Debt/ Pray/ Love

Di malam sepi/ ku termenung sendiri/ tiada yang menemani/ tak perlu menanti/ dia tiada lagi/ di dunia ini/ aku jadi bingung/ berjalan keliling sendiri/ sampai aku pusing/ namun hanya satu/ walau aku ragu/ benarkah ini terjadi/ hutangku nambah lagi?/ sampai kapan lunas/ haruskah kujual rumahku?/ tapi dengan cinta/ semua pasti sirna/ tak ku pungkiri/ hutangku mengalahkan cinta!/ yang talah terjalin/ dengan banyak pengorbanan/ ku perjuangkan cinta/ maka kuberdoa pada-Nya/ tolong lunaskan hutangku!/ ingin ku akhiri/ pahitnya hidup ini/ namun tak sanggup/ lalu kupasrahkan saja/ biar Tuhan tentukan/ kelanjutan cerita ini

Curcol SCI

Kalau udah gede/ aku ingin jadi/ pakar akar masalah/ jadi akar masalah/ juga jadi professor/ yang sangat tersohor/ walau uang tekor/ hutang menumpuk lagi/ cucianku juga numpuk/ inilah derita hidupku

SCI menderita sekali
Karena hutang….
Kasihan sekali…

______________
Tulisan ini dibuat dalam permainan melanjutkan puisi. Setiap peserta harus menambahkan tiga kata pada gilirannya. Mungkin karena permainan ini dimainkan sejam sebelum pengambilan rapor, kata-kata yang ditulis menjadi tidak karuan.

Baca juga:
Dia Bilang SCI Gila
Obrolan Jelang Ujian

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s