5 Huruf: L-U-L-U-S

SCI di Bulan April 2010…

26 April 2010
Hari ini saya sampai di sekolah jam 6.35 WIB. Syukurlah gerbangnya belum ditutup.

6.38 WIB
Saya belum selesai mengerjakan PR Kimia 2, makanya saya gabung di ‘forum belum ngerjain PR’. Baiklah, ada teman saya yang mengambil buku saya, “Sini, gue kerjain punya lo!”
“Iya, silakan.”
“Wah, ternyata lu lebih parah dari gue, biasanya lu rajin” begitu katanya.
“Sebenarnya aku nggak ngerti.”

Beberapa saat kemudian dia mengembalikan buku saya. Lalu saya membuka-bukanya. “Eh, tadi kamu ngisiin yang mana?” tanya saya. Ternyata dia jawab, “Nggak jadi gue isiin, kebanyakan kosongnya.” Gapapa deh, semoga kebaikanmu dibalas.

Karena saya melihat buku yang jawabannya penuh sedang terbuka, jadinya saya salin (bandelnya…). Karena kalau salin buku itu pakai rebutan, maka saya pun berpindah mencari ladang baru yang bisa dibajak (makin bandel). Lalu ada seseorang yang rela meminjamkan bukunya untuk dibajak. Tapi sebelum pembajakan selesai, pengeras suara memberikan pengumuman “HARI INI ADA PERTEMUAN PA (Penasehat Akademik, -pen) DIHARAPKAN BAGI PARA SISWA UNTUK MENGHADIRINYA DI RUANG MASING-MASING.” Oh, oke deh. “Eh, ini bukunya gue pinjem dulu, boleh?” “Tenang, boleh aja kok.”

6.48 WIB
Waktu itu saya lagi ada di ruang pertemuan dengan PA saya yang sebenarnya ada di sebelah ruangan sebelumnya. Saya duduk di meja paling depan melanjutkan proyek pembajakan tersebut. Padahal, PA saya tepat di depan saya lagi ngomongin soal klinik (jika ada mata pelajaran yang tidak lulus, maka bisa diulang kembali di klinik dengan catatan tidak bisa mengikuti mapel lanjutan, misal: tidak lulus Matematika 1 tidak bisa mengikuti Matematika 2 sampai lulus Matematika 1, -pen). Tapi tetap saja saya menyalin tulisan teman saya tersebut. Lagi asyik-asyiknya, yang di sebelah saya bertanya, “Latansa, kok kamu bukunya udah kelas 3 aja, sih?” Dalam hati berkata, kamu yang nggak belajar ginian aja bingung, apalagi aku, “Oh iya, kalau gitu dibalik aja bukunya biar enak ngeliatnya.” Yah begitulah, kalau bukunya dibalik, jadi tidak ketahuan kalau itu buku untuk kelas XII.

7.00 WIB
Kasihan… bayar sekolah mahal-mahal tapi gurunya tidak datang. Beda sekali dengan di kelas reguler dulu… Pelajaran yang bisa kita ambil: tidak selamanya yang lebih murah itu lebih buruk.

8.30 WIB
Saat ini saya kembali bertemu dengan persamaan reaksi-reaksi yang harus disetarakan. Membahas reaksi yang kalau terkena listrik menjadi terurai. Kadang saya berpikir, kenapa benda sekecil atom (bahkan lebih kecil dari itu) perlu dibahas? Ini adalah sebuah pertanyaan yang berkelebat di pikiran seorang anak SCI (Sekolah Cuma Iseng).

10.00 WIB
Istirahat yang cuma sebentar ini digunakan untuk makan sambil mendengar orang-orang yang mengobral obrolan.

10.30 WIB
Teman saya yang baru masuk (maksudnya masuk ruangan) memakai wajah yang kaget den langsung bercerita kalau ada seorang cewek yang wajahnya ditutup menyeluruh oleh tangannya. Cewek itu menangis dan di sebelahnya ada cowok yang sepertinya pacarnya. Cowok itu anak SCI di atas kami. Setelah diselidiki ternyata karena cewek itu nggak lulus. Sekolah mentereng kayak gini punya murid yang nggak lulus? Bukankah selama lebih dari 30 tahun selalu lulus 100%? Tapi kenapa di tahun 2010 nggak kayak gitu? Mental saya langsung anjlok buat menghadapi UAN. Belakangan saya tahu kalau jumlah tidak lulus untuk tahun ini meningkat tajam di daerah Jakarta. SMAN 8 Jakarta saja yang merupakan SMAN terbaik di Jakarta yang tidak lulus berjumlah 8 orang. (Maaf, bukan bermaksud untuk menjelek-jelekkan, tapi marilah kita introspeksi bersama tentang UAN yang makin didemo). Malah katanya mentor saya yang juga alumni dan sekarang berkuliah di FHUI, “Soal UAN itu lebih gampang dari soal sekolah, makanya waktu saya ngerjain soal ternyata pemecahannya tidak rumit. Itulah masalahnya yang membuat keder waktu mengerjakan.”

12.00 WIB
Ayo kawan, kita kembali bertaubat. Terlalu banyak kesalahan setengah hari ini.

12.30 WIB
Biar pun guru tersebut (mencoba) menjelaskan sedetil-detilnya, entah mengapa saya tetap tidak mengerti kenapa dalam satu pertemuan harus membahas dua bab. Untung saja saya sama sekali tidak ada minat untuk menjadi dokter.

15.25 WIB (jaraknya jauh sekali)
Di pertengahan pelajaran, teman saya SMS, “Latansa ada di rumah”. Firasat saya mengatakan orang itu sedang berada di depan rumah saya. Kasihan ya, orang yang dia cari belum pulang.

Sebenarnya, saya tidak kuat mental menghadapi UAN dan ujian masuk perguruan tinggi (tidak ada yang menanyakan).

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s