Kenapa Sih? (Ini Tentang Sistem!)

Meski saya bukan Peserta Didik Baru yang mendaftar ke SMAN/SMKN tahun ini, saya cukup kesal dengan sistemnya. Pertama, kenapa sih pakai Ujian Nasional ulang segala? Buang-buang uang saja. Lebih baik UN tidak dijadikan satu-satunya penentu kelulusan.

Kedua, kenapa sih Ujian Nasional ulangnya pakai bocoran benar 100% segala? Jadinya anak-anak yang tadinya tidak lulus malah mendapatkan nilai yang lebih bagus dari yang lulus murni. Tuh ‘kan, lebih baik UN tidak dijadikan satu-satunya penentu kelulusan.

Ketiga, kenapa sih di ijazah anak-anak yang ikut ujian ulang cuma ditulis bintang dan tulisan yang menyatakan anak itu ikut ujian ulang? Mana tulisannya di bawah dan kecil sekali. Kenapa tidak di perincian nilainya saja? Justru bukankah di situ lebih utama? Makanya, lebih baik UN tidak dijadikan satu-satunya penentu kelulusan.

Keempat, kenapa sih pada pendaftaran SMAN/SMKN anak-anak yang lulus pertama dan lulus dengan ujian ulang tidak dibedakan? Kasihan yang lulus pertama tapi nilainya pas-pasan. Pemerintah itu pura-pura tidak tahu atau memang tidak tahu, ya? Mungkin, lebih baik UN tidak dijadikan satu-satunya penentu kelulusan.

Terakhir, kenapa sih saya bisanya ngomel doang? Mana kerja nyatanya? Ya… sebenarnya sih saya sendiri juga bingung mau melakukan apa, hehe… Nah, karena saya belum tahu mau melakukan apa, saya hanya bisa berdoa supaya ke depannya pendidikan di Indonesia bisa lebih baik lagi. Murid-murid datang ke sekolah bukan untuk cari nilai, tapi untuk cari ilmu. Guru-guru datang ke sekolah bukan untuk cari uang, tai untuk cari keberkahan dalam ilmu yang mereka berikan. Amin.

Kutipan Sembarang Kutip

Buat diknas apa kalian gamerasa terketuk hatinya dengen gambaran situasi yang sekarang ? Anak2 para calon sma yang ingin sekali mendapat kan sekolah negri dengan nem yang mendukung dan hasilnya malah mereka ketendak ke sekolah sekolah swasta cuma karna HASIL UJIAN NASIONAL ULANG YANG RATA RATA LULUS TIDAK MURNI DENGAN MENJAMIN BOCORAN 100% !! KASIAN YANG LULUS AWAL DENGAN NEM PAS PASAN !!

DOG AH KEPALA DIKNAS DKI JAKARTA!! APAAN SI, GA TAU, PURA-PURA GATAU APA EMANG GA MAU TAU!! SELAMET DEH YAAA BUAT KALIAN YANG HASIL UJIAN NEGARANYA GAK MURNI DAN MENDAPAT NILAI TINGGI LALU MENDAFTAR DI SMK/SMAN YANG BAGUS -,- D.A.M.N !!

Hem, okelah. Mudah2an pemerintah mendahulukan yg nem kecil tp ujian murni daripada nem gede tp susulan — amin

Sma taun ini pd curang
knpa curang?
Yg ikut ujian susulan nem pd tinggi2 masuk sma fav dan kita yg nem murni jd kegeser
ih aneh -_- emng di kota mana? hee

esmosi gara gara yang ujian ngulang sama lulus murni kualifikasi masuk SMA nya ga dibedain. taibanget diknas gabecus !!

Gw takut menghadapi kenyataan…

خذاالحكمة ممن سمعتموها فانه قديقول الحكمة غير الحكيم وتكون الرمية من غير رام
“Ambillah hikmah yang kamu dengan dari siapa saja, sebab hikmah itu kadang-kadang diucapkan oleh seseorang yang bukan ahli hikmah. Bukankah ada lemparan yang mengenai sasaran tanpa disengaja?” (HR. Al-Askari dari Anas ra dalam kitab Kashful Khafa’ Jilid II, h.62)

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s