Rahasia yang Sedikit Kotor

Hari ini saya senang karena suatu lingkaran saat matahari tergelincir yang tergelincirnya tentu saja bukan karena lantai licin, lagipula saya tidak ingin membahas tentang tergelincirnya matahari. Saya suka huruf-huruf yang diukir menyambung tetapi bermakna sangat dalam. Saya senang dengan tinta yang tertoreh, apalagi berasal dari kalam yang satu. Saya suka dagelan yang tidak lucu itu yang untungnya berada di awal. Begitu juga dengan bagian akhirnya yang bercerita tentang suatu ketulusan.

Awalnya, saya memulai kedekatan dengan mereka karena merasa harus menjadi seseorang yang dapat diterima. Tadinya, saya ingin agar semuanya dijalani dengan bersama, karena merekalah orang-orang yang akan saya temui untuk banyak waktu ke depan. Tapi tidak, saya baru tahu kalau ternyata saya, mereka, kami, telah dekat sebelumnya bukan karena angka-angka pembawa hoki, tapi dekat karena kami menemukan refleksi jiwa masing-masing pada sebuah cermin yang berada di kertas putih.

Terima kasih untuk semua yang telah menyediakan waktunya yang sangat sedikit, kalian baik sekali.

Terima kasih untuk yang mencoba menganalisis walau itu dilarang, untuk analisis diri saya, berhentilah menggunakan rumus eliminasi dan lihatlah saya lebih dekat.

Terima kasih untuk yang membaca tulisan ini, maaf kalau sulit dipahami.

Terima kasih—paling penting—untuk seseorang yang terinspirasi dari bait-bait ini.

Biar saya tahu bahwa saya telah melakukan kesalahan,
ketika saya sudah mengetahui hal ini sejak
saya pergi sekitar satu-dua kali,
hanya untuk buang waktu saya dengan kamu.

Katakan padaku semua yang telah kamu buang,
cari tahu permainan yang kamu tidak ingin memainkannya,
kamu adalah satu-satunya yang perlu tahu –

Saya akan menjaga rahasia saya yang sedikit kotor,
(rahasia yang sedikit kotor).
Jangan bilang siapa-siapa atau kamu tidak lain hanya akan jadi menyesal,
(tidak lain hanya menyesal, berharap bahwa kamu dapat menyimpannya).
Rahasia saya kotor sedikit,
siapa yang tahu?

Ketika kita menjalani hidup yang rapuh seperti
ini adalah cara terbaik kita bertahan hidup,
saya pergi sekitar satu-dua kali,
hanya untuk buang waktu saya dengan kamu.

Katakan padaku semua yang telah kamu buang,
cari tahu permainan yang kamu tidak ingin memainkannya,
kamu adalah satu-satunya yang perlu tahu –

Saya akan menjaga rahasia saya yang sedikit kotor,
(rahasia yang sedikit kotor).
Jangan bilang siapa-siapa atau kamu tidak lain hanya akan jadi menyesal,
(tidak lain hanya menyesal, berharap bahwa kamu dapat menyimpannya).

Siapa yang tahu?
Cara dia merasa dalam (dalam!)
Mereka pikir saya tidak dapat menyangkal (tidak dapat menyangkal!)
Pikiran tidur ini tidak akan berbohong (tidak akan berbohong!)
Dan saya sudah mencoba untuk menyembunyikan.
Itu memakan sebagian
kehidupan ini kembali!

Saya akan menjaga rahasia saya yang sedikit kotor,
(rahasia yang sedikit kotor).
Jangan bilang siapa-siapa atau kamu tidak lain hanya akan jadi menyesal,
(tidak lain hanya menyesal, berharap bahwa kamu dapat menyimpannya).


Saya akan menjaga rahasia saya yang sedikit kotor.
Jangan bilang siapa-siapa atau kamu tidak lain hanya akan jadi menyesal,
(tidak lain hanya menyesal, berharap bahwa kamu dapat menyimpannya).

Rahasia saya kotor sedikit,
rahasia yang sedikit kotor,
rahasia yang sedikit kotor.


Siapa yang tahu?
Siapa yang tahu?

Ternyata sama sekali tidak kotor, justru bisa buat introspeksi.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s