Orang-Orang Tanggung

Mungkin dunia ini memang sudah menghitam, saking hitamnya, mereka yang berada di area hitam merasa nyaman dan tidak mencari terang.

Dengan muka yang setengahnya ditutupi sapu tangan, Uni menghampiri tempat duduk saya.
“Lu tadi ada minus, nggak?” suaranya yang unik selalu seperti sedang menangis, apalagi sambil ditutupi sapu tangan.
“Nggak,” jawab saya.

Ia pun membuka sapu tangannya, oh rupanya dia sedang pilek, hidungnya yang memerah kontras dengan kulitnya yang putih.
“Yan, kalau lu gimana?” katanya pada orang di sebelahku.
“Nggak, emangnya lu minus?” minus di sini maksudnya ialah pengurangan skor pada kertas ulangan. Tapi baru sebagian kecil yang dikoreksi.
“Iya, gue minus lima.”
“Oh.”
“Lu harus tahu ya, di belakang gue, si Rima sama Victoria, jawabannya dihapus!” entah karena pilek atau hatinya menangis, suaranya bertambah sengau.
“Terus si Hatya sama Putri meriksa sendiri. Kertas mereka nggak dituker!”
“Yang sabar ya,” kutepuk-tepuk bahunya.
“Iya nih, cobaannya berat banget.”

***

Banyak teman saya yang bercerita tentang reuninya. Ketika mereka tidak menemukan orang-orang yang dianggap pintar di SMA-nya dulu, tetapi menemukan orang-orang yang biasa saja menjadi orang yang sangat sukses. Mungkin saja Anda pernah merasakan hal yang sama.

Belakangan saya tahu jawaban atas fenomena ini, orang-orang yang dianggap pintar itu, sebenarnya adalah orang-orang yang tanggung. Mereka mencari sesuatu yang disebut nilai tinggi. Bukan ilmu yang bisa digunakan untuk kesejahteraan manusia. Memang ada juga yang selalu jujur, belajar dengan keras. Tapi tetap tanggung, mereka juga hanya menginginkan nilai yang tinggi.

Saya tidak mengatakan kalau orang-orang yang kini mempunyai nilai-nilai bagus kelak menjadi orang-orang tanggung. Banyak juga orang-orang yang memiliki nilai tinggi yang tidak menjadi orang-orang tanggung. Mereka tidak belajar dengan keras, tapi belajar dengan efisien dan efektif. Tapi satu hal yang penting, mereka sangat mengerti dengan apa yang disebut melakukan semua kegiatan untuk kepuasan Allah.

“Allah menciptakan dunia ini seperti sebuah bayangan, jika kalian mengejarnya, ia akan melelahkan tenagamu dan kalian tidak akan pernah dapat menyusulnya. Jika kalian meninggalkannya, ia akan mengikutimu dengan sendirinya, dan tidak akan melelahkanmu “.

*Di setiap tulisan, pasti terdapat kesalahan. Mohon dikoreksi.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s