Separuh Jiwaku Pergi


Apa kau tersenyum kala suka
Apa kau menangis kala duka
Adakah hatimu tergoncangkan
Kala singgah kegembiraan atau kesedihan

Pernah merasakan seperti ini?

saya tidak tahu akhir-akhir ini kenapa . bingung , gelisah , cemas , sedih , pengin nangis , pengin teriak . ada sesuatu yang mengganjal di hati saya , di kepala saya . jujur saja , saya (didepan teman-teman saya )masih bisa ketawa lepas , masih bisa bercandaan , masih bisa senyum , tapi .. saya di rumah bisa menangis sesenggukan , menangis tanpa sebab yang jelas . satu-satunya cara untuk melupakan sementara itu semua adalah , saya menangis sepuasnya , dzikir asmaul husna , al-fatihah berulang-ulang . semuanya lebur sudah , semuanya hancur sudah … tak tau bagaimana ketika saya saat itu …

tapi ….😦 semua kegelisahan , kecemasan , datang lagi .. saya di sekolah sudah tak bisa berpura-pura lagi , di depan teman-teman saya .. say tak bisa melihatkan wajah ‘palsu’ saya sebelumnya . saya tiba-tiba menjadi orang dingdong super luar biasa .. teman saya sampai heran ” kamu ini kenapa sih ?” . saya hanya menjawab ” tidak tahu” .. saya hanya bisa diam , tak bisa usil , mencoret-coret kertas coret-coretan saya , membabak belurkan botol air mineral teman saya ..

saya benar-benar tidak tahu , sampai sekarang saya belum tahu saya ini sedang kenapa .. satu hal yang saya takuti dari ini semua adalah , saya tengah jauh dengan Pencipta saya ,.. hal yang paling saya takutkan , saya tak mau seperti dulu lagi … *

Atau ini?

Saya bingung… Mengapa? Saya tak tahu. Kini saya tak lagi merasa sama, seperti yang dulu.
Tuhan, saya merasa kehilangan jiwa saya. Jiwa yang entah kemana.
Saya hanya bisa terdiam, melihat wajah-wajah orang terdekat di sekitar saya. Saya tatap wajah mereka semua. Aaaah.. Siapa mereka? Siapa dia? Saya merasa tidak mengenalnya. Ya, saya tidak mengenal siapa keluarga saya. Bahkan saya tidak mengenal siapa diri saya.
Yaa Rabb, Kau pasti sudah dengar. Apa yang saya ucapkan setiap saya sadar dari lamunan saya.. “Saya? Mengapa saya masih diberikan kesempatan oleh Engkau untuk hidup? Mengapa saya merasa seperti ini? Ini bukan saya.. Saya hampir mati. Ini bukan saya… Sungguh, ini bukan saya”

Jiwa saya hilang.. Jiwa saya pergi, meninggalkan saya sendiri…. disini.

Tuhan, apa yang salah dengan saya? Tak ada senyuman lagi di setiap hari saya. Saya merasa hidup saya hanya setengah. Sisanya? Entah kemana.. Saya yakin, hanya Kau yang tahu kemana jiwa saya. Saya percaya, Kau yang tahu untuk apa cobaan ini Kau berikan.

Tuhan, bukannya saya mengeluh. Saya hanya merasa…… berbeda.

Tuhan, saya sangat yakin Kau tahu semua perasaan saya, tanpa perlu saya ucapkan untuk yang keseribu kalinya. Kau lihat, Kau dengar, Kau tahu. Pasti Kau tahu.*

Ternyata jawabannya ada di sini:
Bila hati gelisah
Tak tenang, tak tentram
Bila hatimu goyah
Terluka, merana

Jauhkah hati ini dari Tuhan dari Allah
Hilangkah dalam hati dzikirku,imanku
Hanya dengan Allah
Hatimu akan menjadi tenang

Dengan mengingat Allah
Hilanglah semua kegelisahaan
Cukuplah hanya Allah
Hati bergantung dan berserah diri

*maaf ya, tulisannya saya salin

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s