I.zz…a

“Sayang ya, gue nggak hapal nama panjang lu,” ucap Meliana, seorang anak perempuan di kelompok ini yang mempunyai nama paling panjang. Terdiri dari lima kata.

Saya hanya tersenyum mendengarnya. Nama saya paling panjang kedua di sini. Terdiri dari empat kata. Volume suara saya yang pelan mungkin membuat otaknya mencerna nama saya menjadi ‘Latansa Izzilam’.

“Nama lu banyak huruf z-nya ya.”

“Nggak kok. Cuma dua.”

“Pasti lu orangnya suka tidur.” Wah, ada apa dengan orang ini? Kenapa huruf z di nama saya dikaitkan dengan tidur? Mungkinkah dari ‘zzz…’ ? Biarlah dia berkomentar sesuka hatinya. Silakan sajalah.

“Lu tukang tidur kan?” belum sempat saya berkata, dia sudah berkomentar lagi. Apa di muka saya tertulis ‘hai semua, gue itu tukang tidur lho’. Nggak, kan?

***

Jujur saja, sebenarnya yang dikatakan teman saya itu ada benarnya. Benar sekali. Saya memang suka tidur. Pantas juga disebut tukang tidur. Sampai sedikit bedanya dengan Putri Tidur yang kena kutukan tidur selama seratus tahun.

Dalam tidur, saya bisa memandanginya, orang yang tak pernah saya lihat. Bisa bersua, walau tak pernah bertemu. Bisa mengobrol bebas lepas, walau tak pernah mendengar suaranya. Bisa memegangnya, walau tak pernah menyentuhnya. Bisa menoleh padanya, walau tak pernah berada di samping saya. Orang itu ada, saya yakin akan bertemu dengannya segera di dunia nyata. Dan saya masih merasa sehat-sehat saja.

Saya bisa mengatur semuanya. Saya berani melakukan hal-hal yang baru. Bertemu dengan orang-orang yang sebelumnya saya temui. Untuk mengulang kejadian agar tidak salah. Di sana, saya bisa mengatur dengan siapa saya bermain peran di alam mimpi.

Jika saya dalam keadaan tidak menyukai kehidupan di alam nyata, biasanya saya lebih memilih untuk memejamkan mata. Biasanya dilakukan di tempat tidur, tapi bukan berarti tiada kemungkinan untuk tempat lain. Pada perjalanan pulang-pergi terkadang saya tidur. Jika tidak dapat tempat duduk dalam bus biasanya saya berdiri, dalam keadaan tersebut saya bisa tidur, tapi biasanya saya menghindari tidur sambil berdiri. Rawan.

Mungkin keadaan ini telah diatur otomatis dalam otak. Tahu kepribadian ganda atau majemuk? Konon, kepribadian lain akan mengisi tubuh tersebut ketika kepribadian utama sedang tidak mood. Katanya, kepribadian lain itu membantu mencegah kepribadian mengalami keadaan yang tidak mengenakkan. Saya juga kurang tahu. Tubuh ini langsung bisa dibuat tertidur jika dalam posisi tidak mengenakkan tersebut. Seperti alat elektronik yang mati karena belum di-charge.

Sebisa mungkin, saya mencoba membuat jam biologis yang teratur. Saat tubuh ini sedang lemah, sebisa mungkin diberi setruman tegangan tinggi. Contohnya, ketika saya sedang diterangkan pelajaran yang tidak menyenangkan, tubuh ini seperti kehilangan dayanya. Melakukan hibernasi sampai menit-menit sebelum bel. Entah kenapa setelah tidur badan saya menjadi segar sekali. Beruntung di semester dua ini gurunya tidak ada yang galak dan tukang marah. Memang beberapa guru membolehkan tidur, sebaiknya tidur pada saat pelajaran guru-guru itu.

Meski tertidur, saya tetap bisaa mengikuti pelajaran dengan pendengaran saya. Yang susah itu jika gurunya menulis atau menggunakan slide. Penglihatan ini tertutup sehingga tidak bisa melihat.

Pada hari sekolah, hanya ada waktu sedikit untuk bisa melakukan aktivitas tidur. Tidur larut, bangun dini hari. Kalau tidur di kelas, rasanya sayang jika harus melewatkan. Makanya, saya sangat senang jika ada hari libur. Saya bisa tidur di siang harinya.

Seorang sahabat pernah mengatakan bahwa tanpa tidur pun tidak ada cukup waktu untuk belajar. Pernyataan itu benar adanya. Tugas dan materi lebih banyak dari waktu yang tersedia. Kesimpulannya, memang lebih baik sedikit tidur dibanding susah payah berdamai dengan waktu.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s