Monthly Archives: March 2010

Mengapa Penyesalan Selalu Datang Belakangan?

Kini aku di sini cuma sendiri. Sampai hati sampai begini. Mereka tak peduli. Oh, teganya! Mengapa penyesalan selalu datang belakangan? Yang namanya penyesalan selalu di akhir, tidak mungkin lebih dulu. Baiklah, tahu kenapa aku mengomel-ngomel begini? Aku lagi menyesal. Menyesal kenapa?

Yap, aku menyesal kenapa pindah ke sini. Kukira tadinya ini sekolah bagus, kulihat di peringkat akademisnya selalu begitu. Iya sih, kenyataannya memang begitu. Aku sendiri yang mau pindah ke sini. Tidak ada yang menyuruhku. Bahkan sebenarnya mama juga tidak mau. Sekarang jadi begini. Apa? Belum mengerti juga?

Pelan-pelan saja. Sebelumnya aku adalah murid sebuah SMA di dekat sini. Tidak dekat juga sebenarnya, tapi itu yang paling dekat. Aku bersekolah di situ selama kelas sepuluh. Waktu naik, aku memutuskan untuk pindah sekolah ke sini. Sejak awal aku tidak bersekolah di sini karena suatu alasan, dan alasan itu tidak mau kuberitahu. Banyak hal yang harus kulalui. Aku harus mengikuti tes mutasi, ketidakrelaan teman-temanku, bahkan mama menyarankan untuk tidak pindah.

Setelah aku pindah, aku masuk kelas IPS. Itu saran mama, katanya kalau di IPA itu berat. Pelajarannya loncat-loncat. Takutnya nanti aku jadi bingung. Mama itu guru fisika di sini, makanya tahu. Kemudian setelah saya bertemu orang-orang yang menjadi teman sekelas saya, saya jadi menyesal. Mungkin banyak yang bilang anak IPS itu anak-anak nakal, tapi kukira banyak di antara mereka orang baik. Kenyataannya di sini anak-anaknya itu selalu mengatasnamakan solidaritas. Hidup itu dijalani dengan setia, setia dan tanpa terpaksa, begitu selalu mereka bilang. Padahal kesolidannya cenderung negatif. Termasuk ini, madol sekelas.

Mengapa semua tinggalkanku? Coba pikir, ini pelajaran agama. Berapa sih, yang seagama sama aku? Sekitar dua puluhan, kan? Terus kenapa tidak ada seorang pun yang seagama, selain aku, yang ada di sini? Kuakui, gurunya Pak itu. Mengajarnya sangat membosankan. Tapi kalau begini terus bagaimana bisa maju. Masalahnya madolnya itu bukan sekali ini saja, tapi sering. Dan itu bukan pelajaran ini saja. Yang ekonomilah, yang itulah. Bahkan kelas-kelas IPS lainnya juga begitu.

Mau marah, tapinya sama siapa? Marah sama teman-teman yang madol, malah diteriakkan, “MT lu! Jangan sok alim, deh!”. Kalau aku masuk kelas sendiri pasti gurunya bertanya, “Kok Cuma kamu sendiri yang di sini?” dan terpaksa aku bilang yang sebenarnya. Setelah itu banyak guru yang tidak mau mengajar. Sepertinya harus ke Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan.

Aku menyesal telah mengorbankan banyak hal. Aku mengorbankan teman-teman lamaku, padahal mereka anak-anak baik. Aku mengorbankan banyak waktuku karena banyak jam yang menjadi kosong seperti itu, memang kuakui kalau belajar sendiri juga bisa. Aku banyak mengorbankan hidupku dengan tujuan yang tidak jelas. Kalau di IPA, Orang-orangnya tidak seperti ini. Mereka sangat giat belajar. Ada juga sih, kelas IPS yang begitu.

