Jadi Cahaya yang Menerangi

“Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? … ” (Al-An’am: 122)

Mau ngabarin aja, saya udah balik dari Tafakur Alam (TA). Maklumi saja kalau beberapa hari kemarin saya menghilang dari peredaran. Sebenarnya, apa itu Tafakur Alam? Kegiatan ini berupa kegiatan outbound, materi, motivasi, temu alumni, dan pelatihan dalam rangka mengisi liburan akhir semester.

Sebelum keberangkatan, saya berbincang-bincang dengan orangtua murid tentang TA walau sebenarnya lebih banyak mengobrol tentang masa lalunya di 78. Yang paling saya ingat beliau bertanya, “Kok bayarnya cuma seratus ribu, sih? Dikasih makan, nggak? Atau makanannya lain lagi?” Saya jadi tersenyum-senyum sendiri. Beberapa menit sebelumnya, saya bertemu ibu-ibu di tempat jualan nasi uduk. Yang ditanyakan juga sama, kenapa bisa semurah itu padahal tiga hari dua malam. Begitu juga di acaranya, ada peserta yang bertanya, “Kak, vilanya bagus banget tapi kok bayarnya cuma seratus ribu? Jangan-jangan panitianya nombokin, ya?” Dalam hati, ‘nombokin sih nggak, tapi cari donasi ke mana-mana.’

Saya akui, biayanya memang murah bila dibandingkan segala fasilitas yang didapat. Saya pernah survei ke rohani lain. Untuk ziarek (Katolik) dan retret (Kristen), biayanya di atas seratus ribu rupiah. Bahkan PPD (Pekan Penghayatan Darma—Buddha) biayanya dua kali lipat. Padahal TA tahun lalu saya hanya membayar Rp80.000,00 karena diskon kalau mengajak 10 orang teman. Memang benar kata al-Qur’an, menjadi Muslim itu mudah dan murah, masuk surga pula.

Yang paling top itu muhasabahnya (introspeksi), saya jadi mendapatkan jawaban yang akhir-akhir ini saya bertanya-tanya tentangnya. Cerita nggak ya… Cerita aja deh. Kamu tahu ‘kan kalau orangtua saya tidak setuju saya masuk kelas SCI? Ternyata itu sebabnya pelajaran yang saya pelajari seperti tidak ‘nyangkut’. Percuma saja nilai A atau B di rapor. Setiap memandang rapor, saya berbisik, ‘aku tidak yakin dengan semua ini’. Bahkan beberapa waktu yang lalu, orangtua saya bertanya, “SCI itu apa?” Setelah tahu jawabnya, beliau melanjutkan, “Eldien itu SCI?” Hening sejenak. Wow, beliau tidak sadar. Bagaimana dengan pertengkaran kita saat kutunjukkan paket mana yang ingin kupilih? Bagaimana dengan SMS yang kukirim kalau aku masuk SCI? Bagaimana dengan ribut-ribut kita gara-gara SMS itu? Bagaimana dengan terlalu banyaknya jumlah SKS yang ada di raporku? Bukankah kau menandatanganinya? Bagaimana dengan iuran sekolah yang bertambah? Bagaimana… bagaimana… bagaimana… Sepertinya otak itu tidak menyimpan memori kalau saya SCI. Oke, anggap saja waktu itu beliau lupa. Anggap saja. Cukup sampai di sini.

Saya sangat suka denga tema TA tahun ini: Luminositas. Dalam KBBI artinya kecemerlangan. Di dalam astronomi luminositas berarti jumlah energi yang dipancarkan sebuah benda ke segala arah per satuan waktu. Merujuk pada tujuan diadakannya yaitu agar peserta menjadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi (Al-Ahzab ayat 46). Jadi seharusnya hari ini saya sudah bercahaya. Seharusnya begitu. Bukan, harus begitu.

Sekedar info, tadinya panitia tidak berpikir sejauh itu. Mereka hanya ingin mencari tema yang tidak ada unsur Biologinya karena kebanyakan acara Rohis memakai istilah Biologi. Contohnya Metamorfosis (ini tema TA dari tahun ke tahun yang panitia sekarang tidak mau memakainya lagi), Matriks (Mari Teruskan Generasi Islam Kreatif dan Solid), Ligamen (Liga Mentoring), juga Krenasi (Kreasi Dunia Pengetahuan dan Seni Islam). Panitia sekarang ingin membuat dobrakan dengan bukti tidak adanya acara-acara mereka yang memakai istilah biologi.

Dalam suatu kesempatan, salah seorang panitia menanyakan kepada siswi Kelas Astronomi tentang istilah-istilah yang bagus. Terbersitlah ide untuk menjadikan Luminositas sebagai tema TA tahun ini.

Tunggu saja hingga di penghujung acara TA, seorang alumni SMAN 78 memberikan materi. Isinya tidak jauh-jauh, “Jadilah Cahaya yang Menerangi.” Karena yang berbicara adalah seorang pelatih olimpiade Biologi, coba dengarkan apa yang ia katakan. “Berbicara tentang Luminositas, saya jadi ingat di Biologi itu ada istilah bioluminesensi.” Lalu beliau menjelaskan bagaimana proses terjadinya cahaya pada tubuh kunang-kunang, “… Subhanallah, kunang-kunang ini menghasilkan energi cahaya tanpa energi panas. Coba kalian tafakuri, apakah ada kunang-kunang yang begitu menyalakan cahayanya, tiba-tiba jatuh karena gosong? …” Salah seorang panitia mendesah, “Astaghfirullah…, padahal udah susah-susah cari istilah yang nggak ada Biologi-Biologinya tapi ini malah diserempet-serempetin ke Biologi.” Pembicara tersebut masih berbicara, “… Makanya, setelah kalian mendapatkan energi-energi selama Tafakur Alam, transferlah menjadi cahaya yang menerangi tanpa membakar diri kalian …” Beberapa peserta tidur nyenyak.

Masih tentang Luminositas, ada candaan di tengah panitia. ‘Sebenarnya yang sangat butuh cahaya itu justru panitianya, karena nama angkatan Rohis panitianya itu Al-Kahfi (dalam bahasa Arab berarti gua). Di dalam gua itu ‘kan suram dan gelap, lihat saja jaket mereka, warnanya abu-abu. Jaketnya sih bolak-balik, tapi kalau dibalik warnanya hitam. Sama-sama gelap. Makanya mereka bikin acara yang temanya Luminositas supaya mereka nggak gelap-gelapan lagi di dalam gua. ‘

Catatan:
Eldien = nama panggilan saya
Metamorfosis = perubahan bentuk atau susunan; peralihan bentuk (msl dr ulat menjadi kupu-kupu)
Matriks = substansi antarselular pd suatu jaringan, spt pd tulang atau jaringan tempat berkembangnya struktur, spt pd rambut dan kuku
Ligamen = jaringan ikat yg kuat yg mengikat tulang pd persendian
Krenasi = kontraksi atau pembentukan nokta tidak normal di sekitar pinggir sel setelah dimasukkan ke dalam larutan hipertonik, karena kehilangan air melalui osmosis.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s