Gara-Gara Nona Cantik

Sore hari, Budi pulang dari sekolahnya dengan muka cemberut. Ia masuk ke rumah tanpa mengucapkan salam. Brak! Pintu dibanting. Ayah yang tadinya membaca koran jadi kaget.
“Bud, apa-apaan sih kamu? Berisik tahu!” ujar ayahnya.
“Ah!” Budi masih bertahan dengan kecemberutannya.
“Kamu kenapa sih?” tanya ayah.
“Semuanya gara-gara Nona Cantik!” Budi menjatuhkan dirinya ke sofa.
“Tuh ‘kan, Ayah bilang juga apa. Kamu sih nggak mau dengerin kata Ayah. Udah dibilang jangan pacaran masih juga… “
“Yah…”
“Diam kamu! Berapa kali Ayah harus kasih tahu kalau kamu nggak boleh pacaran?”
“Yah…”
“Tuh ‘kan. Lihat sekarang! Kamu kerjanya cuma berantem sama pacar kamu! Pokoknya Ayah nggak mau dengar kamu banting-banting pintu lagi gara-gara si Nona Cantik!”
“Yah, yang pacaran itu siapa?”
“Kamu sama Nona Cantik.”
“Nona Cantik itu,” Budi membetulkan duduknya, ”Sebutan buat mesin absen sidik jari. Aku kesel sama dia soalnya kalau aku masukin jempolku, dia pasti bilang Press Again terus. Makanya aku males ngunjungin dia lagi. Gara-gara itu tadi aku dimarahi guru dikiranya aku bolos sebulan.”
“Ooo…,” sang Ayah pun melanjutkan membaca koran.

_____________________________________________
Dibuat dalam rangka memeriahkan Lomba Hadiah Lebaran dari berkah membuat FF yang diselenggarakan oleh Mbak Intan di http://intan0812.multiply.com/journal/item/185/Hadiah_Lebaran_dari_berkah_membuat_FF

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s