Tik tik tik, jarum detik bergerak terus. Sudah dua puluh menit aku di sini. Sampai sekarang tidak ada tanda-tanda kedatangan sang guru. Mungkin sudah tidak mau lagi mengajar kelas ini. Pertemuan-pertemuan sebelum ini teman-temanku juga madol. Saat ini mereka semua sudah pulang. Entahlah, mengapa tak ada sebersit pun kata maaf. Sampai kapan aku harus di sini dalam kondisi begini, jawabannya tak tahu. Aku hanya ingin tetap menjadi anak baik.

Catatan
Madol : membolos dalam pelajaran tertentu, biasanya tidak sehari penuh
MT : makan teman

Cerita seorang teman.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Tuh, Orang Cina

SCI di Maret 2010

Pada suatu hari, seperti biasa ada presentasi. Kadang-kadang saya juga berpikir, apa gunanya pengajar kalau yang menyampaikan materi itu siswa? Ternyata pengajar berguna untuk memberi nilai dan tugas (canda…). Nama mata pelajarannya Pendidikan Kewarganegaraan 1, kebetulan materinya tentang kewarganegaraan (ya iyalah). Salah seorang peserta mengajukan pertanyaan, “Kenapa ada perbedaan dalam Chinese dan orang Indonesia asli, padahal statusnya sama-sama warga negara Indonesia? Kenapa masih ada yang membeda-bedakan itu orang Cina, itu orang Indonesia, padahal orang Cina itu lahir, besar, dan tinggal di Indonesia?”.

Seorang teman saya, sebut saja Mawar, menunjuk-nunjuk Melati (sebut saja begitu), “Melati tuh, orang Cina.”

Saya pun langsung berpandangan dengan Anggrek, seorang Sunda.

Lalu dia pun berkomentar, “Kalau gue yang ngomong gitu sih wajar, nah ini yang ngomong si Mawar.”

“Emangnya Mawar orang apa?” kata saya.

“Orang Indonesia?” jawabnya.

“Suku apa?” tanya saya lagi.

Mawar cuma bisa cengengesan. Padahal dia sendiri orang Cina, tapi malah nunjuk-nunjuk orang. Ternyata semakin bertambah hari, orang-orang di kelas Siswa Chinese Istimewa (SCI) semakin aneh (termasuk yang nulis).

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Ingin ke Sana


Medan, Sumatera Utara
3 s.d. 9 Agustus 2010

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Fa Aina Tadzhab?

Di suatu sore yang mendung, saya melihat adik lelaki saya membawakan tas kakak. Karena tasnya terbuka, saya dapat mengintip isinya. Yang menarik perhatian adalah buku biru yang tebal dan nampak masih baru. Saya pun mengambil dan membukanya. Halaman pertama berisi syair-syair Bahasa Inggris. Semuanya berisi harapan. Salah satu baitnya berbunyi,

Just be the sunshine in the morning day
Give it shine to the world let everyone to see
Just be the quiteness in the night
When many people cry when many people pray

Saya pun makin tertarik membukanya, di suatu halaman saya menemukan sebuah tulisan yang ditulis besar- besar

FEUI 2011
We are the yellow jacket.
Tuliskan mimpimu secara nyata!!!

Hanya itu. Hanya itu yang dapat saya baca karena kemudian buku itu direbut oleh yang punya. Hanya itu dapat membuat hati ini tersentak. Kaget. Saya pun bertanya pada diri saya, “Apa mimpimu yang sudah kautulis?”. “Hanya dua lembar yang ada di dinding kamar,” jawabku. Kemudian saya bertanya lagi, “Lalu, bagaimana setelah kau lulus? Maka ke mana kamu akan pergi wahai Izza?”. “Belum tahu,” dan saya pun berpaling ke jendela.

Sering saya dibuat bingung atas diri saya sendiri. Jadi, apa yang kini kauharapkan? Buku yang berisi mimpi-mimpi sudah tidak pernah diisi lagi sejak kembang api tahun baru ini. Saya bingung hendak menulis apa. Mengingat semua yang ditulis akan terjadi, membuat tangan urung menggoreskan pena. Hanya bisa minta diberikan yang terbaik oleh Allah SWT. Tapi hidup tanpa harapan serasa mati.

