Kalau Manusia Diklasifikasi

Berhubung saya lagi insyaf, jadi saya beberapa jam yang lalu mencoba mempelajari kembali (memang dulu pernah belajar?) biologinya anak SMA. Itu … membuat saya mal.. ah, lupakan saja. Materi klasifikasi makhluk hidup. Saya jadi membayangkan jika karakter manusia diklasifikasikan pakai sistem-sistem itu.

1. Sistem Filogenik yaitu sistem klasifikasi yang disusun berdasarkan jauh atau dekatnya kekerabatan antara takson berdasarkan persamaan fenotip, fisiologis, tingkah laku, dan hubungan evolusinya. Jujur saja, saya tidak suka ini. Kenapa? Saya tidak suka orang-orang mengaitkan saya ini keluarganya siapa, kerabatnya siapa, muka saya mirip siapa, tingkah laku saya mirip siapa. Memang mereka itu siapa? Memang sih, kalau orang tuanya begini, terkadang anaknya kurang lebih begini. Kalau saudaranya begitu, terkadang dia kurang lebih begitu. Namun saya tidak suka. Orang yang tadinya biasa-biasa saja dengan saya, tiba-tiba mengubah sikapnya pada saya setelah tahu saya keluarganya siapa. Dianggapnya saya seperti keluarga dan kerabat saya. Kemudian setelah orang akrab dengan saya, orang berkata, “Kok kamu beda sama inimu, kok kamu beda sama itumu.” Ada orang yang menganggap keluarga saya itu baik, cakep, dan pintar, mereka kecewa setelah bertemu saya. Tampak ada banyak cela pada diri saya. Saya tidak baik, tidak cakep, dan tidak pintar. Iya, saya bukan mereka.

Sedihnya, orang yang kenal keluarga saya itu banyak. Harusnya sih tidak sedih. Namun, saya merasa hidup di bawah bayang-bayang mereka. Bayangkan kalau orang yang kamu temui, lalu menjalin hubungan sosial, kamu suka bagaimana sikapnya padamu, tiba-tiba mengubah sikapnya gara-gara tahu kamu keluarganya siapa. Bahkan di luar kota atau di luar negeri pun terjadi hal itu. Saya jadi bertanya, mengapa saya dipertemukan dengan orang-orang yang kenal?

Saya hanya ingin berdiri di atas kaki saya, tegak, tanpa ada yang menghalangi pancaran sinar matahari ke saya. Bukan hidup di bawah bayang-bayang. Layaknya kecambah yang tumbuh di bawah bayang-bayang, tumbuhnya melesat tapi pucat. Kemudian punah cepat. Bagaimana pun, cahaya menghambat pertumbuhan.

2.Sistem Alami yaitu sistem klasifikasi yang disusun berdasarkan banyaknya persamaan ciri bentuk tubuh. Perasaan pernah waktu belajar sosiologi dulu, ada teorinya Pak siapaaa gitu yang katanya kalau rahang kokoh, kulit gelap, kurus, tinggi, adalah orang criminal. Aduh, kasihan sekali.

3. Sistem Artifisial (buatan), yaitu sistem klasifikasi yang disusun berdasarkan adanya satu atau sedikit persamaan habitat dan daerah tempat penyebaran tanpa memperhatikan kesamaan strukturnya. Kalau yang ini saya agak paham. Orang yang tinggal di suatu tempat selama bertahun-tahun akan terpengaruh cara berpikir orang-orang yang tinggal di situ. Lagi-lagi ini tidak mutlak. Apakah orang yang hidup negara terkorup di dunia pastilah seorang koruptor?

Kesimpulan: tambahlah pengetahuan.

Agak rancu ya -_-

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s