Deputi Gubernur BI, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
  • Sri Mulyani, mantan Menteri Keuangan, Direktur World Bank

– Akademis

– Ekonomi dan Bisnis

Namun, yang menjadi pertanyaan besar, masihkah FEUI menjadi fakultas terbaik dalam bidang ekonomi dan bisnis?

Berawal dari gagalnya FEUI meraih Akreditasi internasional, Associates to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB), kualitas FEUI sebagai fakultas terbaik di Indonesia yang bergerak di bidang bisnis mulai diragukan. Akreditasi AACSB merupakan pengakuan formal akan institusi bisnis yang telah memiliki kualitas dunia dengan standar pendidikan paling hebat. Keraguan ini semakin besar karena faktanya tahun ini, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB UGM) menjadi kampus pertama di Indonesia yang meraih akreditasi AACSB. Ditambah lagi, School of Business and Management Institut Tekonologi Bandung (SBM ITB) telah mengirimkan eligible forms kepada AACSB sebagai syarat pertama untuk mendapatkan akreditasi AACSB. Selain itu, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB Unair) tengah mempersiapkan proposal pengajuan akreditasi AACSB. Bahkan, untuk tujuan tersebut FEB sempat mengundang Vice President of AACSB Asia Dr Eileen Peacock untuk mengawasi kelengkapan proposal dan formulir.  Relakah sivitas akademika FEUI jika nanti dikalahkan pula oleh SBM ITB dan FEB Unair setelah kini dikalahkan secara telak oleh FEB UGM?

Di tahun 2007, FEUI telah mengikuti proses pertama dalam tahapan akreditasi tersebut. Namun, permohonan akreditasi FEUI ditolak karena jarak yang terlalu besar antara kualitas FEUI terhadap standar kualitas AACSB. Kualitas FEUI jauh berada di bawah standar kualitas AACSB! Itu artinya kualitas FEUI belum mencapai kualitas internasional.

Padahal, benefit yang bisa mahasiswa dapatkan apabila memperoleh akreditasi ini adalah dapat menjadi dampak berkelanjutan dalam perbaikan kurikulum perkuliahan. Lulusan dari institusi yang mendapatkan AACSB sudah diakui kemampuannya secara global sehingga dapat lebih mudah melanjutkan studinya ke luar negeri.

#trusakukudupiye

Baca juga:

FEUI, Fakultas Ekonomi Terbaik. Yakin?

FEUI: Dahulu dan Kini Sama Saja?

9 Comments

Filed under business, campus

Bosan dengan Baju Etnik yang Itu-Itu Saja?

Di semester baru ini, biro pendidikan tempat saya kuliah mengimbau kepada seluruh mahasiswa untuk mengenakan baju bermotif batik/ etnik nusantara setiap hari perkuliahan Senin. Menurutnya, hal ini bertujuan untuk menanamkan rasa cinta budaya nasional dan pengembangan karakter/ nilai kebangsaan.

baju2

Imbauan ini disambut baik oleh mahasiswa. Tidak hanya mahasiswa, sivitas akademika lainnya seperti dosen dan karyawan juga banyak yang mengenakan pakaian bernuansa batik/ etnik.

baju1

Bagi saya yang penganut ‘mencintai sesuatu sewajarnya’, mengenakan pakaian bernuansa batik/ etnik bukan hanya tentang menunjukkan rasa cinta pada Indonesia. Pakaian batik/ etnik adalah salah satu modal daya saing produk lokal untuk bersaing secara global. Dengan menggunakan batik/ etnik, secara langsung akan meningkatkan peekonomian Indonesia. Btw, ingat lho ya, cari yang benar-benar produk lokal karena sekarang banyak batik yang beredar di pasaran itu made in China!

Seperti Korea dengan hanbok-nya,

Jepang dengan kimono-nya,

dan Jerman dengan dirndl-nya.

Seperti itulah sebaiknya popularitas pakaian bernuansa batik/ etnik. Pakaian batik/ etnik selalu menawan. Ditambah lagi, selalu ada variasi-variasi baru yang semakin memperkaya produk fashion Indonesia.

Kebanyakan kita memakai batik/ etnik dalam bentuk kemeja. Mungkin kamu bosan dengan baju etnik yang itu-itu saja. Saya baru saja searching inspirasi model pakaian etnik yang unik. Kebetulan saya menemukannya di toko online Zalora. Di sana ada merek riamiranda by Ria Miranda. Karena Ria Miranda adalah wanita asal Sumatera Barat yang memiliki ribuan budaya unik, merek ini didominasi dengan motif etnik Songket Silungkang sebagai motif utama untuk koleksi yang bernama Minang Heritage dan beberapa koleksi lainnya.

Ini nih, contoh koleksi riamiranda…

baju3baju4baju5baju6baju7baju8

Menurutmu, paling bagus yang mana? ūüôā

10 Comments

Filed under Uncategorized

Belajar di Tempat Haram

Dosen: Dalam Alquran, untuk umat Islam diperintahkan untuk membayar zakat, sedang umat nonmuslim dikenakan jizyah atau pajak. Jadi, umat Islam sebenarnya haram untuk membayar pajak.

 

Saya: Hah?

 

Dosen: Begitu juga dengan turunan pajak, hukumnya haram. Ingat kisah Bani Israil ketika turun perintah haram mengonsumsi babi? Bani Israil memang tidak mengonsumsi babi. Mereka beternak babi untuk diambil minyaknya. Minyak itu digunakan untuk bahan untuk mengecat perahu atau pernis. Kemudian mereka menjualnya ke pasar dan mendapat uang. Memang, mereka tidak makan babi, makannya sayur, buah, ikan, tapi uangnya dari penjualan minyak babi. Allah kemudian melaknat mereka menjadi kera dan babi.

