Mendikte Takdir

-The human whose name is written in this note shall die.

-This note will not take effect unless the writer has the person’s face in their mind when writing his/her name. Therefore, people sharing the same name will not be affected.

-If the cause of death is written within the next 40 seconds of writing the person’s name, it will happen.

-If the cause of death is not specified, the person will simply die of a heart attack.

-After writing the cause of death, details of the death should be written in the next 6 minutes and 40 seconds.

***

Pernah tahu Death Note? Sesuai dengan artinya catatan kematian, “Orang yang namanya ditulis di buku ini akan mati…” . Tapi sekarang bukan mau bahas itu.

Beberapa tahun terakhir, saya menulis apa-apa yang terjadi pada diri saya di kemudian hari. Agak aneh memang. Biasanya ditulis di buku khusus. Apa-apa yang ditulis sering menjadi kenyataan dan kalau tidak terealisasikan mungkin kalimatnya multitafsir atau salah sedikit. Jadi seperti buku harian yang penulisannya dipercepat. Isinya termasuk nilai-nilai yang akan saya dapatkan. Contoh, saya pernah menulis saya akan bersekolah di SMAN 78, dan terjadi.

Tulisan itu bertebaran di mana-mana. Bukan hanya di buku, di dinding pun juga ada. Misal, dulu saya pernah menulis IP=3,75 (tiga koma tujuh lima) dan (tapi) yang terjadi 3,17 (tiga koma tujuh belas) cuma beda satu kata.

Sebenarnya kunci dari semuanya terletak pada iman. Mekanismenya sama dengan doa. Tapi tentu lebih baik dengan adab berdoa. “Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu mengenai Aku maka (beritahu kepada mereka): Sesungguhnya Aku (Allah) senantiasa hampir (kepada mereka); “Aku perkenankan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepadaKu.” (Surah al-Baqarah : ayat 186)

Tapi jangan pikir ini jalan yang bagus, karena bisa jadi nanti malah berkata, “Seandainya dulu aku tidak meminta itu…” Jangan sampai kita mendikte seperti kita yang punya kuasa dan tahu segalanya. Maka berdoalah supaya dapat yang terbaik. Beliau Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

Menulis mimpi secara nyata memang diperlukan, tapi tidak menulisnya pun juga baik. Karena hidup akan lebih indah apabila masa depan tetap menjadi misteri.

NB: Jangan pernah menulis keburukan untuk orang lain.
“Berdoalah kepada Tuhan kalian dengan penuh rendah diri dan takut (tidak dikabulkan). Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang yang melampaui batas.” Al-A’raf:55. Contoh melampai batas dalam berdoa adalah minta disegerakan adzab, atau doa dalam hal dosa dan memutus silaturahim dll

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s