Akun Oh Akun

Dulu waktu masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), saya termasuk orang yang multi akun online. Biasanya buka minimal lima akun: Yahoo! Messenger, MSN Messenger (disebut juga Hotmail, Windows, atau Windows Live Messenger), Friendster, Facebook, dan Multiply. Juga membuka beberapa akun lain yang saking tidak sedikitnya jadi tidak disebutkan.

Setelah masuk Yahoo! Messenger, biasanya langsung banyak yang nge-BUZZ (menyetrum, biasanya kotak dialog akan bergetar) atau menulis salam. Kalau tidak, biasanya pesan offline penuh dengan <ding> (tampilan BUZZ pada pesan offline) atau info tentang perkuliahan (padahal saya belum kuliah). Tapi seiring berjalannya waktu, kini tidak ada lagi yang suka menyapa. Bahkan, sepertinya kini tidak apa-apa kalau meninggalkannya seharian tetap dalam kondisi ada.

MSN Messenger juga aplikasi pesan instan yang banyak penggunanya. Sebelum saya memakai Yahoo Messenger saya kira MSN adalah aplikasi pesan instan yang paling disukai banyak orang. Tapi ternyata kebanyakan orang cenderung memakai Yahoo daripada MSN. Saya juga pernah mengatur agar MSN langsung aktif setiap penyalaan computer. Suatu saat teman saya mengomel karena katanya kemarin dia menanyakan PR tetapi tidak saya jawab. Saya membantah karena merasa ia tidak bertanya seperti itu, akhirnya saya tahu kalau bertanya lewat MSN. Mungkin waktu itu saya tidak ada di tempat. Yang paling menyebalkan ketika teman lain mengirimkan tautan yang aneh-aneh. Sebaiknya tidak usah dibuka karena biasanya berisi situs-situs spam atau virus. Selain itu jika diklik maka otomatis mengirim ke semua kontak. Saya pernah dikirimi: Check this out, http://latansaide.bobzop.com . Karena penasaran ada latansaide-nya, saya klik. Nggak tahunya situs nggak penting yang isinya iklan. Saya coba susunan huruf-huruf lain di depan tulisan bobzop, ternyata halaman yang muncul itu-itu juga. Dasar…

Karena dulu facebook belum booming, yang trend itu friendster. Kelebihan friendster dari facebook, yaitu bisa memakai kode HTML (Hyper Text Markup Language). Selain itu juga bisa utak-atik background-nya.

Kalau facebook, dulu cuma dimainin game-nya. Soalnya games yang saya mainkan, dimainkan juga oleh teman-teman sekelas. Jadi kalau di sekolah bahasnya, “Eh, kemarin pet gue mampir di rumah pet lu. Rumahnya bagus banget.” Nggak mutu ya.

Yang paling disuka sampai sekarang ya ini, multiply. Kalau sekarang malah lebih memilih hanya membuka satu akun, multiply. Rasanya yang lain tidak penting dibuka. Dibuka atau tidak tetap tidak ada bedanya. Lagipula kalau di sini bisa baca tulisan yang bagus-bagus, bukan status nggak jelas para pemanjat sosial.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s