Otak Disket

Kemarin, saya ke ruang kimia. Saya melihat pepan tulisnya yang penuh. Kemudian saya mencari tempat duduk dan termenung. Parah, saya tidak ingat sama sekali tulisan yang ada di papan tulis itu. Yang saya ingat hanya saya pernah belajar materi itu.

Ketika saya mengulang materi yang diajarkan di semester satu dan dua, saya merasa seperti baru pertama mempelajarinya. Tapi saya ingat kalau dulu saya pernah menguasainya. Jangankan materi yang semester-semester sebelumnya, yang baru dua bulan lalu saja suda lupa.

Saya jadi bingung. Apakah kemampuan otak makin lama makin menurun? Entah mengapa dulu saya tidak serajin sekarang (standar saya), tetapi ingatannya lebih kuat. Tes IQ juga membuktikan kalau… IQ saya turun.

Bukannya mengerjakan LKS Kimia 3, saya malah mengobrol dengan teman saya. Meski begitu, perbincangan kami telah menemui kesimpulan yang bisa dijadikan teori. Kami merasa saat kami belajar, maka prosesnya adalah kami menghapus sebagian isi otak, lalu diisi dengan yang baru. Jika dianalogikan, kami menghapus isi disket lalu mengisinya dengan data baru. Bukankah kapasitas otak kita sangat lebih dari sebuah disket? Ya, betul sekali. Seberapa besar sih kemampuan atau kapasitas otak manusia, cek yang satu ini :
• Jika seluruh informasi buku perpustakaan di dunia atau seluruh informasi jaringan terlekomunikasi di dunia dimasukkan ke dalam otak, otak manusia tidak akan penuh.
• Jika setiap detik dimasukkan 10 informasi sampai kita meninggal ke dalam otak kita, misalnya sampai umur 100 tahun, otak manusia belum terisi sepenuhnya.
• Kapasitas otak manusia adalah angka satu diikuti angka nol yan panjangnya 10 pangkat 5 juta kilometer angka standar.
Jadi, otak belum di-explore dengan baik. Kami tahu kalau otak kami adalah ruangan superbesar yang berisi banyak disket, atau jangan-jangan ada banyak harddisk berkapasitas lebih dari tiga terabita. Semuanya tersimpan di lemari-lemari. Kami tidak tahu di mana kuncinya, yang kami tahu yang sekarang bisa dipakai hanya disket dekat pintu ruangan. Sehingga seluruh pemasukan data baru selalu mengalami proses yang sama: hapus lalu isi.

Jika Einstein saja hanya menggunakan delapan persen dari otaknya selama hidup, lalu saya berapa? Kurang dari satu persenkah?

Para ahli jiwa pada tahun 1950 meneliti bahwa potensi otak manusia yang digunakan rata-rata hanya sekitar 50%, tahun 1970 sebesar 10%, tahun 1990 sekitar 1%, potensi otak manusia yang digunakan sekarang? Kurang lebih 0.0001%.

Penurunan potensi otak manusia di atas bukanlah gambaran penurunan otak manusia yang digunakan, tetapi gambaran semakin akuratnya alat yang digunakan untuk mengukur potensi rata-rata otak manusia.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s