Pteridophyta

KALAU ADA YANG SALAH MOHON DIKOREKSI

1. Jelaskan ciri-ciri paku!

* Memiliki sistem pembuluh sejati (kormus), artinya memiliki batang, akar, dan daun yang sebnarnya
* Menggunakan spora sebagai alat perbanyakan generatifnya, spora terdapat pada kotak spora atau sporangium
* Daun muda menggulung, daun terbagi atas dua bagian, yaitu tangkai daun dan helaian daun

2. Jelaskan penggolongan paku berdasarkan spora yang dihasilkan dan contohnya masing-masing!

* Paku Homosfor atau Isospor >> menghasilkan satu jenis spora saja, misalnya paku kawat (Lycopodium clavatum).
* Paku Heterospor >> menghasilkan dua jenis spora yaitu: mikrospora (jantan) dan makrospora (betina), misalnya paku rane (Selaginella wildenowii) dan semanggi (Marsilea crenata).
* Paku Peralihan >> menghasilkan spora yang bentuk dan ukurannya sama (isospora) tetapi sebagian jantan dan sebagian betina (heterospora), misalnya paku ekor kuda (Equisetum debile)

3. Sebutkan tiga kelas yang termasuk pteridophyta dan ciri-ciri khasnya!

* Marattiaceae : kebanyakan hidup di daerah tropika
* Equisetinae (Articulatae) : batang berbuku-buku
* Psilotinae : paku telanjang belum terdapat daun

4. Gambarkan sebuah sorus dan sebutkan bagian-bagiannya!


5. Jelaskan perbedaan antara indusium dan anulus!

* Indusium : selaput yang melindungi sorus
* Annulus : dinding tebal yang melindungi spora

6. Jelaskan perbedaan metagenesis tumbuhan lumut dan paku!
Tumbuhan Lumut

Tumbuhan lumut mengalami pergiliran keturunan dalam daur hidupnya. Apa yang dikenal orang sebagai tumbuhan lumut merupakan tahap gametofit (tumbuhan penghasil gamet) yang haploid (x = n). Dengan demikian, terdapat tumbuhan lumut jantan dan betina karena satu tumbuhan tidak dapat menghasilkan dua sel kelamin sekaligus.

Sel-sel kelamin jantan (sel sperma) dihasilkan dari anteridium dan sel-sel kelamin betina (sel telur atau ovum) terletak di dalam arkegonium. Kedua organ penghasil sel kelamin ini terletak di bagian puncak dari tumbuhan. Anteridium yang masak akan melepas sel-sel sperma. Sel-sel sperma berenang (pembuahan terjadi apabila kondisi lingkungan basah) menuju arkegonium untuk membuahi ovum.

Ovum yang terbuahi akan tumbuh menjadi sporofit yang tidak mandiri karena hidupnya disokong oleh gametofit. Sporofit ini diploid (x = 2n) dan berusia pendek (3-6 bulan untuk mencapai tahap kemasakan). Sporofit akan membentuk kapsula yang disebut sporogonium pada bagian ujung. Sporogonium berisi spora haploid yang dibentuk melalui meiosis. Sporogonium masak akan melepaskan spora. Spora tumbuh menjadi suatu berkas-berkas yang disebut protonema. Berkas-berkas ini tumbuh meluas dan pada tahap tertentu akan menumbuhkan gametofit baru.

Tumbuhan Paku
Daur hidup tumbuhan paku mengenal pergiliran keturunan, yang terdiri dari dua fase utama:gametofit dan sporofit. Tumbuhan paku yang mudah kita lihat merupakan bentuk fase sporofit karena menghasilkan spora. Bentuk generasi fase gametofit dinamakan protalus (prothallus) atau protalium (prothallium), yang berwujud tumbuhan kecil berupa lembaran berwarna hijau, mirip lumut hati, tidak berakar (tetapi memiliki rizoid sebagai penggantinya), tidak berbatang, tidak berdaun. Prothallium tumbuh dari spora yang jatuh di tempat yang lembab. Dari prothallium berkembang anteridium (antheridium, organ penghasil spermatozoid atau sel kelamin jantan) dan arkegonium (archegonium, organ penghasil ovum atau sel telur). Pembuahan mutlak memerlukan bantuan air sebagai media spermatozoid berpindah menuju archegonium. Ovum yang terbuahi berkembang menjadi zigot, yang pada gilirannya tumbuh menjadi tumbuhan paku baru.

7. Jelaskan dengan tabel struktur tumbuhan lumut dan paku!
No Ciri-ciri Bryophyta Pteridophyta
1 Akar Memiliki rizoid (seperti akar) Memiliki akar sejati
2 Batang Tidak memiliki batang Memiliki batang sejati
3 Daun Berdaun sisik Memiliki daun sejati

8. Sebutkan masing-masing manfaat dari kelas pteridophyta baik kehidupan dan lingkungannya!

* Kelas Lycopodiinae : Sebagai tanaman hias (Selaginella wildenowii/paku rane)
* Kelas Filicinae : Sebagai sayuran (Marsilea crenata/semanggi)
* Kelas Psilotinae : Dapat dijadikan bahan bakar (Psilotum sp.)

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s