Miss Joget

Suatu hari di kala kita duduk di tepi pantai
Dan memandang ombak di lautan yang kian menepi

“Aduh, suaranya berisik banget, sih!” kataku.
“Iya nih, masuk ke kamar aja, yuk!” ajak Sabila.

Aku pun masuk ke kamar. Ketika membuka pintu aku kaget. Nura asyik berjoget mengikuti irama musik. Musik ini berasal dari acara perisahan yang diadakan di aula hotel ini. Karena hotel ini bagus namun murah membuat banyak orang yang mengadakan acara di sini.

Aku dan Sabila membiarkan Nura melenggak-lenggokkan badannya. Kukira Nura akan berhenti jika mengetahui kedatangan kami, nyatanya tidak. Dia tetap saja berjoget. “Nur, kamu ngapain?” tanyaku. Tapi apa yang terjadi? Masih juga joget nggak jelas.

“Ya udah deh, biarin aja. Lagi stress kali,” kata Sabila.
“Kalau lagunya berhenti dia juga berhenti kayaknya,” aku menghembuskan nafas panjang. Dunia makin aneh rasanya. Mungkin benar, dunia mau kiamat.

***

Aku mengenal Sabila dan Nura baru kemarn. Kami sama-sama mengikuti diklat yang diadakan di hotel ini. Kebetulan kami bertiga sekamar. Mereka berdua orangnya baik, enak kalau diajak ngobrol.

Diklat ini terlalu menyibukkan diriku. Capek sekali rasanya. Untung cuma sepuluh hari. Kalau di malam hari tidak ada kegiatan, biasanya aku pulang naik taksi ke rumah, untuk bertemu suami dan anak-anak. Perjalanannya agak lama, maklum saja, Depok-Jakarta tidak sedekat pandangan mata. Karena jaraknya cukup jauh, ongkosnya juga lumayan. Biarlah, daripada memendam rindu.

Bersambung…

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s