[arisan kata 14] Kembali Pada Kepantasan

Kadang aku bertanya,
‘Mengapa kau masih juga
tak menangkap cahaya
dan menengadah pada
air yang mengalir melimpah?’

Mungkin belum saatnya …

Maka izinkan aku bersenandung.
Bersuara lirih tolak kidung.
Masih berharap dari pinggir kota,
kali ini bisa kauterka.

Kau seperti halnya aku,
yang jiwanya melanglang buana
bukan dalam sangkar emas atau kayu.
Juga belum tua, haha!

Hidup kita disibukkan pada acuan,
takjub pada kejutan, dan
menjadi sumbang pada ketidakadilan.
Namun tetap percaya inilah kebahagiaan.

Sejenak aku berhenti
lalu menanyai hati,
‘Sudahkah kepantasan
melebihi hewan gembalaan?’

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s