Penutupan Pasar Malam

Setiap Minggu malam biasanya di dekat gerbang komplek tempat saya tinggal terdapat pasar malam. Pada pasar malam ketika saya kecil, terdapat bianglala, komidi putar, dan banyak penjual gulali. Meski masih ada yang menggunakan konsep Pasar Malam yang seperti itu, Pasar Malam yang kini sering terlihat hanya suatu pasar yang diselenggarakan malam hari.
Pasar Malam itu didominasi oleh lapak-lapak pakaian, ada permainan memancing ikan plastik, kereta-keretaan, dan lain-lain. Pasar Malam tersebut lumayan ramai dikunjungi. Uniknya, saya tidak melihat adanya warga komplek, yang ada malah warga kampung sekitar.

Ada salah satu warga yang meminta panitia untuk membuat papan pengumuman dan dipasang di rerumputan luar pagar. Isinya meminta pada semua orang untuk tidak duduk di rerumputan tersebut. Meski begitu, di sebelah papan tersebut banyak anak-anak muda yang nongkrong di situ.

Keberadaan Pasar Malam tersebut diawali dengan adanya surat permohonan/proposal dari seorang koordinator yang minta izin untuk buka Pasar Malam di lingkungan RW saya. Pada saat permohonan diajukan pengurus RW tidak memutuskan apa-apa, hanya menyalin proposal menjadi sepuluh berkas yng disampaikan kepada Ketua RT 01 sampai dengan RT 09 dan ketua PKK dengan maksud untuk memperoleh masukan dari para ketua RT dan PKK. Ketua PKK menyatakan setuju dengan pertimbangan untuk memberikan kesempatan bagi ibu-ibu pensiunan untuk ikut menambah penghasilan dan menyarankan agar diadakan musyawarah dengan para Ketua RT. Sedangkan para Ketua RT pasif tidak memberikan reaksi setuju atau tidak setuju. Musyawarah tidak dilakukan karena Ketua RW sakit, mengenai Pasar Malam sepenuhnya diserahkan kepada PKK dan sekretaris RW, lalu beberapa Ketua RT setuju. 

Kemudian dilakukan uji coba dengan memilih lokasi yang tidak ada penghuninya yaitu sepanjang jalan utama , tanah kosong sampai puskesmas. Setelah berjalan beberapa kali, Pasar Malam mulai mendapat protes dari beberapa warga salah satu RT. Pada saat itu pula koordinator Pasar Malam dipanggil untuk segera menghentikan kegiatan Pasar Malam terebut, tetapi hasil rapat Ibu-Ibu PKK menyarankan tidak usah ditutup yang penting tertib dan keamanan diperhatikan.

Karena beberapa warga RT tersebut protes, maka rencananya akan dipindahkan ke jalan depan rumah saya. Namun, ada juga warga yang protes karena takut ketertiban dan keamanan terganggu. Adik saya yang melihat aksi protes tersebut melaporkan bahwa sekelompok ibu-ibu bertengkar dengan pengurus RT dan RW.  

Sehubungan dengan adanya usulan dari salah satu Ketua RT yang dianggap talah mewakili dari beberapa Ketua RT, maka dinyatakan bahwa Pasar Malam di lingkungan rumah saya ditutup pada hari itu juga dan seterusnya. Kasihan para peserta Pasar Malam yang sudah mendirikan lapak tapi dibongkar kembali. Salah satu dari mereka berkata pada yang lain, “Ya udah deh, kita sambil jalan aja bubarnya biar seperti karnaval.”

*Gambar diambil dari: http://www.musangsx.org

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s