Saya pun jadi teringat dengan nasehatnya, “Lebih baik kamu sekolah tiga tahun saja, bisa mendalami pelajaran. Jika kamu ditakdirkan menjadi bintang, sekolah dua tahun atau tiga tahun itu sama saja. Maka, apa pun yang terjadi, tetaplah menjadi anak baik: nurut sama papi.” Orang yang ditakdirkan menjadi ayah saya itu berkata sambil menepuk dadanya. Benarkah saya bukan anak baik? Saya itu orang jahat ya?

Beberapa hari yang lalu, saya melihat-lihat profil facebook saya. Saya baru sadar ada dua nama yang berwarna hitam di daftar kakak-adik. Biasanya yang satu bernama Azka G. S. Elam dan yang satu lagi orang yang menghapus saya. Juga biasanya saya akan menggumam, dulu dia yang minta dianggap saudara tapi sekarang malah dia yang tidak menganggap saya itu saudaranya. Tapi saya kaget setelah melihat namanya, Elam Hanya Insan Biasa. Lho? Ini kan kakak kandung saya? Parah sekali kalau saya tidak dianggap adiknya. Saya pun mengetik namanya di kotak pencarian, tidak muncul. Wah, ini lebih parah lagi. Malah dihapus dari daftar temannya. Saya coba melacaknya. Tidak ketemu. Mungkin sudah ganti nama. Setelah itu saya mengecek orang-orang yang juga ada di daftar kakak-adiknya. Namanya selalu berwarna hitam. Kesimpulannya satu, akunnya telah tiada. Saya pernah tahu kalau emailnya tidak berlaku lagi, apa itu penyebabnya?

Kemudian saya matikan komputer dan mencarinya, “Eh, kamu facebook-nya nggak ada lagi ya?”. “Iya, ditutup sementara. Ada urusan,” jawabnya dengan santai. Ditutup sementara, pantas saja tidak ketemu. Wah, dia sanggup menutupnya. Padahal banyak orang yang menganjurkan saya menutup akun facebook tapi saya tidak mau dan beralasan sayang. Sedangkan kadang apa yang disayangi akan membunuh perlahan siapa yang menyayanginya. Intinya saya sama saja mempersilakan dibunuh secara perlahan.

Ketika saya memikirkan ini, papi bertanya, “Kamu lagi nungguin hujan ya?”.
Saya mengiyakan. Kemudian rintik-rintik hujan mulai membasahi kaca jendela.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Fa Aina Tadzhab?

Di suatu sore yang mendung, saya melihat adik lelaki saya membawakan tas kakak. Karena tasnya terbuka, saya dapat mengintip isinya. Yang menarik perhatian adalah buku biru yang tebal dan nampak masih baru. Saya pun mengambil dan membukanya. Halaman pertama berisi syair-syair Bahasa Inggris. Semuanya berisi harapan. Salah satu baitnya berbunyi,

Just be the sunshine in the morning day
Give it shine to the world let everyone to see
Just be the quiteness in the night
When many people cry when many people pray

Saya pun makin tertarik membukanya, di suatu halaman saya menemukan sebuah tulisan yang ditulis besar- besar

FEUI 2011
We are the yellow jacket.
Tuliskan mimpimu secara nyata!!!

Hanya itu. Hanya itu yang dapat saya baca karena kemudian buku itu direbut oleh yang punya. Hanya itu dapat membuat hati ini tersentak. Kaget. Saya pun bertanya pada diri saya, “Apa mimpimu yang sudah kautulis?”. “Hanya dua lembar yang ada di dinding kamar,” jawabku. Kemudian saya bertanya lagi, “Lalu, bagaimana setelah kau lulus? Maka ke mana kamu akan pergi wahai Izza?”. “Belum tahu,” dan saya pun berpaling ke jendela.

Sering saya dibuat bingung atas diri saya sendiri. Jadi, apa yang kini kauharapkan? Buku yang berisi mimpi-mimpi sudah tidak pernah diisi lagi sejak kembang api tahun baru ini. Saya bingung hendak menulis apa. Mengingat semua yang ditulis akan terjadi, membuat tangan urung menggoreskan pena. Hanya bisa minta diberikan yang terbaik oleh Allah SWT. Tapi hidup tanpa harapan serasa mati.

