Monthly Archives: June 2010

(Kirim Ulang) Tertarik untuk Mempromosikan Multiply-mu ke Teman-Teman?

Insya Allah mudah, dan lebih-lebih kita juga dapat keuntungan, dengan semakin banyak yang memakai tautan kita maka semakin besar juga peringkat halaman kita. Tentunya kita juga harus bertukar tautan dengan yang bersangkutan. Berikut triknya :

1. Pilih gambar yang disuka untuk menjadi banner
Di MP saya, saya pakai gambar kursor yang saya kasih tulisan Jangan Klik di Sini Ya seperti ini :
2. Pergilah ke http://www.photobucket.com. Ini adalah situs hosting gambar atau foto. Tujuannya apa? Supaya kita dapat memperoleh kode HTML (HyperText Mark-up Language) dari gambar yang kita kehendaki itu. Alias gambarnya jadi di dunia maya. Kalau belum punya akun, buat akun dulu dan jangan lupa buat masuk (log in).

3. Unggah (upload) gambar yang dikehendaki tadi sampai selesai. Klik gambarnya dan dapatkan kode HTML gambar tersebut . Sebaiknya ukuran gambarnya kecil saja. Supaya tidak memakan tempat. Salin (Copy) kode HTML.

4. Buka Notepad terus Paste kode HTML- nya dua kali. Tambahkan kode ini <textarea cols=”20″ name=”textarea”> sebelum kode banner kamu yang kedua di notepad tadi lalu tambahkan kode ini </textarea> setelah kode banner kamu yang ke 2 ke notepad tadi. Kayak gini Contohnya : CODE BANNER KAMU <textarea cols=”20″ name=”textarea”>CODE BANNER KAMU</textarea>

5. Supaya banner jika diklik bisa langsung ke alamat Multiply maka, ganti URL pertama menjadi URL MP kamu.

KODE BANNER KAMU :
<a href=”http://s817.photobucket.com/albums/zz98/latansaide/?action=view&current=cursor-white.png” target=”_blank”><img src=”http://i817.photobucket.com/albums/zz98/latansaide/cursor-white.png&#8221; border=”0″ alt=”Photobucket”></a><textarea cols=”20″ name=”textarea><a href=”http://s817.photobucket.com/albums/zz98/latansaide/?action=view&current=cursor-white.png” target=”_blank”><img src=”http://i817.photobucket.com/albums/zz98/latansaide/cursor-white.png&#8221; border=”0″ alt=”Photobucket”></a></textarea>

Huruf yang dicetak tebal adalah KODE BANNER KAMU
Huruf yang berwarna merah adalah URL gambar kamu. Ganti warna kode yang berwarna merah ini menjadi URL Multiply Kamu,
Contoh yang sudah jadi :
<a href=”http://latansaide.multiply.com&#8221; target=”_blank”><img src=”http://i817.photobucket.com/albums/zz98/latansaide/cursor-white.png&#8221; alt=”Photobucket” border=”0″></a><textarea cols=”20″ name=”textarea”>&lt;a href=”http://latansaide.multiply.com&#8221; target=”_blank”&gt;&lt;img src=”http://i817.photobucket.com/albums/zz98/latansaide/cursor-white.png&#8221; border=”0″ alt=”Photobucket”&gt;&lt;/a&gt;</textarea>

6. Pasang Bannerlink di sidebar. Caranya : Klik Customize My Site (Sesuaikan Situs Saya), terus klik Edit (Ubah) pada kotak warna kuning pada kolom di kanan.

Terus copy paste alamat bannerlink yang sudah kamu bikin tadi di area teks sidebar. Biar sentris, tambahkan kata center di depan dan belakangnya seperti ini:

<center>
<a href=”http://latansaide.multiply.com&#8221; target=”_blank”><img src=”http://i817.photobucket.com/albums/zz98/latansaide/cursor-white.png&#8221; alt=”Photobucket” border=”0″></a><textarea cols=”20″ name=”textarea”>&lt;a href=”http://latansaide.multiply.com&#8221; target=”_blank”&gt;&lt;img src=”http://i817.photobucket.com/albums/zz98/latansaide/cursor-white.png&#8221; border=”0″ alt=”Photobucket”&gt;&lt;/a&gt;</textarea>
</center>

Setelah itu save, dan Klik Done (Selesai) pada tombol paling atas situs MP kamu (sebelah kanan)

7. Terakhir, jangan lupa ajak teman terdekat kamu buat ngopy link banner kamu dan memasangnya di sidebar atau homepagenya. Caranya Copy /download text yang ada di banner link bikinanmu dan di paste kan di side barnya. Dan… Pasanglah Iklan MPmu Gratis di mana-mana, tidak harus multiply, Bahkan di website juga bias.

