Apa yang Kau Pegang Sebenarnya Akan Tak Berharga

“…Ketika kamu sudah mendapatkan apa yang kamu mau, saat itulah kamu sadar bahwa yang kamu mau itu tak berarti apa pun untukmu. Sama sekali tidak penting. Bisa saja sekarang kamu sedang mati-matian berusaha untuk sesuatu, tapi lihat setahun lagi. Ternyata semua yang dilakukan itu sia-sia…”
Ketika ia berkata seperti itu, rasanya sedang menegur diri saya. Mungkin maksudnya hanya mengingatkan tujuan akhir dari setiap hal yang kita lakukan. Ia juga bercerita tentang jurusannya. Dulu, ia mati-matian untuk masuk jurusan tersebut di universitas terbaik se-Indonesia. “Tapi setelah kakak masuk, ternyata biasa aja. Kakak jadi mikir, sebenarnya dulu kenapa sih mau masuk jurusan itu, apa mungkin cuma nyari kebanggaan?” begitu katanya.
Ada bagian dalam diri saya yang berbisik, “Kok mirip kamu, ya?” Lalu pertanyaan-pertanyaan lainnya pun muncul, “Sebenarnya, kenapa sih dulu kamu mati-matian ingin sekolah di SMA itu?” “Kenapa sih kamu bela-belain ambil program itu?”
Berat rasanya menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Semakin dijawab, semakin banyak yang muncul.
Penyebab dari semuanya adalah tangga usaha bersandar pada dinding yang salah. Ketika sudah sampai puncak tiba-tiba dinding itu rapuh dan harus mulai dari nol. Kesimpulannya satu, sandaran yang saya gunakan adalah sandaran yang paling rapuh. Lebih rapuh dari rumah laba-laba.
“Ada baiknya memang kita mengikuti kata hati terhadap pilihan hidup ini namun penting pula untuk berbesar hati memperhatikan masukan orang lain yang lebih berpengalaman.”
Entah kenapa saya tidak kuat mendengarkan lanjutan ceritanya. Saya pamit padanya. Bukan karena kabur, ada urusan.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s