H-18: Program Intensif Semakin Tidak Intensif

SCI di Bulan Maret 2011 …

Tadi pagi, saya tiba di sekolah ketika jarum panjang berada di angka enam dan jarum pendek ada di sudut 330 derajat terhadap jarum panjang. Gampangnya, saya tiba tepat pukul setengah tujuh ketika bel sekolah sedang berkicau lalalala. “Oh, hari ini ‘tepat waktu’ lagi …”

Kemudian saya pergi ke salah satu mading, siapa tahu saja ada lembaran-lembaran kertas tertempel yang disebut jadwal pelajaran. Begitu lihat jadwal, saya jadi malas. Melangkahlah kaki ini ke ruangan yang tertulis di situ.

Sampai di kelas, saya membuka pintu. Badan saya terpaku. Hanya ada satu orang di situ. Teman saya itu tertawa sambil melebarkan tangannya, “Yang datang baru gue.” Saya tersenyum sambil mencari tempat duduk paling depan lalu membuka kitab. Baru baca sedikit, mata saya berat. Tak lama dari itu, mata saya terpejam. Saya baru bangun ketika teman saya berteriak, “Tanchan! Tanchan!” Oke, ketika saya bangun, guru fisika saya ada di depan saya.

Saya melirik kiri-kanan. Ada yang aneh. Saat itu laki-lakinya lebih banyak daripada perempuannya. Ternyata banyak teman saya yang terlambat. Apalagi banyak juga yang tidak masuk sekolah. Ada yang sakit, ada yang mengaku sakit. Kelas jadi sepi.

Begitulah suasana kelas saya di delapan belas hari menjelang Ujian Nasional. Bukan tambah rajin.
Ada yang bermain kartu, menonton video, dan merumpi bersama. Siswa malas belajar berakibat guru malas mengajar. Sekolah tampaknya tak begitu khawatir dengan peserta didiknya.

Semua hal ini membuat saya ingin bolos sekolah lalu masuk kembali saat ujian nanti. Namun setelah saya pikir lagi, tak mungkinlah saya bisa belajar serius di rumah. Tentu lebih banyak lagi godaan yang membuat saya makin malas belajar.

Beberapa hal lagi, mengapa sekolah ini dianggap unggulan? Mengapa sekolah ini mempunyai program akselerasi sejak belasan tahun yang lalu? Mengapa sekolah ini dipercaya untuk menjadi sekolah pertama yang menerapkan sistem SKS? Mengapa sekolah ini bertaraf internasional? Mengapa peminat sekolah ini bertambah banyak? Mengapa? Mengapa? Mengapa? Mengapa saya dulu ingin sekolah di sini?

Saya tidak tahu mengapa. Mungkin persaingan di dalam membuat peserta didiknya berlomba-lomba memantaskan diri menjadi yang terbaik. Pun saya sekarang jadi merasa tak pantas.

Tinggal belasan hari lagi. Pengetahuan fisika dan matematika masih tiarap. Semoga dapat yang terbaik.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s