Monthly Archives: May 2011

[Arisan Kata 15] Abu

Setiap kali kamu bertanya
apakah aku punya pertanyaan
maka setiap kali itu juga
aku diliputi kebingungan.

Kemudian kamu menanyakan kembali
sebuah pertanyaan yang sama.
Sungguh, tanyaku tertahan di bibir ini.
Terasa sulit untuk terbang mengudara.

Kucoba untuk menuliskannya dalam sajak.
Entah kamu akan membaca atau tidak.
‘Masihkah kamu bersimbiosis denganku,
bila tahu siapa sebenarnya diriku?’

Setahuku, ada yang anti padamu.
Membuatmu anti terhadap orang-orang itu.
Namun, seharusnya kamu sadar
bahwa aku mungkin menyamar.

Lengkaplah sudah, teranglah sudah.
Jangan tanya aku bekerja pada siapa.
Akulah bedinde atas diriku sendiri,
jiwa merdeka dari jasad sepi.

Buka, bukalah tirai selebar-lebarnya!
Berikan langgam merdumu sebongkah cahaya
supaya kita bisa mengenang nantinya
kalau kita pernah dalam satu bara.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Maaf

Maaf, Latansa belum berhasil dalam seleksi SNMPTN Jalur Undangan 2011.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Tiga Jam Lagi, Semoga Diberi yang Terbaik

“Hei, tahu tidak? SNMPTN kurang dari sebulan lagi tapi aku belum nentuin mau masuk mana.”
“Tan … Tan … Demi apa?” teman saya itu menggeleng-gelengkan kepala lalu kembali berkutat dengan soal-soal biologinya.
“Jangan dicontoh, ya!” kata saya sok menasihati.
***

Sungguh, saya sangat berharap diterima di FKUI lewat jalur undangan. Efek buruknya, itu membuat belajar saya jadi setengah-setengah. Di satu sisi saya yakin diterima sedang di sisi lain saya tidak yakin sama sekali.

Lantaran saya ingin serius, maka saya pun konsultasi dengan orang yang berpengalaman di bidang ini.
Konselor: Latansa cita-citanya mau jadi apa?
Latansa: Mmm … Mau jadi dokter.
Konselor: Oh dokter. Sudah lihat nilai TO (Try Out)-nya? Coba kita lihat. Pilihan 1 Pendidikan Dokter UI, pilihan 2 kok kosong?
Latansa: Soalnya saya bingung mau pilih apa.
Konselor: Kenapa maunya cuma di UI? Kan banyak FK di tempat lain juga.
Latansa: Sebenarnya saya lebih berat di UI daripada di FK.
Konselor: Maksudnya?
Latansa: Saya lebih ingin kuliah di UI daripada di FK. Jurusan IPA yang bagus apa ya?
Konselor: Semuanya bagus, tapi untuk SNMPTN tulis, kuotanya UI dikit. Mending kamu ambil FK di tempat lain aja. Oh ya, kamu nggak pingin jadi selain dokter?
Latansa: Apa ya … Saya juga bingung. Kalau akuntan gimana?
Konselor: Oh iya, kamu nggak jadi IPC?
Latansa: Nggak ah, saya pusing.
Konselor: Kalau menurut saya sih nggak pa-pa kamu ambil IPC, yang penting kamu fokus di IPA. Kalau kemampuan dasarmu sudah bagus, jangan-jangan kita hanya butuh menjawab 10 soal di kemampuan IPS.
Latansa: Ya udah.

Intinya, saya tidak terlalu banyak bicara dan voila! Keluar dari ruangan itu saya membawa kertas. Semacam resep dokter. Isinya rekomendasi jurusan SNMPTN 2011.

Program Studi: IPC
1. Pend. Dokter UI
2. Akuntansi UI
3. Pend. Dokter UNAIR

Saya lipat kertas itu dan saya simpan begitu saja di dalam tas. Beberapa hari kemudian teman-teman saya penasaran resep apa yang diberikan kepada saya. Saya pun mencari-cari kertas tersebut di tas saya. Saya perlihatkan pada mereka.

“Latansa jadi IPC?” tanya salah satu di antara mereka.
“Iya.”

Kulihat kening mereka mengerut. Kemudian mereka berdiskusi pelan sambil menunjuk-nunjuk tulisan di kertas tersebut.

“Ini … Latansa udah tahu passing grade-nya kan?” mereka mencoba memastikan.
“Iya.”
“Nggak pa-pa ambil UNAIR? Itu nggak beda jauh sama UI, lho! Kalau aku sih kalau nggak UNPAD ya UIN.”

