Pacaran? Ogah!

Pacaran ini biasanya mulai muncul pada masa awal pubertas. Perubahan hormon dan fisik bikin kita mulai tertarik pada lawan jenis. Proses “sayang-sayangan” dua manusia lawan jenis itu merupakan proses mengenal dan memahami lawan jenisnya dan belajar membina hubungan dengan lawan jenis sebagai persiapan sebelum menikah untuk menghindari terjadinya ketidakcocokan dan permasalahan pada saat sudah menikah. Masing-masing berusaha mengenal kebiasaan, karakter atau sifat, serta reaksi-reaksi terhadap berbagai masalah maupun peristiwa.

Apa jadinya kalu bersentuhan bukan muhrim? Sebenarnya berkumpulnya pria dan wanita secara terbuka tak dibenarkan dalam syariah.

Nah, kalau orang pacaran zaman sekarang (eh, aku hidup dari zaman kapan ya?), gilaaa banget. Masa’ ke mana-mana berduaaa terus. Aneh, kan? Eits, ada yang merasa nggak aneh? Udah biasa ngeliat gituan? Atau ngalamin sendiri?

walaa taqrabuu alzzinaa innahu kaana faahisyatan wasaa-a sabiilaan
[17:32] Dan janganlah kamu mendekati
zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.

Ada “double dating” yang sering terlihat oleh aku dan teman-temanku. Maksudnya pacaran dobel. Ya, gitchu dech… Kalau mampir ke suatu kelas ada dua pasang sepatu eh, sejoli lagi ‘gitu-gituan’. Ih… Jalan barengan, makan, sampai main bobo’-bobo’an. Naudzubillah min dzalik. Maksudnya bobo’bobo’an itu mereka tidur di kursi & meja mereka. Posisi mereka deketan. Bukan buat ngomongin orang, cuma risih aja ngeliat yang gituan. Sampai-sampai temanku ada yang nyeletuk,”Jangan-jangan nanti main bobo’ beneran lagi”. Yang suami istri aja nggak boleh bermesraan di muka umum apalagi yang bukan suami istri. Selain melanggar norma susila juga melanggar norma agama.

waalladziina laa yad’uuna ma’aa allaahi ilaahan aakhara walaa yaqtuluuna alnnafsa allatii harrama allaahu illaa bialhaqqi walaa yaznuuna waman yaf’al dzaalika yalqa atsaamaan

[25:68] Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya)

Ya Allah, aku tahu ada pemuda-pemudi lainnya yang tidak bahkan anti melakukan hal seperti itu. Maka, tunjukilah kami jalan yang lurus. Amin.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s