Saya pun jadi teringat dengan nasehatnya, “Lebih baik kamu sekolah tiga tahun saja, bisa mendalami pelajaran. Jika kamu ditakdirkan menjadi bintang, sekolah dua tahun atau tiga tahun itu sama saja. Maka, apa pun yang terjadi, tetaplah menjadi anak baik: nurut sama papi.” Orang yang ditakdirkan menjadi ayah saya itu berkata sambil menepuk dadanya. Benarkah saya bukan anak baik? Saya itu orang jahat ya?

Beberapa hari yang lalu, saya melihat-lihat profil facebook saya. Saya baru sadar ada dua nama yang berwarna hitam di daftar kakak-adik. Biasanya yang satu bernama Azka G. S. Elam dan yang satu lagi orang yang menghapus saya. Juga biasanya saya akan menggumam, dulu dia yang minta dianggap saudara tapi sekarang malah dia yang tidak menganggap saya itu saudaranya. Tapi saya kaget setelah melihat namanya, Elam Hanya Insan Biasa. Lho? Ini kan kakak kandung saya? Parah sekali kalau saya tidak dianggap adiknya. Saya pun mengetik namanya di kotak pencarian, tidak muncul. Wah, ini lebih parah lagi. Malah dihapus dari daftar temannya. Saya coba melacaknya. Tidak ketemu. Mungkin sudah ganti nama. Setelah itu saya mengecek orang-orang yang juga ada di daftar kakak-adiknya. Namanya selalu berwarna hitam. Kesimpulannya satu, akunnya telah tiada. Saya pernah tahu kalau emailnya tidak berlaku lagi, apa itu penyebabnya?

Kemudian saya matikan komputer dan mencarinya, “Eh, kamu facebook-nya nggak ada lagi ya?”. “Iya, ditutup sementara. Ada urusan,” jawabnya dengan santai. Ditutup sementara, pantas saja tidak ketemu. Wah, dia sanggup menutupnya. Padahal banyak orang yang menganjurkan saya menutup akun facebook tapi saya tidak mau dan beralasan sayang. Sedangkan kadang apa yang disayangi akan membunuh perlahan siapa yang menyayanginya. Intinya saya sama saja mempersilakan dibunuh secara perlahan.

Ketika saya memikirkan ini, papi bertanya, “Kamu lagi nungguin hujan ya?”.
Saya mengiyakan. Kemudian rintik-rintik hujan mulai membasahi kaca jendela.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Ketika Salah Menulis Nama

Iseng-iseng, saya menulis nama-nama teman sekelas saya, lalu saya unggah kemudian ditandai. Di keterangan saya tulis, maaf kalau ada kesalahan dalam penulisan nama dan gelar.

Tapi ternyata saya salah menulis.

Ada teman yang tanya, “e mank nama kamila pake h ya d blkgnya…jadi kamilah gtu…”

Dan yang namanya salah itu marah-marah, “annjinggg nama guaaaaaaaaaaaaa!!! NAMA GUA WOY GABISA TAG ULANG BIKIN ULANG AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”

Biar pun sudah minta maaf, “jkldsajdklajskldjlk no way. you can just draw black circle or ANYTHING in that “h” letter AAAA GUA GA TERIMA RETAG!! RETAG!! or at lease: ganti captionnya, tulis itu nama gua salaaahh ksjdlakjdkj”

“Gitu aja kok repot,” katanya Gus Pur.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Info Perusahaan Multiply

Latar Belakang Perusahaan
Perusahaan Multiply, yang berbasis di Boca Raton, Florida, adalah satu tempat Anda di Web untuk melakukan lebih banyak dengan media: kita mengambil foto, video dan kiriman blog Anda ke tingkat berikutnya. Berbagi dengan aman. Penyimpanan secara permanen. Menciptakan hasil yang indah. There’s no better home for everything that matters to you. Tidak ada rumah yang lebih baik untuk segala sesuatu yang penting bagi Anda. Set Fitur Multiply menarik untuk menambah banyak individu yang tidak hanya peduli dengan isu seputar privasi utama jaringan sosial, tetapi juga menghargai konten yang dibuat oleh mereka di dunia nyata teman-teman dan keluarga.

