Seikhlasnya

Orang-orang di lingkaran itu membuat target amal sehari-hari. Ketika membuat target untuk tilawah, salah seorang dari mereka mengusulkan satu juz per minggu. Karena diprotes, yang lainnya mengusulkan setengah juz per minggu. Tapi harus ada mufakat, satu anggota merasa keberatan padahal yang lainnya setuju. Sang pembimbing bertanya pada salah satu anggota, “Putri, kalau menurut kamu, sebaiknya berapa?” “Seikhlasnya,” jawabnya. Semua bertanya-tanya. “Kok gitu? Maksud saya jumlah rilnya,” kata pembimbing. “Ya mosok kita baca al-Qur’annya nggak ikhlas?” ujar Putri.
***
Seikhlasnya? Ikhlas itu apa sih?

Secara bahasa, ikhlas bermakna bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih tidak kotor. Maka orang yang ikhlas adalah orang yang menjadikan agamanya murni hanya untuk Allah saja dengan menyembah-Nya dan tidak menyekutukan dengan yang lain dan tidak riya dalam beramal.

Sedangkan secara istilah, ikhlas berarti niat mengharap ridha Allah saja dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain. Memurnikan niatnya dari kotoran yang merusak.

Ciri Orang Yang Ikhlas

  1. Senantiasa beramal dan bersungguh-sungguh dalam beramal, baik dalam keadaan sendiri atau bersama orang banyak, baik ada pujian ataupun celaan. Ali bin Abi Thalib r.a. berkata, “Orang yang riya memiliki beberapa ciri; malas jika sendirian dan rajin jika di hadapan banyak orang. Semakin bergairah dalam beramal jika dipuji dan semakin berkurang jika dicela.”
  2. Terjaga dari segala yang diharamkan Allah, baik dalam keadaan bersama manusia atau jauh dari mereka. Disebutkan dalam hadits, “Aku beritahukan bahwa ada suatu kaum dari umatku datang di hari kiamat dengan kebaikan seperti Gunung Tihamah yang putih, tetapi Allah menjadikannya seperti debu-debu yang beterbangan. Mereka adalah saudara-saudara kamu, dan kulitnya sama dengan kamu, melakukan ibadah malam seperti kamu. Tetapi mereka adalah kaum yang jika sendiri melanggar yang diharamkan Allah.” (HR Ibnu Majah)
  3. Akan merasa senang jika kebaikan terealisasi di tangan saudaranya, sebagaimana dia juga merasa senang jika terlaksana oleh tangannya.

“Ya Allah, jadikanlah seluruh amalanku amal yang saleh, jadikanlah seluruh amalanku hanya karena ikhlas mengharap wajahmu, dan jangan jadikan sedikitpun dari amalanku tersebut karena orang lain.”

Seperti kalimat yang ada di doa pagi, “Kami memulai pagi di atas fitrah Islam, di atas kata ikhlas, di atas agama Nabi kami: Muhammad SAW, dan di atas millah bapak kami: Ibrahim yang hanif.”
***
Ngomong-ngomong, kenapa ya logo salah satu kementerian yang tertulis ikhlas beramal sering terbaca beramal seikhlasnya?

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s