Macet di Mana-Mana!

Haruskah nunggu sampai MRT jadi biar bisa lancar jaya?

Riuh knalpot motor pecah memekak

Raungan mobil mendengung berdentum

Bersahutan saling menyambar

Membelah siang di suatu jalanan

Barisannya berderet maju perlahan

Untuk kemudian diam mirip di parkiran

Mengular memanjang keresahan

Jerit kemacetan

Wajah gelisah metropolitan

(Macet–Susan Sutardjo)

Ada yang mengatakan kalau semua kantor di Jakarta ditutup kecuali kantor pelayanan masyarakat lalu mereka bekerja di rumah pakai internet, kemacetan di Jakarta akan berkurang. Siapa yang tahu?

Omong-omong soal MRT, yang terlintas di otak saya bukan lagi kereta, tapi bejana yang di tengahnya ada selaput semipermeabel. *Ilmu urai

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s