Lingkaran Kapur Putih (Sinopsis)

Negeri Amarta dikenal aman sejahtera walau masih banyak rakyat tak puas. Sang pemimpin memberi ruang terbuka bagi dialog dengan rakyatnya dalam suasana pentas seni rakyat. Sang permaisuri cantik dan awet muda menyetujui sikap suaminya walau dia termasuk penggemar mode terbaru dari dalam dan luar negeri. Mereka dianugerahi seorang putra yang kelak akan menggantikan ayahnya. Ia bernama Anak agung Gede Anom.

Tiba-tiba suatu saat terjadi penyerbuan secara keji oleh negeri Astina yang iri atas negeri marta yang berlimpah hasil bumi dan kaya raya. King Gede Agung melarikan diri dan hidup sengsara menjadi gelandangan. Permaisuri diselamatkan ajudan beserta pasukan khusus istana ke daerah aman. Putra mahkota oleh inang diserahkan pada juru masak istana yang selanjutnya membawanya mengungsi.

Pada mulanya Grusya akan meninggalkan bayi tersebut kepada keluarga petani miskin, namun ketika serdadu Astina mencari dan akan membunuhnya dan keluarga petani takut melindungi, maka ia pun melawan dan membawa bayi itu lari. Ia pun menjadikan sang bayi anaknya sendiri. Ia tinggal di rumah penjaga hutan yang jauh dari ibukota dan membesarkan sang bayi di tengah hutan.

Lima tahun kemudian perjuangan gerilyawan Amarta berhasil memberontak dan kembali menguasai negeri Amarta. King Gede Agung dan permaisuri kembali ke istana yang segera memerintahkan pencarian putra mahkota. Seorang prajurit istana kemudian menemukan Anom di hutan dan segera membawanya ke istana dan Grusya ditangkap karena melawan untuk tidak menyerahkan. King Gede Agung memerintahkan persoalan rebutan anak ini dibawa ke pengadilan. Ia telah mengangkat hakim baru bernama Azdak yang ketika sang raja menjadi gelandangan pernah melindunginya. Azdak berpikir keras mencari akal untuk menjawab tantangan yang rumit ini.

Untuk memutus perkara, sang hakim membuat sebuah lingkaran kapur putih, dan menyuruh kedua org perempuan ini adu kekuatan, berusaha menarik anak itu keluar dari lingkaran, siapa yg berhasil menarik keluar si anak, dia berhak menjadi ibunya. Tarik menarik terjadi, si anak yg jadi obyek tarikan teriak kesakitan, sang ibu sesungguhnya tak tega dan melepas haknya, membiarkan si anak menjadi milik perempuan lain. Dari sinilah hakim tahu mana ibu sebenaranya.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s