Naik Motor

Sampai umur yang sudah tua ini, saya tidak pernah naik motor (menyetir) sendiri. Ke mana pun. Di dalam komplek pun tak pernah. Padahal perjuangan belajarnya susah. Saya pernah masuk got gara-gara menoleh tapi gasnya terputar. Biasanya sih, selalu dibonceng atau naik angkot ke mana-mana. Jadi selama ini tidak masalah. Tapi ingin deh, bisa pergi naik motor. Sebenarnya bisa, tapi nggak berani. Hampir tiap hari melihat kecelakaan motor. Mengalaminya juga sering. Kalau meleng sedikit saja bisa kecelakaan. Kalau kecelakaan sudah pasti kena manusianya. Naik motor juga harus pakai konsentrasi penuh. Agak susah kalau dilakukan sambil tidur atau melamun. Tapi lebih bahaya lagi naik motor sambil makan, baca buku, nonton TV, dll. Ngeri juga kalau kendaraan lain lewat dengan cepat dan itu hanya beberapa milimeter dari badan kita. Apalagi yang berbadan besar seperti bus umum. Kepanasan iya, kehujanan iya. Tangan kanan harus selalu di tempat. Miring sedikit bisa jatuh. Kalau pakai motor matic lebih enak, tapi di rumah nggak ada. Ya udah deh, nanti belajar naik mobil aja.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s