Nikmati NgeMPmu sambil berkreasi… Copas kode banner saya di sidebarmu yah…..!!!

Sumber:

Ngiklanin Multiply kita

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Orang Pintar dan Orang Beruntung

Menurut status salah seorang teman saya, orang pintar itu beda tipis dengan orang beruntung, orang bodoh beda tipis dengan orang malas. Kalau dipikir-pikir, memang ada benarnya juga.

Adik saya yang laki-laki mungkin salah satu contohnya. Saya tidak berkata bahwa adik saya itu tidak pintar, tapi dia orang beruntung. Walau IQ-nya lumayan tinggi, nilai sekolahnya pas-pasan (bukan pas ulangan pas dapat nilai bagus).

Waktu ia memberitahu NEM-nya, seisi rumah tak ada yang percaya. Tak ada yang percaya ia dapat nilai setinggi itu karena sepupunya yang sepantaran dengannya memiliki nilai lebih kecil dibanding dia. Padahal sepupunya itu terlalu rajin belajar hingga disuruh orangtuanya untuk tidak belajar.

Dengan NEM setinggi itu, dia bisa masuk di sebuah SMP Jakarta. Hal yang sulit bagi teman-temannya karena sekolah DKI hanya memiliki jatah lima persen untuk siswa yang berasal dari Non DKI. Dulu dia sekolah di Tangerang, dekat rumah. Pilih SMP Jakarta supaya bisa masuk di sembilan puluh lima persennya SMA Jakarta.

Pak Uzo (sebut saja begitu) yang merupakan suami dari salah satu guru di SD-nya bertanya pada kakak saya, “Lam, Sabili masuk mana?”
“134,” jawab kakak saya. Sekedar info, 134 itu SMP saya dulu, ditaruh di pilihan pertama karena saya yang daftarkan.
“Wah, hebat juga dia bisa masuk Jakarta, padahal dia agak bandel gitu.” Bahkan orang lain pun tak percaya dengan adik saya.

Saat daftar ulang, mama bertanya pada salah satu wali murid, “Bu, tadi instruksinya apa ya?”
“Gini Bu, Ibu ke papan yang di sebelah sana, terus tulis peringkat anak Ibu di pojok form FX-4 ini.”
Mama pun pergi ke papan tersebut, begitu juga dengan wali murid tadi.
“Lho Bu, di sini tuh ditulis peringkatnya!”
Mama jadi heran, “Iya, Bu.”
“Terus Ibu nulis apaan itu?” kata wali murid tadi.
“Kan ini, Bu.” Mama menunjuk nama adik saya di papan pengumuman yang berisi peringkat.
“Eh, anak Ibu peringkat tiga ya? Maaf, Bu.”
“Oh, nggak pa-pa. Malah saya yang harusnya terima kasih.”
Lagi-lagi orang lain tidak percaya dengan adik saya.

Hal yang sama terjadi saat ia masih TK. Saat itu mama ingin mendaftarkannya di SD yang cukup bonafid di kotanya (bukan SD tempat adik saya lulus). Lalu mama pun berkonsultasi dengan guru TK adik, karena biasanya anak-anak yang mau sekolah di situ merupakan rekomendasi dari TK mereka. “Bu, kira-kira Sabili bisa sekolah di Binsus nggak, ya?” “Ya nggak bisa dong, anak-anak yang masuk Binsus kan cuma anak-anak pintar.” Wah, itu sih sama saja dengan mengatakan kalau adik saya itu tidak pintar. Seperti biasa, orang lain tidak percaya dengan adik saya.

Perlu diketahui, pada akhirnya adik saya itu bersekolah di Binsus karena beruntung. Ya, dia beruntung karena ketika itu anak-anak yang masuk Binsus bukan lagi murid pilihan. Semua orang bisa mendaftar. Adik saya lulus tes masuknya, padahal satahu saya waktu itu menulis nama orangtuanya saja ia tak bisa.

Oh iya, mau tahu kenapa NEM SD adik saya bisa tinggi? Percaya atau tidak, awal tahun 2010 saya menyuruh adik saya menulis targetnya di papan tulis. Dia menulis:

Saya Sabili lulus UASBN 2010
dan masuk SMPN Jakarta
dengan rata-rata 100.
Hormat saya,
Sabili

Saya marahi dia, suruh ganti bilangan 100 itu. Dia ganti dengan 90.

Papan tulis itu ditaruh di ruang makan. Setiap teman saya yang main ke rumah dan makan bisa melihat papan tulis itu. Biasanya sih, mereka menertawai adik saya. Ya, meski orang lain sering tidak percaya dengan adik saya, tapi saya percaya dia bisa bersekolah di SMAN 78 (lho?).

