Huruf beSAr kEcIL-nya 4LaY

Terlepas dari pro kontra terhadap para alay (kalau tidak tahu, coba cari di google), saya pertama kali melihat tulisan besar kecil waktu SD. Waktu itu pelajaran komputer, kami dipinjamkan modul sesuai jenjang kami. Isi modul itu ada berbagai macam teks yang harus diketik persis seperti yang ada di modul. Sebuah paragraf menarik perhatian saya. Di situ tulisannya besar kecil. Semua huruf ditulis huruf besar kecuali awal huruf. Ketika itu saya bingung. Saya berpikir untuk mengetiknya dengan lampu Caps Lock menyala, kemudian diperbaiki satu-satu. Biasanya Bu Guru akan mengecek pengaturan hurufnya, maka akan ketahuan olehnya trik manual tersebut. Karena paragraf itu ada di tengah, saya pun memulai mengetik bagian atas. Sementara mengetik, saya melirik teman saya kalau-kalau teman di kanan-kiri sudah sampai bagian itu. Dari situlah saya tahu kalau ternyata pakai tOGGLE cASE.

Yang kedua, saya pernah lihat di kertas ulangan murid-murid sebuah SD swasta. Kebetulan saya kenal guru yang mengajar di situ. Meski sekolah itu cukup bonafid di kotanya, ada beberapa anak yang memiliki keistimewaan yang tidak biasa dibandingkan anak-anak pada umumnya. Saya menemukan lembar jawaban yang kotak isian dan essaynya ditulis huruf besar kecil. Ada juga yang bertuliskan misssimmisssssimmmmissssiiim, begitu juga dengan bagian essay.

Selain tulisannya, hal aneh (unik) yang pernah saya tahu dari cerita, ada anak yang disuruh menggambar, seperti siswa-siswi kelas lainnya. Ketika anak itu mengumpulkan, dahi sang guru pun berkerut.

“Kamu gambar apa?” tanya guru itu sambil memerhatikan kertas gambar yang hanya digoresi krayon coklat di bagian bawahnya.
“Gambar kuda lagi makan rumput,” jawab anak itu.
“Mana kudanya?”
“Tadi itu kudanya makan di padang rumput, habis itu rumputnya habis. Karena udah kenyang, kudanya pergi. Jadi yang ada cuma tanahnya.”
Sang guru pun hanya sanggup menghela nafas.

Beberapa tahun setelah itu, ada tren menulis huruf besar kecil. Mulai dari status sampai pesan singkat. Pernah saya kira, pasti capek menulis seperti itu. Namun, ternyata beberapa jenis pensel mendukungnya, pantas saja. Kemudian dijulukilah orang-orang yang menulis seperti itu dengan sebutan alay. Pokoknya apa saja perilaku yang diangggap norak, pasti pelakunya disebut alay.

Bagaimana dengan sekarang? Berapa banyak di antara kita yang berhenti menulis huruf BeSAr kEcIL karena fenomena 4LaY? Banyak sekali. Sepertinya semua orang tidak mau dianggap alay yang identik dengan sifat-sifat buruk. Kalau pun masih ada, seorang non-alay akan memperingatkan, stop menulis seperti itu kalau tidak mau disebut alay.

Cuma, sampai sekarang saya masih tidak tahu cara yang lebih mudah menulis huruf besar kecil ala alay lewat komputer.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s