Pendukung Terbaik

SCI di bulan Oktober…

Ini soal kurratur risyah. Kamu tahu apa itu kurratur risyah? Itu artinya bulutangkis dalam bahasa Arab. Saya jadi pakai istilah itu gara-gara guru bahasa Arab kami suka membicarakan olahraga dengan bahasa Arab, terutama bulutangkis. Mungkin waktu kecil beliau bercita-cita menjadi atlet.

Jadi, di sekolah kami yang tercinta ini diadakan Internal Cup. Suatu acara pertandingan kurratur risyah yang terdiri dari dua ganda campuran dan satu ganda putra.

Saya termasuk orang yang suka menghadiri lomba-lomba sekolah baik sebagai peserta atau penonton. Kali ini saya menjadi penonton. Kelas kami menang di awal. Hari berikutnya kalah. Saya sampai tidak hadir ke bimbel (bimbangin belajar) untuk menonton. Lagipula, teman-teman bimbel saya seluruhnya ikut ke GOR. Agak miris setelah tahu pemain-pemain yang kami jagokan lebih memilih untuk belajar dengan tekun di tempat bimbelnya masing-masing daripada bemain atas nama kelas. Sudahlah biarkan saja, mungkin cara pikir kita beda karena mereka les di bimbingan belajar, bukan bimbangin belajar.

Permainan kami memang tidak bagus. Tapi para pendukung mendukung dengan cukup baik. Sampai-sampai ada teman saya berkata, “Aneh, gue nggak capek sama sekali. Pasti ini berkat supporter.” Memang, para pendukung cukup heboh. Dibandingkan dengan kelas-kelas lain kelas kami terlihat ‘niat’. Setiap dari kami membawa dua botol air mineral kosong untuk dipukul-pukul. Kami juga membawa galon. Selain itu kami menyiapkan yel-yel yang bernada. Ada juga raket-raket yang ditempeli tulisan SCI.

Kami tidak bersedih meskipun kami tidak menang. Namun kami masih melapangkan pendengaran untuk mendengarkan pengumuman pemenang. Ternyata SCI menang di kategori Best Supporter. Hadiahnya satu dus besar makanan ringan, permen, dan cokelat. Tas kami menjadi sesak.

Banyak orang yang bingung kenapa kelas SCI menang di kategori Best Supporter. “Kok bisa kita kalah, SCI menang? SCI ‘kan anaknya dikit,” ujar teman saya dari kelas lain. Mungkin ia lupa saya ada di sebelahnya. Tapi setelah dipikir-pikir, bisa jadi kelas kami menang karena hadiahnya terlalu sedikit untuk kelas lain yang muridnya lebih banyak. Sehingga dipilihlah kelas kami. Hmmm, masih terbaca logis.

Oh ya, guru bahasa Arab kami menang straight di Kompetisi Guru.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s