Deg! Passing grade! Benar, yang saya pilih itu passing grade-nya tinggi semua. Waktu konsultasi saya sama sekali tidak mempertimbangkan passing grade. Waduh, bagaimana ini? Kemudian saya jadi bingung kenapa konselor saya mengiyakan saja sewaktu saya meminta dituliskan pilihan-pilihan tersebut.

UIN? Kenapa tidak pilih UIN Jakarta saja, ya? Passing grade-nya lebih rendah dari UNAIR dan di Jakarta. Saya jadi berpikir apa mungkin konselornya mengira saya pintar lalu mengira saya pasti diterima di Kedokteran UI atau Akuntansi UI. Bagaimanapun, semoga saja saya jadi benar-benar pintar.

Saya melihat jam di dinding, pengumuman SNMPTN jalur Undangan tinggal beberapa jam lagi. Semoga saya diterima di Pendidikan Dokter UI. Amin.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Alhamdulillah Saya Lulus UN 2

Tulis perinciannya gak ya? Gak deh, saya saja tidak tahu.

Pengumuman kelulusan ditempel di papan pengumuman yang ditaruh di lapangan. Waktu itu posisi saya ada di belakang sisi papan yang dipakai. Sebelum ditempel kertas-kertas berisikan nomor dan keterangan lulus itu ditaruh di bawah. Bukan Latansa namanya kalau tidak bertindak aneh. Saya mengambil kertas-kertas itu dan memindainya. Saya melakukannya sambil memberi satu per satu lembaran tersebut dan memberikan pada petugas yang sedang menempel pengumuman tersebut. Kejadian tersebut memberi kesan kalau saya anak baik yang sedang membentu proses pengumuman. Kenyataannya, saya sedang memindai sebelum orang lain melihatnya.

Nah, ini dia halaman SCI. Deg! Saya menemukan keterangan yang tulisannya bukan lulus. Apa ini? DITUNDA SAMPAI DITERIMA HASIL NILAI UJIAN NASIONAL YANG LENGKAP. Saya cek lagi, kalau tidak salah SCI itu nomor sekian sampai sekian. Alhamdulillah, ini bukan nomor SCI. Kami semua lulus. Di tengah kebingungan tentang arti tulisan itu, saya menaruh kembali kertas-kertas itu di bawah. Pergi menemui yang lain. Tos dengan teman-teman atas lulusnya kami semua.

Setelah saya cek dan ricek di internet ternyata karena tidak keluar nilai Ujian Nasional untuk mata pelajaran Matematikanya. Semoga pengurusannya dimudahkan dan lulus. Amin.

Sayangnya, saya tidak tahu Nilai Ujian Nasional saya. Ya, mungkin Allah kasih saya waktu supaya saya siap menerimanya. Lama sebelum saya ke papan kelulusan, saya diberi tahu kalau kakak sudah melapor. Nilai matematikanya 9,75. Yang kasih tahu itu mama, bukan kakak. Padahal kakak sudah berbaik hati untuk menjaga perasaan saya, ya sudahlah tidak apa-apa.

Anehnya, saya sedih saat membaca papan pengumuman itu. Saya tidak tahu kenapa. Bagian awal film Cinta Pertama berkelebat di pikiran saya. Di lapangan, saya berdiri terpaku. Soundtrack film tersebut yang berjudul Sunny terngiang-ngiang di telinga saya, “Mengapa ada yang kurang saat kau tak ada …” Ah, jangan mellow-mellow nanti jadi futur. Dah cakap tahniah pun dah seronok hati ni.

Itu saja. Terima kasih yang sudah mendukung saya untuk tetap maju. Semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan yang banyak.

Baca juga:
Satu Siswa SMA 78 Jakarta Tidak Keluar Nilai UN Matematikanya
Alhamdulillah Saya Lulus UN

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Senin Tidak Libur

Assalamu’alaykum. Bsok tetep masuk. By pak n*** dan pak r***

Kawan, maafkan saja orang-orang yang lupa kalau hari Senin ada pengumuman kelulusan SMA. Namanya juga manusia, tidak lepas dari salah dan lupa.

Hari Sabtu saya pergi ke sekolah. Namun, saya tidak masuk ke ruangan apa pun karena harus bayar tiket Pensi. Saya hanya berada di lapangan Taekwondo. Jadi kasihan dengan teman-teman atau adik-adik yang sudah bergembira dengan berita libur panjang selama empat hari.

A : Kita Senin nggak jadi libur. (Dengan nada sedih dan menunduk. Saya heran kenapa matanya seperti berkaca-kaca padahal dia tidak pakai kacamata.)
B : Lho, kok bisa? Bukannya cuti bersama?
A : Tapi pemerintah bilang pekerjaan di bidang jasa kayak guru atau dokter gitu nggak libur.
B : Kok gak diliburin aja sih? Dasar 78 nih pelit banget sih sama libur.
A : Iya nih, jupan.