 

Saya: Lho, ini ‘kan universitas negeri? Berarti kita kuliah di tempat haram dong? ‘Kan pembiayaannya juga dari pajak?

 

Dosen: Kamu jangan su’uzhzhan (berprasangka buruk–red) gitu dong! Memangnya sudah pasti dari pajak? Jangan menyimpulkan secara sederhana begitu!

Image

Saya: *ngomong dalam hati #akurapopo padahal di laporan keuangan universitas ini jelas-jelas ada penerimaan dana APBN yang unsurnya dari penerimaan pajak oleh negara -_-“

 

*BeginilahKalauKuliahAmbilSyariah

3 Comments

Filed under Uncategorized

Bagaimana Caranya Yakin Kalau Pilihan Kita adalah Pilihan yang Tepat?

Kamu mungkin sedang memikirkan pertanyaan tersebut. Entah itu pilihan untuk pemilihan umum, jurusan kuliah yang tepat, pasangan yang baik dan tidak pemberi harapan palsu, helm branded, judul puisi supaya menjadi lebih menarik, hingga asuransi kesehatan yang tepat. Hidup memang menawarkan banyak pilihan. Namun, bagaimana SEBENARNYA caranya yakin kalau pilihan kita adalah pilihan yang tepat?

 

MEMILAH DAN MEMILIH

Dalam ilmu manajemen, cara yang lazim dipakai untuk menentukan pilihan adalah pertama dengan mempertanyakan ulang apa yang sesungguhnya kita butuhkan terhadap pilihan tersebut. Kemudian, kita membuat kriteria-kriteria mana yang bobotnya paling besar. Selanjutnya kita bisa memberikan skor pada masing-masing pilihan. Pilihan dengan skor total tertinggi-lah yang akan dipilih.

 

Pilihan yang dipilih adalah Merek A

Contohnya seperti tabel memilih merek mobil ini.

 

Dalam ilmu akuntansi, biasanya kita mengubah pilihan tersebut menjadi monetary value atau yang sederhananya menilai sesuatu dengan setara uang untuk memudahkan perhitungan. Nah, nilai dari suatu pilihan tersebutlah yang selanjutnya diukur untuk dibandingkan. Meskipun yang namanya pengukuran itu adalah isu yang paling sering diperdebatkan di teori akuntansi, intinya ada tiga cara mengukurnya:

 

1. Secara historis

Sebagai seorang pengambil keputusan, kita harus konsentrasi terhadap komitmen di masa akan datang. Kita membutuhkan data peristiwa di masa lampau. Kita harus melihat kembali perilaku di masa lampau. Cara ini didasarkan pada aktual (kenyataan), bukan hanya kemungkinan. Adanya bukti cukup untuk membenarkan kita memilih dengan cara ini. Tentu saja, data di masa lampau tersebut haruslah valid.

 

2. Secara kini

Tujuan dari cara ini adalah pilihan dinilai berdasarkan kondisinya saat ini dan ditentukan oleh kebutuhan dan kemampuan saat ini. Cara ini dianggap menilai pilihan tersebut sudah memiliki ‘nilai’ walau pilihan tersebut sedang dalam proses memberikan bukti pada kita. Manfaat yang belum didapat merupakan fenomena gerakan bebas yang sebenarnya terjadi pada periode berjalan. Karena itu, harus diakui jika terdapat bukti yang objektif cukup untuk mendukung cara memilih ini.

 

3. Secara potensi masa depan

Namun kita tahu, pilihan tak selalu bisa dinilai dari rekam jejaknya. Umar yang dahulu ingin membunuh Muhammad, kini berbaring mesra di sampingnya. Khalid yang dulunya panglima kebatilan, belakangan dijuluki ‚ÄėPedang Allah‚Äô.

 

Namun kita tahu, pilihan tak selalu bisa dinilai dari hari ininya. Bila dia cantik hari ini, jangan mudah tergoda kecantikannya. Karena kita belum pernah bertemu dia saat usia di atas 50 tahun, bukan? Ketika keriput memenuhi sekujur tubuhnya. Saat dia kaya hari ini, jangan mudah tergoda. Sebab kekayaan itu tidak ada yang hakiki. Sesuatu yang melekat pada manusia dan berasal dari luar dirinya tidak ada yang hakiki. Popularitas, kecantikan/ ketampanan, kekayaan, jabatan, semuanya hanyalah label yang sifatnya bisa lepas-pasang. Bahkan, bisa dibangun dengan pencitraan, make-up salon, dan lain-lain.

 

Kita bisa belajar melihat pilihan dari potensi. Potensi adalah sesuatu yang ada di dalam pilihan. Potensi itu lahir dari karakter-karakter yang melekat pada pilihan. Ketika kita melihat pilihan, yang dilihat adalah potensinya. Apakah pilihan itu berpotensi menjadi seseorang yang berpengaruh, berpotensi menjadi ayah yang baik, berpotensi menjadi seseorang yang sukses, berpotensi menjadi ibu yang luar biasa, berpotensi menjadi kaya raya, berpotensi membangun umat.

 

SUDAH TEPATKAH?

Perjalanan menentukan pilihan yang akan dipilih telah kamu lalui. Kalau kamu ragu, kamu bisa menanyakan kepada diri kamu sendiri, sudahkah kamu memiliki alasan yang dapat dipertanggungjawabkan? Apapun pilihan kamu, sebaiknya kamu tidak memilih hanya atas dasar

tampaknya, kedengarannya, rasanya itu bagus dipilih.

 

Leave a comment

Filed under Uncategorized