Miss Joget (2)

Tadi ada training yang cukup lama dibandingkan training-training sebelumnya. Rasanya badan ini pegal semua. Bahkan untuk bangkit dari tempat tidur pun seperti tak sanggup. Jadi malam ini aku akan tidur di sini. Sekarang aku tiduran sambil nonton The Dark Knight bersama Sabila. Tiba-tiba aku merasa ada yang kurang.

“Bil, kayaknya dari tadi aku nggak lihat Nura deh,” kataku.
“Iya juga ya, mungkin aja lagi di kamar mandi,” Sabila bangkit dari tempat tidur dan berjalanmenuju kamar mandi. Ia mangetuk pintu. Tak ada jawaban. Ia mencoba membuka pintunya. Bisa! Tapi ketika dibuka lampunya mati. Berarti tidak ada orang.

“Kok nggak ada ya? Biarin aja deh, mungkin lagi jalan-jalan,” Sabila kembali ke tempat tidur dan mengeraskan volume televisi. Maklum, suara di luar menganggu ketenangan kami. Seperti yang kuceritakan tadi, di aula sedang diadakan perpisahan.

Ehm, aneh ya, kok dia pergi nggak bilang-bilang.

Burung camar terbang bermain diderunya air…
Suara alam ini hangatkan jiwa kita…

“Bil, bisa kecilin TV-nya bentar nggak?” pintaku.
“Kenapa Mbak?” Sabila bukannya menurut tapi bertanya.
“Udah deh, kecilin bentar!” suruhku.

Sabila mengecilkan volume.
Sementara sinar surya perlahan mulai tenggelam…
Suara gitarmu mengalunkan melodi tentang cinta


“Mbak, itu bukannya suaranya Nura ya?”.
“Makanya, aku juga ragu. Yuk, lihat ke sana!”

Kami pergi ke aula. Lalu melongokkan kepala, melihat melalui pintu yang terbuka lebar. Benar saja, Nura berada di atas panggung. Kami hanya menggeleng-gelengkan kepala. Fiuh… kami balik kanan kemudian maju jalan. Tak ada yang tahu kenapa ia bisa menjadi penyanyi di panggung itu. Entahlah, bisa jadi dia punya kekuatan super.

Ada hati membara erat bersatu…
Getar seluruh jiwa tercurah saat itu


***
Malam ini malam perpisahan diklat ini. Ada banyak cerita yang belum kuceritakan. Tahukah kau, siapa yang sedang menyanyi di panggung saat ini? Dialah Nura sang ratu Panggung. Asal kau tahu saja, sejak malam itu, Nura tiap malam manggung di aula. Ternyata benar, setiap manusia mempunyai kerumitannya masing-masing. Setiap kerumitan itu, ada suatu keunikan tersendiri yang tidak dipunyai orang lain. Ah sudahlah, aku capek.

Kemesraan ini… janganlah cepat berlalu…
Kemesraan ini… inginku kenang selalu

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s