Apalagi di situs SMA Negeri 78 ada tulisan:
INFORMASI TERBARU
SENIN, 16 MEI TETAP MASUK
Berdasarkan info yang dirilis BKD Provinsi DKI Jakarta, bahwa Guru Sekolah tetap masuk dan bukan bagian yang melaksanakan cuti bersama. Oleh karena itu hari Senin, 16 Mei 2011. seluruh siswa tetap masuk dan TIDAK LIBUR. Sehingga segala konsekuensi ketidak hadiran tidak dapat diganti pada hari lainnya.

Kalau begini, saya hanya bisa bersenandung, “Sabarlah wahai saudaraku, tuk menggapai cita. Jalan yang kau tempuh sangat panjang, tak sekedar bongkah batu karang …”

Leave a comment

Filed under Uncategorized

AAA

Jika Anda kehilangan kesempatan
untuk menyelesaikan yang sederhana,
Anda akan terpaksa menangani yang pelik.

Semua keadaan berubah
dari yang lebih mudah menuju yang lebih sulit.

Bertindaklah sebelum keadaan
menjadi terlalu sulit untuk Anda tangani.

Sesungguhnya, kenikmatan dalam menunda
akan dibayar dengan kegelisahan dan ketakutan
karena menghadapi masalah besar.

Menunda adalah membesarkan masalah.

Mario Teguh

Sungguh, saya ingin sekali mengatakan, ‘Kalau saja tidak begini, pasti …’ Saya terjebang dalam benang kusut. Padahal yang membuat kusut itu adalah saya sendiri. Saya punya gunting, kenapa tidak dilakukan? Kenapa tidak dilakukan?

Jadi terngiang kembali kata-kata “17 kali memohon 17 kali mengingkari”. Lantas, kenapa masih saja ingkar? Ya! Hebat sekali malam ini saya bisa menangis. Padahal menurut sebagian orang ini hanyalah masalah sepele. Namun, ini pelik bagi saya.

Kemarin, kulihat awan membentuk wajahmu
Desau angin meniupkan namamu
Tubuhku terpaku
Semalam, bulan sabit melengkungkan senyummu
Tabur bintang serupa kilau auramu
Aku pun sadari
Ku segera berlari

Mengapa berkali-kali meminta ditunjukkan jalan yang lurus tapi selalu ingkar? Kenapa baru sadar kalau kehilangan kilau aura? Kenapa saya menangis mendengar lagu ini? Kenapa lagu ini seperti saya sedang berbicara dengan diri saya sendiri?

Cepat pulang, cepat kembali
Jangan pergi lagi
Firasatku ingin kau tuk
Cepat pulang, cepat kembali
Jangan pergi lagi

Kenapa diri saya tidak pulang? Pulang ke tempat asalnya. Kembali mendengarkan nurani. Sungguh, cahaya itu selalu ada tetapi mengapa saya senang berada dalam kegelapan?

Akhirnya, bagai sungai yang mendamba samudera,
Kutahu pasti ke mana ‘kan ku bermuara
Semoga ada waktu
Sayangku, kupercaya alam pun berbahasa
Ada makna di balik semua pertanda
Firasat ini…
Rasa rindukah ataukah tanda bahaya?
Aku tak peduli
Ku terus berlari

Apa saya rindu dengan diri saya yang hilang? Atau saya takut diri saya ditelan lumpur hidup? Kenapa saya berlari tak tentu arah?

Cepat pulang, cepat kembali
Jangan pergi lagi
Firasatku ingin kau tuk
Cepat pulang, cepat kembali
Jangan pergi lagi

Tolong, dengarkanlah nuranimu.

Dan lihatlah, Sayang
Hujan turun membasahi
Seolah ku berair mata

Kemudian saya benar-benar berair mata. Saya berharap Latansa kembali.

Pada akhirnya saya berpikir, bagaimana menyelesaikannya?

Terakhir, blog ini menjadi tidak jelas.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

FK

mau masuk FK ? bukannya kalo masuk kedokteran bakal sibuk banget dan ga bisa bantu-bantu di sma kamu ??

Saya tidak tahu ini pertanyaan siapa, yang jelas pasti dari kaum militan. Pertanyaan ini dikirim tiga bulan lalu tapi baru saya buka beberapa jam yang lalu. Saya jadi ingat pernah mendapat pertanyaan serupa.

mau masuk SCI ? bukannya kalo masuk SCI bakal sibuk banget dan ga bisa bantu-bantu di Rohis sma kamu ??

Terima kasih sudah mengingatkan. Semoga saya bisa sering-sering berkunjung ke 78. Saya juga mau jadi militan seperti kalian.

Leave a comment

Filed under Uncategorized