Cubitable(c)

Saya heran mengapa banyak yang suka mencubit pipi saya. Kalau dihitung, mungkin lebih dari sepuluh kali per harinya orang lain mencubit pipi saya. Apakah pipi saya tembam? Saya rasa tidak.

“Latansa itu teman sekelas yang cubitable(c). Aura cubitable(c)-nya menguar-nguar.”
“Latansa itu lucu banget, jadi bikin gemas.”
“Tingkat kekenyalan pipinya sempurna.”
“Coba Tanchan sekelas sama aku, pasti nanti aku nggak ngantuk di kelas soalnya bisa nyubitin pipinya Tanchan.”
“Pipimu bisa menjadi obat penghilang stress.”
“Tolong jangan berlaku yang membuat orang lain ingin mencubit pipimu.”
“Tansa kayak boneka.”
“Latansa kok jadi mirip adiknya yang masih bayi?”
“Lu kalau ngunyah makanan lucu.”
“Bagusnya kamu jadi adikku aja.”
“Kalau gue punya anak nanti, gue pingin yang lucu kayak Latansa biar tiap hari bisa nyubitin pipinya.”
“Lama nggak ketemu Tansa. Kangen sama pipinya.”

Saya jadi ingat waktu SD dulu banyak kakak kelas yang suka mencubit pipi saya serasa berkata, “Latansa comel!” atau “Comelnya budak nie…” Padahal saya tidak kenal siapa mereka.

Huff, mungkin karena ini banyak orang yang tidak tahu (tidak mau tahu atau pura-pura tidak tahu) kalau tahun depan saya lulus SMA.

____________
(c)Copyright by Kaire Takacchi. All rights not reserved.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s