Kasihan Pak Polisinya…

Di sebuah pagi menjelang jam setengah tujuh, seperti biasanya jalanan Jakarta macet. Sebuah mobil berbelok ke arah yang dilarang. Seorang polisi meniup peluitnya… Polisi : Priiit… Pengemudi itu langsung berhenti Polisi : Dilarang belok kanan, Pak! Pengemudi : Ooo Polisi : Bapak juga melewati marka jalan. Pengemudi : Iya juga ya. Polisi : Boleh perlihatkan SIM dan STNK? Pengemudi : Boleh, ini. Polisi : Lho, SIM Bapak ini sudah mati. Pengemudi : Sini saya lihat. (Menerima SIM dari polisi) Oh, mati ya, Pak? Habis tulisannya kecil sih. Polisi : Saya tilang ya, Pak. Pengemudi : Ya, silakan. Polisi : Ngomong-ngomong Bapak kerja apa? Pengemudi : Kalau dulu saya itu yang menggaji polisi. Tapi sekarang yang mengajar polisi. Polisi : Nggak jadi tilang deh, Pak! Pengemudi : Lho, kok gitu? Gak pa-pa. Tilang aja. Polisi : Nggak deh Pak. Lanjutkan saja perjalanannya. Pengemudi : Ya udah kalau gitu. Makasih ya. Pengemudi itu tetap membelok ke arah kanan. Polisi : Priiit… Pengemudi : Ada apa lagi, Pak? Polisi : Nggak boleh belok kanan. Pengemudi : Bapak ini gimana sih? Kalau saya lurus terus, di sana itu kan macet. Masa’ saya disuruh nungguin macet. Yang bener aja dong Pak! Polisi : Iya deh Pak. (Menggeleng-gelengkan kepala) Kalau aja ada pengemudi kayak gitu lagi, makin kewalahan deh Pak Polisinya. Wew, pengemudi itu adalah teman saya. Ckckck

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s