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Dik Bili

Hasil Seleksi Sementara Tahap I di SMPN 134

Peringkat No UASBN Nama Siswa    Tgl Lahir   Bahasa Indonesia MTK IPA Nilai Akhir Pilihan

3             92150444 SABILI ELAM. F 6/18/1998 9.20                    9.25 9.50 27.95           1

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Mandarin Versus Arab

SCI di Bulan Juni 2010

Voila! Sudah satu semester! Saatnya untuk isi KRS untuk semester tiga. Tetap saja,mata pelajarannya masih banyak. Ini isi KRS saya:

1. Pendidikan Agama 3 (2 SKS)
2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 (2 SKS)
3. Penjasorkes 2 (2 SKS)
4. Seni Rupa 1 (2 SKS)
5. Bahasa Arab 1 (2 SKS)
6. Bahasa Indonesia 3 (4 SKS)
7. Bahasa Inggris 3 (4 SKS)
8. Matematika 3 (4 SKS)
9. Fisika 3 (4 SKS)
10. Kimia 4 (4 SKS)
11. Biologi 3 (4 SKS)
Jumlah SKS: 34 SKS

Teman saya ada yang tanya, “Eh lu Bahasa Asingnya apa?”
Saya jawab, “Arab. Anak-anak lain pada milih apa?”
“Mandarin,” jawabnya.

Kalau diperkirakan, sepertinya yang mengambil Bahasa Arab tidak sampai dua puluh orang. Iya sih, mayoritas pelajaran Bahasa Asing di SD dan SMP mereka itu Bahasa Mandarin, jadinya mereka yang memilih Bahasa Mandarin lebih banyak. Kalau Bahasa Arab, biasanya hanya dipelajari di sekolah Islam dan beberapa Sekolah Negeri. Lagipula, pelajaran Bahasa Arab baru ada sekarang, dulu yang ada hanya Bahasa Mandarin.

Kata teman saya di kelas lain, “Kalau ambil Bahasa Arab temannya cuma sedikit, nggak bisa belajar bareng.”
“Kan ada aku,” kata saya sambil nyengir.
“Yah, kalau yang ikutan dikit takutnya nggak jadi.”
“Nggak mungkinlah, masak udah ada yang ikut pelajaran Bahasa Arab, trus gurunya datang lihat muridnya cuma sedikit, dia bilang ‘Yah, kok cuma sedikit, sih? Nggak jadi aja deh!’ Nggak mungkin, kan? Aku aja waktu pelajaran Agama Islam yang ikut cuma sepuluh, tapi tetep belajar tuh.”
“Ya udah deh, semester depannya lagi ambil Bahasa Arab.”
“Takutnya nanti yang ada Bahasa Arab 2, kan syaratnya harus udah pernah ambil yang 1.”
“Nggak pa-pa. Nanti bilang aja,’ Kan Bahasa Arab 1-nya udah diajarin Latansa.’ Hehehe…”
“Dasar!”

Ngomong-ngomong ketika saya lihat paket lain beban belajarnya lebih sedikit, saya jadi iri.
Contohnya Paket A3
1. Penjasorkes 2 (2 SKS)
2. Seni Rupa/Tari 1 (2 SKS)
3. Bahasa Indonesia 3 (4 SKS)
4. Matematika 3 (4 SKS)
5. Fisika 2 (4 SKS)
6. Biologi 2 (4 SKS)

Jumlah SKS: 20 SKS


Atau Paket S2
1. Pendidikan Kewarganegaraan 2 (2 SKS)
2. Seni Rupa/Tari 1 (2 SKS)
3. Matematika 3 (4 SKS)
4. Ekonomi 3 (4 SKS)
5. Sosiologi 2 (4 SKS)
6. Sejarah 1 (4 SKS)
Jumlah SKS: 20 SKS

Kalau katanya orang bijak, jadilah kamu kerang mutiara, ia tetap bertahan terhadap benda asing, kalau tidak kamu hanya akan menjadi kerang biasa yang dijual murah di pasar. Hubungannya apa? Hubungkanlah sendiri. 

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Transtangerang

Hari Minggu, 13 Juni 2010, teman saya yang bernama Suci mengajak pergi ke Kota Tua. Tadinya sih, mau ke Ragunan, tapi sepertinya terlalu jauh. Jadilah kami berempat–saya, Suci, Esti, Nabella pergi ke sana.

Karena orangtua berbaik hati mau mengantarkan, kami pun pergi diantar orangtua. Tidak tahunya setelah sampai, yang lain malah protes, kata mereka naik busway lebih enak daripada diantar. Saya langsung pasang wajah tanpa dosa sambil tersenyum lebar.

