Fatimeh Goes to Cairo

Isinya lucu, apalagi ada satu halaman yang membuat saya ngakak sambil guling-guling. Untung saja bacanya di kamar, jadi tidak ada yang melihat.

Halamannya bernomor 180. Akan saya tulis agar dapat dimengerti.
***
Berarti kudu jalan dikit ke Bawabah. Ada rumah makan La Tansa (artinya, nggak bisa dilupain) punya anak-anak Gontor. Biasanya, ada masakan panas yang salah satu menunya pecel lele. Temen-temen bilang kalo La Tansa yang berkibar namanya hari-hari ini. Selain enak masakannya, juga nyaman tempatnya (ada tipinya 2 biji). Gitu katanya. Gue sih, nggak promosi (Soalnya juga nggak dikasih promosian, hehehe).

Maka, gue bilang ama Fatimeh, “Meh, makan di La Tansa aja, yuk!”
“Emang di tempat laen nggak ada, ya?”
“Ada sih. Ya, biar yakin aja. Abang udah pernah makan di sono.”
“Katanya, di sono lamaan Bang nunggunya. Aye udah lapar, neh.”
“Lamaan kalo enak mah, nggak papa, Meh.”
“Yok deh, Bang. Eh Bang, jadi ada ide.”
“Apaan?”
“Gimana kalo kita bikin rumah makan juga?”
“Namanya?”
“La Ladzidz ato La Zhohir tha’muhu, hehehe….”
“Hus, ngaco neh, Cayang. Hati-hati, lho! Kata dokter, kengacoan bias menimbulkan bahaya pada janin Anda.”
Kami berdua ketawa.

La ladzidz = nggak enak
La zhohir tha’muhu = nggak jelas rasanya

Selain nama rumah makan yang la zhohir ismuhu (nggak jelas namanya) itu, ada lagi yang membuat saya tertawa. Halaman itu mengingatkan saya dengan kejadian beberapa tahun yang lalu.
***
Waktu itu saya iseng nge-add sebuah ID suatu aplikasi pesan instan. Setelah saya add, orang itu menyapa, sebut saja Mawar.

Kalau tidak salah, isinya begini.
Mawar : Makasih ya udah add.
Latansa : Iya, sama-sama.
Mawar : Namanya siapa?
Latansa : Latansa.
Mawar : Maksud aku nama asli.
Latansa : Iya, ini nama asli.
Mawar : Yang bener?
Latansa : Iya, bener kok.
Mawar : Oh. Soalnya La Tansa itu nama rumah makanku di sini.
Latansa : Situ di mana?
Mawar : Di Mesir.
Latansa : Kalau saya makan di sana gratis ya?
Mawar : Iya, silakan aja.
Latansa : Nggak ah, kejauhan. Pesen aja.
Mawar : Hihihi kamu di Indo ya? Udah basi kali kelamaan di pesawat.

Setelah itu saya baru tahu kalau dia punya multiply. Di album-album fotonya berisi dia dan teman-temannya di pantai yang di pasirnya ditulis La Tansa. Pokoknya foto-foto di situ bertemakan: We Love La Tansa.

Ternyata fans saya banyak juga ya (GR).

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s