Di Januari ’10…

Masih membicarakan SCI.

Ternyata, rata-rata muridnya itu ada keturunan Cina. Saya baru tahu waktu lihat tugas silsilah mereka. Memang pantas kalau disebut Siswa Chinese Istimewa. Kok saya bisa masuk ya? Nggak tahu deh. Iya sih, ada beberapa orang yang bilang saya keturunan Cina (hah???). Tapi saya kurang tahu.

Tambah tiga anak baru. Sekarang jumlahnya jadi 26. 10 laki-laki dan 16 perempuan. Banyakan perempuannya nih. Ngomong-ngomong soal anak baru, dua orang telat masuk karena menunggu hasil tes IQ. Mereka tes IQ ulang karena sebelumnya belum mencukupi. Kalau saya jadi mereka sih, nggak mau ikut tes ulang. Yang satu lagi, pindah ke sini dari SMAK 1 (kalau nggak salah itu SMA rangking 1 se-Indonesia). Alasannya supaya lulus cepat buat kuliah ke Jerman. Memangnya di SMAK 1 nggak ada aksel? Katanya sih nggak ada. Mungkin di sana otaknya setingkat SCI semua ya, makanya nggak dibuat.

Anak dari SMAK 1 itu ajaib ternyata. Syahdan, kami ulangan biologi. Dia dapat 90. Tidak paling bagus memang, tertinggi itu 95. Ulangan kedua, (materi sama tapi ulangan kedua selalu pakai Bahasa Inggris). Dia dapat 90. Waduh, udah 90 kok 90 lagi. Materi selanjutnya dapat 95 (apa???). Fiuh. Suatu hari dua kakak kelas SCI ngobrol dengannya. Ternyata lagi, dia dapat beasiswa di SMAK dulu. Katanya juga pernah dapat nobel atau penghargaan apa gitu. Di akhir keajaiban-keajaiban yang disebutkan, dua kakak kelas itu melakukan hal-hal yang aneh. Contohnya meneriakkan kata meninggal, tangan memegang kening, lalu jatuh terbaring ke lantai. Ada lagi, mereka kadang tiba-tiba menyembah anak itu. Melihat itu, saya berbisik ke sebelah, “Jangan-jangan, kalau kita udah semester akhir kayak gitu. Kelamaan di SCI jadi gitu ya.” Jangan sampai.

Kalau soal guru, gurunya baik-baik semua. Tidak ada yang tukang marah seperti guru-guru waktu semester satu. Saya suka terlambat lho, tapi tidak ada yang mengomel. Meski gurunya tidak galak, tetap tidak mengerti pelajaran. Tetapi oh tetapi, ada guru matematika yang galak. Baru masuk hari ini. Katanya, seharusnya dia mengajar berdua. Jadi selama ini ke mana?

Nilai ulangan yang sempurna pertama di semester ini yaitu Bahasa Inggris. Kalau nilai tugas tertinggi itu Biologi. Nilai ulangan terjelek itu Fisika. Saya sendiri bingung kenapa Fisika 1 saya bisa tuntas. Yang bikin sebal, kalau ulangan soal-soalnya di awang-awang. Saya belajar soal-soal di buku, eh yang keluar soal-soal tingkat tinggi. Mungkin memang harus sabar ya.

Saya kangen sama suara ‘assalamu’alaykum’ yang diucapkan ramai-ramai. Pasalnya, kalau pelajaran agama islam sepi sekali. Yang ikut hanya sepuluh orang. Jadi kalau mengucapkan salam ke guru ya cuma 10 orang itu. Sisanya 10 orang Kristen, 3 orang Katholik, dan 3 orang Buddha.

Oya, saya pernah ditanya sama orang di kopaja (bis umum). Waktu saya jawab murid 78, dia kaget, “78? Wah, bagus dong!”. Yampun, nggak usah segitunya lagi. Dia langsung cerita kenalan-kenalannya yang alumni 78. Semuanya jadi orang sukses. Yang saya bingung, kenapa ya orang-orang macam ini beranggapan 78 itu bagus. Orang kayak saya aja bisa diterima. “Sekarang kedisiplinan 78 sudah berkurang ya, dibandingkan lima tahun lalu. Kalau dulu pintu gerbang langsung ditutup setelah bel. Jadi anak yang terlambat itu mau tidak mau pulang” Yah, kalau sekarang begitu tiap hari saya absen dong? Mulai tahun ini pintu gerbang selalu terbuka.

Orang itu juga cerita kenalan-kenalannya yang masuk aksel dan jadi orang sukses. Di akhir cerita, ditanya, “Kalau kamu nggak ambil aksel ya?” Sebenarnya saya jawab ambil, tapi sepertinya tidak dengar. Saat saya jawab, kebisingan lalu lintas menjadi-jadi. (Emang dari tampang gak meyakinkan ya?)

Apa lagi nih? Ya sudahlah, itu saja dulu. Semoga ke depannya bisa jadi lebih baik. Amin

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s