How Precious You Are…

Kulihat angka di tanggalan.
Benar, kan kalau hari ini aku ulang tahun?
Kenapa sampai sekarang
belum ada yang memberi ucapan?
Memang, hari ulang tahun bukan
hari yang harus dirayakan.
Tapi aku sangat mengharapkan
walau hanya satu ucapan.
Tapi siapa yang bisa diharapkan?
Hari ini liburan,
aku tidak bertemu dengan teman.
Bapak di Sulawesi Selatan,
ibu di Riau daratan,
sedangkan aku di Banten.
Tadi pagi ibu menelepon.
Kukira beliau akan memberi ucapan.
‘Nak, semua baik-baik aja, kan?’
‘Ya,’ jawabku tanpa pesan.
Aku pun pergi tiduran,
mencari ucapan selamat dalam khayalan.

Empat tahun kemudian…
Hari ini aku ulang tahun lagi.
Mungkin ini sedikit lebih baik.
Meski bapak di negeri matahari terbit,
ibuku sudah pindah ke sini.
Ketika pagi aku riang hati.
Sudah banyak yang mengucapi,
‘Selamat ulang tahun, Ya Ukhti.’
Ke sekolah kupergi.
Pasti hari ini indah sekali.
Aku dan seluruh teman sekelas izin
untuk ikut Seminar Jurnalistik.
Kecuali yang sakit.
Teman-teman menyeletuki,
‘Latansa bekerjasama dengan panitia ini
untuk merayakan hari lahir.’

Hari ini ada lebih dari tiga digit
yang mengucapkan selamat hari lahir.

“Thousand candles are not enough to say how precious you are…”
–Teman Sekelas-

_______________
Tulisan ini dipersembahkan untuk teman-teman SCI 3 sekaligus untuk Lomba Ulang Tahun dengan tema : Ulang Tahun yang Paling Berkesan.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s