Monthly Archives: September 2008

Bakti pada Orangtua

Pengorbanan tak kenal lelah 
dari orang tua terhadap anaknya, hingga sang anak bertumbuh dewasa dan
melakukan berbagai kesalahan terhadap orang tuanya.

Penyesalan selalu datang terlambat, tatkala orang tua telah meninggal,
barulah sang anak menyesal sedalam-dalamnya akan sikapnya selama ini
terhadap orang tuanya.

Who should I give my love to?
My respect and my honor to
Who should I pay good mind to?
After Allah
And Rasulullah

Comes your mother
Who next? Your mother
Who next? Your mother
And then your father

Cause who used to hold you
And clean you and clothes you
Who used to feed you?
And always be with you
When you were sick
Stay up all night
Holding you tight
That’s right no other
My mother

Who should I take good care of?
Giving all my love
Who should I think the most of?
After Allah
And Rasulullah

Comes your mother
Who next? Your mother
Who next? Your mother
And then your father

Cause who used to hear you
Before you could talk
Who used to hold you?
Before you could walk
And when you fell who picked you up
Clean your cut
No one but your mother
My mother

Who should I stay right close to?
Listen most to
Never say no to
After Allah
And Rasulullah

Comes your mother
Who next? Your mother
Who next? Your mother
And then your father

Cause who used to hug you
And buy you new clothes
Comb your hair
And blow your nose
And when you cry
Who wiped your tears?
Knows your fears
Who really cares?
My mother

Say Alhamdulillah
Thank you Allah
Thank you Allah
For my mother.

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “”ah”” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”(Surah: Al-Isra, Ayat: 23 )

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Bakti pada Orangtua

Pengorbanan tak kenal lelah 
dari orang tua terhadap anaknya, hingga sang anak bertumbuh dewasa dan
melakukan berbagai kesalahan terhadap orang tuanya.

Penyesalan selalu datang terlambat, tatkala orang tua telah meninggal,
barulah sang anak menyesal sedalam-dalamnya akan sikapnya selama ini
terhadap orang tuanya.

Who should I give my love to?
My respect and my honor to
Who should I pay good mind to?
After Allah
And Rasulullah

Comes your mother
Who next? Your mother
Who next? Your mother
And then your father

Cause who used to hold you
And clean you and clothes you
Who used to feed you?
And always be with you
When you were sick
Stay up all night
Holding you tight
That’s right no other
My mother

Who should I take good care of?
Giving all my love
Who should I think the most of?
After Allah
And Rasulullah

Comes your mother
Who next? Your mother
Who next? Your mother
And then your father

Cause who used to hear you
Before you could talk
Who used to hold you?
Before you could walk
And when you fell who picked you up
Clean your cut
No one but your mother
My mother

Who should I stay right close to?
Listen most to
Never say no to
After Allah
And Rasulullah

Comes your mother
Who next? Your mother
Who next? Your mother
And then your father

Cause who used to hug you
And buy you new clothes
Comb your hair
And blow your nose
And when you cry
Who wiped your tears?
Knows your fears
Who really cares?
My mother

Say Alhamdulillah
Thank you Allah
Thank you Allah
For my mother.

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “”ah”” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”(Surah: Al-Isra, Ayat: 23 )

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Main-main

“(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka””. Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.”(Surah: Al-Araf, Ayat: 51 )

Jika kehidupan ini dibagi menjadi dua yaitu dunia dan akherat, maka secara teoritis manusia menginginkan kebahagiaan kehidupan dunia sekaligus akherat. Jika diharuskan memilih salah satu, maka orang Islam akan memilih kebahagiaan akherat. Sementara orang kafir akan lebih memilih kabahagiaan hidup di dunia. (Al-A’la 87:16)

Permisalan kehidupan dunia oleh Allah sebagai permainan, bukan berarti bahwa umat Islam diminta untuk mengalah dalam urusan dunia ini dan menyerahkan urusan dunia kepada orang kafir. Tetapi agar umat Islam waspada, bahwa kehidupan dunia ini hanya sementara, oleh sebab itu jangan melanggar aturan Allah hanya untuk mendapatkan kesenangan yang bersifat temporal.

Berapa jam yang kita lakukan untuk melakukan suatu perbuatan yang kurang berguna?

Sabda Nabi: Berdoalah kepada Allah SWT tetapi kalian
harus yakin akan dikabulkan. Hanya saja kalian harus tahu bahwa Allah
SWT tidak berkenan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan main-main

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Bercermin pada Diri Sendiri

Banyak orang yang suka menyuruh orang lain untuk melakukan suatu kebaikan padahal dirinya sendiri tidak melakukan kebaikan tersebut.

Sebagai contoh:
Seorang ayah yang setiap hari melarang anak-anaknya untuk tidak merokok padahal ia sendiri adalah seorang perokok berat. Alangkah ironisnya bertahun-tahun kemudian semua anak lelakinya adalah seor
ang perokok.

Lalu seorang pemimpin yang memerintah rakyatnya untuk melakukan suatu pekerjaan yang dianggapnya baik dan lebih bagus untuk dikerjakan beramai-ramai sedangkan ia sendiri karena merasa sebagai seorang penguasa maka ia ongkang-ongkang kaki layaknya penonton setia. Tentu saja tidak ada yang mau melakukan hal tersebut.

Apakah kita sudah sadar apabila kita berdakwah maka tak ada orang yang mendengarkan kita bisa jadi disebabkan perilaku kita yang mereka lihat? Wallahu Alam.

Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?(Surah: Al-Baqarah, Ayat: 44 )