Didirikan pada bulan Desember 2003, perusahaan meluncurkan situs web andalannya, Multiply (http://multiply.com), pada bulan Maret 2004, dengan efektif menetapkan bidang baru komunikasi sosial. Sementara situs “jaringan sosial” yang mendapatkan popularitas yakni cara yang lebih mudah untuk bertemu orang baru, pendiri Multiply, menjadi orangtua itu sendiri, memahami pentingnya dan nilai mampu untuk berbagi foto, video dan info relevan di tempat yang aman, cara yang aman dengan orang-orang yang paling penting.
Penggunaan Multiply telah memperoleh daya tarik mantap sebagai salah satu situs paling populer di web saat ini. Our 14 million members post more than 3,000,000 photos, 20,000 videos and 55,000 blog entries every day. 14 juta anggota kami mengepos lebih dari 3.000.000 foto, 20.000 video dan 55.000 judul blog setiap hari.

Staf Multiply memiliki pengalaman yang luar biasa dalam membangun sesuatu yang sangat berskala, aplikasi berbasis web. Keandalan jaringan kami dan pelestarian data pengguna kami adalah prioritas utama. Juga merupakan prioritas utama bagi Multiply adalah menghormati privasi pengguna kami. Multiply tidak akan pernah menjual atau memberikan informasi pribadi apa pun tentang pengguna kami kepada pihak ketiga.

Ditulis dalam daftar 100 puncak hiburan digital pribadi dan perusahaan media AlwaysOn’s 2008 OnMedia, Multiply berdiri sendiri dengan dukungan oleh VantagePoint Venture Partners, Point Judith Capital, Transcosmos, dan investor swasta.

Tim Manajemen
Pendiri multiply adalah mitra sebelumnya dari Daedalus World Wide Corporation ( “DWWC”) yang didirikan pada tahun 1995, dan dioperasikan di beberapa situs web pasar masyarakat pertama di Internet. Pada tahun 1996, meluncurkan DWWC Commissioner.com, olahraga fantasi layanan statistik yang lisensinya kepada, dan swasta berlabel atau co-branded untuk: CBS.SportsLine.com, National Football League, National Basketball Association, Major League Baseball, CNN / SI, America On-line, Netscape, Excite, PGA TOUR dan lain-lain. Pada bulan Desember 1999 DWWC digabungkan ke Perusahaan SportsLine.com , dan dioperasikan sebagai anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya. Pada tahun 2004 tim DWWC dilantik ke Fantasy Sports Trade Association Hall of Fame untuk peran berpengaruh dalam menciptakan perkembangan terkini industri olahraga on-line fantasi. Setelah bekerja bersama dan mengalami pertumbuhan di titik awal melalui profil tinggi perusahaan yang diperdagangkan secara publik, tim Multiply siap denagn baik untuk mengulang sukses.

Peter Pezaris Pendiri dan CEO
Peter bertanggung jawab atas semua pengembangan produk dan arah strategis perusahaan. Sebelum Multiply, Peter menjabat sebagai Presiden Operasional dan Pengembangan Produk CBS SportsLine.com di mana dia bertanggung jawab untuk teknologi dan operasi komputer mau pun pemrograman dan produksi. Dalam perannya ini, Peter mengawasi operasi nfl.com, pgatour.com, cbs.sportsline.com, dan mvp.com, yang melayani miliaran halaman setiap tahun untuk puluhan juta pelanggan. Pada tahun 2003, Peter ditulis dalam daftar “Empat puluh Under 40” Jurnal Bisnis Olahraga, mengakui eksekutif muda yang paling menjanjikan di bisnis olahraga. Peter bergabung di Sportsline ketika dibeli DWWC. Sebelum DWWC, Peter adalah seorang pengembang sistem dan perangkat lunak untuk perusahaan-perusahaan perbankan investasi dari Bankers Trust dan Salomon Brothers.

