Beda Sekolah Negeri dan Swasta

Berhubung dari TK sampai SMA saya sekolah di sekolah negeri, jadi saya kurang begitu faham.

Sejak kecil, lingkungan di sekitar saya menganggap sekolah swasta itu kurang baik. Yang anaknya nakal, nggak mau belajar dan suka berbuat onar. Banyak keburukannya kata mereka. Apalagi banyak pungutan yang tidak jelas sering merepotkan wali murid.

Jika ditanya sekolah di mana, akan merasa hebat bila bisa masuk sekolah negeri. Istilahnya sekolah sejuta umat. Persaingan sangat ketat. Biasanya memakai tes atau memakai nilai sekolah.

Saya sudah berpengalaman ‘ditolak’ dari sekolah negeri. Lulus SD saya mendaftar SMP untuk 2 rayon, DKI Jakarta dan Tangerang. Untuk DKI saya memilih SMP yang tidak terlalu bagus. Kata orang sih, terlalu tidak bagus. Tapi ini sekolah sejuta umat. Peminatnya ribuan. Mau tahu kenapa? Sekolah ini ada di bilangan Jakarta, orang-orang di luar DKI berburu karena dekat dan gratis. Selain itu mutu SMA DKI memang lebih bagus dibanding lainnya. Itulah, sebaiknya SMP-nya di DKI, sehingga SMA-nya tidak susah lagi. Jakarta menerapkan sistem kuota. Hanya 5% saja yang diterima dari luar DKI.

Kami harus melalui tes untuk ini. Tahu tidak nilai saya berapa? Enam komaan gitu. Padahal yang diterima cuma 5%. Hanya 14 orang. Jadinya saya terlempar ke pilihan kedua yang sekolahnya lebih bagus sedikit. Selain itu saya juga mengikuti tes yang di Tangerang. Saya keterima lho…(sombong). Nilainya sembilanan (perasaan soalnya lebih susah).

Setelah lulus SMP saya kembali ‘ditolak’ oleh sebuah sekolah. Ini bukan sejuta umat lagi, tapi semilyar umat. Saingannya dari seluruh Indonesia. Kalau sering mengikuti perkembangan blog ini pasti tahu. Akhirnya saya kembali terdampar ke sekolah yang asing. Sama asingnya seperti waktu SMP, baru tahu letaknya setelah diterima. Memang awalnya sempat down, tapi apa pun yang terjadi, jangan melihat ke belakang terlalu lama, tetaplah bergerak terus.

Entah siapa yang bilang, kamu sekarang dan lima puluh tahun lagi tidak akan ada bedanya kecuali dua hal, buku-buku yang telah kaubaca dan orang-orang yang kautemui. Untunglah diri saya telah berkembang sedikit, banyak yang saya tidak tahu. Saya melakukan survey ke beberapa teman saya, tentang kesannya pertama masuk 78 (nama SMA saya). Jawabannya beragam. Ada yang bilang ruangannya terlalu gelap. Kaget saat akan duduk tapi tidak ada tempat duduknya (kursi rusak). Kaget dengan tulisan-tulisan aneh di atas meja. Sampai kaget murid seangkatan bisa ratusan. Intinya mereka kaget karena sekolahnya mereka anggap aneh. Saya yang bertanya juga kaget karena mereka semua mengaku kaget. Bagi saya, sekolah ini cukup bagus dibandingkan sekolah lain yang pernah saya lihat.

Berawal dari kekagetan itu, saya pun menanyakan latar belakang mereka. Ternyata saya kurang luas bertanya. Mereka semua berasal dari sekolah swasta. “Tanza, lo harus tahu, pertama lihat sini yang ada di pikiran itu apa gue salah masuk sekolah ya? Katanya 78 itu bagus. Dan ternyata setelah gue sekolah di sini emang bagus. Kalau ditanya orang pasti jawabnya cuma oh. Soalnya banyak yang nggak tahu kalau 78 itu bagus. Malah ada yang bingung ‘Hah? Lo masuk negeri?’. Begitu…” nggak tahu kenapa mereka kompak menjawabnya.

Saya juga baru sadar, dulu ada teman yang pernah cerita kalau dia kaget dari SD swasta lanjut ke SMP negeri. Dengan wajah tidak tahu (padahal memang banyak tidak tahunya) saya menanyakan kenapa. Jadi begini, di sekolah swasta itu rata-rata muridnya sedikit. Trus kita sama guru juga akrab. Jadi kalau kita nggak ngerti, gurunya tuh tahu kalau kita nggak ngerti, terus dia nyamperin kita atau kita yang nyamperin dia, jadinya ngerti. Kalau di negeri, gurunya masa bodoh, yang penting udah ngajarin, terserah lo mau ngerti atau nggak.

Daripada bingung mending tidur. Waktu itu memang kejam. Masa’ nulis ginian doang sampai 2 jam? Ckckck…

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s