Pertama, kami mengunjungi Museum Seni Rupa dan Keramik yang terletak di Jalan Pos Kota No 2, Kotamadya Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta, Indonesia. Museum yang tepatnya berada di seberang Museum Sejarah Jakarta itu memajang keramik lokal dari berbagai daerah di Tanah Air, dari era Kerajaan Majapahit abad ke-14, dan dari berbagai negara di dunia.

Yang paling saya suka, lukisan Potret Diri-nya Affandi. Waktu pertama lihat, saya berpikir begini, ‘Kok bisa ya, lukisan asal kasih warna ini dipuji-puji orang?’ Agak jauh dari situ, saya melihat kembali lukisan tersebut. Detil-detil lukisan justru terlihat kalau dari jauh, seorang lelaki dengan rambut keriting yang acak-acakan.

Selanjutnya menuju Museum Fatahillah yang juga dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia adalah sebuah museum yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi.

Gedung ini dulu adalah Stadhuis atau Balai Kota, yang dibangun pada tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jenderal Johan Van Hoorn. Bangunan balaikota itu serupa dengan Istana Dam di Amsterdam, terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara.

Pada tanggal 30 Maret 1974, gedung ini kemudian diresmikan sebagai Museum Fatahillah. Tapi di sana ramai sekali beli tiket saja sampai antri. Kebanyakan yang datang adalah pelajar. Mereka mau beli tiket harga pelajar tapi disuruh beli tiket dewasa sama petugasnya. Kami saja yang bawa kartu pelajar disuruh beli tiket harga mahasiswa. Ya sudahlah.

Di sana saya cuma bisa melihat-lihat orang-orang yang berfoto ria. Harus hati-hati jalan, salah-salah nanti dimarahi orang yang lagi narsis karena lewat sembarangan. Yah, batal deh seru-seruannya. Di ruangan yang entah apa namanya, saya lihat ada perempuan berkacamata. “Kayak pernah lihat orang itu…” . Oh iya, itu kan Mbak Enifia! Langsung saja, saya perkenalkan diri karena dia tidak tahu wajah saya. Senangnya bisa ketemu MP-er…

Bosan di Kota Tua (panasnya itu lho, nggak tahan), maka kami bersepakat untuk main ke rumah saya. Meski sudah saya katakan kalau rumah saya jauh, mereka tetap pada kesepakatan awal. Lucunya, mereka tidak tahu jalan pulang, “Ada halte busway nggak, dekat rumah kamu?”. Saya menjawab, “Rumah saya ‘kan di Tangerang.” Ditanya lagi, “Memangnya di Tangerang nggak ada busway?” “Gimana sih, busway itu ‘kan namanya Transjakarta. Kalau di Tangerang ada busway, namanya Transtangerang.”

(Tebak Gambar–ngambil dari blognya Mbak Enif)
Hayo, saya yang mana?

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Obrolan Jelang Ujian

SCI di Bulan Mei 2010

Mendekati ujian, semua jadi sibuk belajar sampai-sampai bercandanya pun bawa-bawa pelajaran.

ORALIT AKI
A : B, oralitnya aki apaan?
B : Hah? Oralit? Elektrolitnya aki itu asam sulfat
A : Oralitnya aki sih, NaCl + H2O. Kan larutan garam
B : Na itu kan golongan pertama ya, jadi yang terelektrolisis itu airnya!
A : Ya gak dong, masak lu minum oralit sambil kesetrum. Ada-ada aja lu!

UMUR ERITROSIT
A : Lu pura-puranya jadi soulmate gue yuk! Kan lu mirip cowok!
B : Mmm, gimana yah?
A : Gimana apanya?
B : Umur hubungan kita pasti tidak lebih dari umur eritrosit
A : Umur eritrosit itu 120 hari, jadi kita tidak lebih dari 4 bulan dong!

40 SAMA
A : Gue benci ama lu!
B : Sama, gue juga benci ama lu!
A : Eh kan lu duluan yang !@# Jadi 1-0
B : Tapi lu $%^ jadinya 1 sama!
C : Udah-udah 40 sama deh, supaya jadi deuce
A & B: Emang kita lagi main bulutangkis!

EKSPONEN
A : Sinonim dari eksponen adalah… a. pemimpin, b. partisipan, c. rakyat, d. pendukung
B : Eksponen itu bukannya pangkat ya?
A : Tapi di sini option-nya gitu
B : a. pemimpin
A : Di sini jawabannya simpatisan
B : Eksponen itu kan pangkat, terus pangkat itu di atas. Pemimpin itu kan di atas
A : Tapi di sini jawabannya gitu

Leave a comment

Filed under Uncategorized