Michael Gersh Chief Operating Officer
Michael yang bertanggung jawab terhadap operasi sehari-hari perusahaan termasuk keuangan dan pemasaran. Sebelum di Multiply, Michael adalah konsultan independen teknologi menasihati start-up di desain produk dan strategi bisnis. Kliennya termasuk ModeEleven, di mana dia merancang perusahaan Screensaver Broadcast System, finalis a PC Magazine Technical Excellence award pada tahun 2003. Michael adalah pendiri awal DWWC dan kemudian menjabat sebagai General Manager divisi olahraga fantasi SportsLine.com. Sebelum di DWWC, Michael adalah seorang manajer produk dengan Citicorp dan pemrogram komputer untuk Bank Nasional Republik.

David Hersh Chief Product Officer
David bertanggung jawab atas proyek dan manajemen produk, serta pengembangan bisnis. Sebelum di Multiply, David adalah Wakil Presiden dari Fantasy Sports untuk SportsLine.com. Sebelum bergabung dengan Sportsline, David menangani upaya pengembangan bisnis di DWWC. Sebelum DWWC, David bekerja sebagai konsultan untuk Sistem Manajemen Amerika dan sebagai pengembang perangkat lunak untuk IBM.

Direksi

Peter Pezaris Pendiri dan CEO dari Multiply

Shin Nagakura Executive Vice President, Investasi Transcosmos
Shin adalah anggota pendiri Silicon Valley Office Investasi Transcosmos, dan memiliki lebih dari 15 tahun pengalaman dalam investasi, pengembangan bisnis dan penjualan / pemasaran di AS, Jepang dan Cina. Investasinya / Joint Venture proyek meliputi AskJeeves, NetRatings, Listen.com dan mySimon. Sebelum di Transcosmos, Shin melayani Recruit Co Ltd, penerbit terbesar di Jepang dan Internet media dan kekuasaan jasa pemasaran rumah.

Jason Whitt Principal, VantagePoint Venture Partners
Jason berfokus pada media digital / Internet, perangkat lunak & jasa, dan konsumen teknologi berorientasi pada VantagePoint investasi. In addition to Multiply, he currently serves on the boards of ReachLocal, Zvents, FanIQ, and Widevine. Selain Multiply, ia saat ini melayani di ReachLocal, Zvents, FanIQ, dan Widevine. Sebelum VantagePoint, dia bertanggung jawab untuk akuisisi, usaha investasi, dan strategi perusahaan untuk Pengembangan Perusahaan kelompok Cisco Systems, di mana dia memimpin berbagai transaksi yang melibatkan komunikasi, wireless, Internet, dan perusahaan teknologi konsumen. Sebelum Cisco, Jason bekerja di manajemen produk untuk Xros (diakuisisi oleh Nortel Networks), dan merupakan bagian dari tim pendiri dari Transvascular (diakuisisi oleh Medtronic). Dia memiliki keahlian teknik dan gelar MBA dari Stanford University.

Lee Hower Principal, Point Judith Capital
Lee bergabung dengan Point Judith pada tahun 2005 dan berfokus pada internet & perusahaan media digital. Selain Multiply, ia terlibat dengan investasi Point Judith di Music Nation and Sittercity. Sebelum menjadi VC, Lee adalah salah satu pendiri LinkedIn dan karyawan awal PayPal.

Claudio Pinkus
Claudio adalah malaikat investor dan konsultan untuk industri internet, membantu pe
rusahaan-perusahaan seperti Univision Communications, TransCosmos, Inc dan Ask Jeeves. Sebelumnya, ia menjabat pada Ask Jeeves sebagai Chief Strategy Officer, dan juga sebagai Presiden perusahaan divisi Solusi Bisnis. Claudio menjabat pada sejumlah perusahaan di samping Multiply, termasuk RevCube dan WorldLinks, dan lain-lain.

***
Berterima kasihlah sehingga kita bisa ngempi setiap hari.

Leave a comment

Filed under Uncategorized