Dialog Absurd

Dialog 1
Kakak : Dek, pinjem komputernya dong, mau nge-print!
Yu : Tadi gak dipake siapa-siapa, sekarang malah rebutan.
Adik : Iya nih, Kak. Aku kan baru main.
Kakak : Ye, kan aku baru aja selesai. Tadi kan ngerjain di kamar pakai laptop.
Adik : Ya udah sana! Pasang sendiri kabelnya.
Saat nge-print,
Yu : Itu sih namanya nge-fak.
Adik : Apa, Yu? Nge-fuck?
Yu : Itu lho, faks.
Kakak : Itu fax. Yang ini namanya printer.
Yu = Panggilan untuk pembantu.

Dialog 2, percakapan dilakukan lewat telepon.
Orang 1 : Mbak, beliin CCTV, dong!
Orang 2 : Apa? Kisi-kisi?
Orang 1 : Iya, CCTV.
Orang 2 : Kisi-kisi apa?
Orang 1 : Yah Mbak, masak tinggal di Jakarta nggak tahu CCTV.
Orang 2 : Eh bener. Aku nggak tahu. Kisi-kisi Matematika?
Orang 1 : Itu lho, kamera CCTV yang buat mengintai.
Orang 2 : Oh, CCTV…
Orang 1 : Dari tadi saya memang ngomongin CCTV.
Orang 2 : Aku kira kisi-kisi.

Dialog 3
A : Itu statusnya siapa, ya? Yang matanya merah sampai berdarah-darah?
B : Temanku ada lho, yang matanya merah karena amnesia.
C : Kok bisa?
B : Iya, dia penyakitnya yang udah parah gitu.
C : Terus dia belajarnya gimana, dong? Susah dong.
B : Ya nggak dong, dia malah punya waktu banyak buat belajar.
A : Apa hubungannya amnesia sama mata?
B : Eh kok amnesia sih? Orang insomnia kok.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s