AAA

Jika Anda kehilangan kesempatan
untuk menyelesaikan yang sederhana,
Anda akan terpaksa menangani yang pelik.

Semua keadaan berubah
dari yang lebih mudah menuju yang lebih sulit.

Bertindaklah sebelum keadaan
menjadi terlalu sulit untuk Anda tangani.

Sesungguhnya, kenikmatan dalam menunda
akan dibayar dengan kegelisahan dan ketakutan
karena menghadapi masalah besar.

Menunda adalah membesarkan masalah.

Mario Teguh

Sungguh, saya ingin sekali mengatakan, ‘Kalau saja tidak begini, pasti …’ Saya terjebang dalam benang kusut. Padahal yang membuat kusut itu adalah saya sendiri. Saya punya gunting, kenapa tidak dilakukan? Kenapa tidak dilakukan?

Jadi terngiang kembali kata-kata “17 kali memohon 17 kali mengingkari”. Lantas, kenapa masih saja ingkar? Ya! Hebat sekali malam ini saya bisa menangis. Padahal menurut sebagian orang ini hanyalah masalah sepele. Namun, ini pelik bagi saya.

Kemarin, kulihat awan membentuk wajahmu
Desau angin meniupkan namamu
Tubuhku terpaku
Semalam, bulan sabit melengkungkan senyummu
Tabur bintang serupa kilau auramu
Aku pun sadari
Ku segera berlari

Mengapa berkali-kali meminta ditunjukkan jalan yang lurus tapi selalu ingkar? Kenapa baru sadar kalau kehilangan kilau aura? Kenapa saya menangis mendengar lagu ini? Kenapa lagu ini seperti saya sedang berbicara dengan diri saya sendiri?

Cepat pulang, cepat kembali
Jangan pergi lagi
Firasatku ingin kau tuk
Cepat pulang, cepat kembali
Jangan pergi lagi

Kenapa diri saya tidak pulang? Pulang ke tempat asalnya. Kembali mendengarkan nurani. Sungguh, cahaya itu selalu ada tetapi mengapa saya senang berada dalam kegelapan?

Akhirnya, bagai sungai yang mendamba samudera,
Kutahu pasti ke mana ‘kan ku bermuara
Semoga ada waktu
Sayangku, kupercaya alam pun berbahasa
Ada makna di balik semua pertanda
Firasat ini…
Rasa rindukah ataukah tanda bahaya?
Aku tak peduli
Ku terus berlari

Apa saya rindu dengan diri saya yang hilang? Atau saya takut diri saya ditelan lumpur hidup? Kenapa saya berlari tak tentu arah?

Cepat pulang, cepat kembali
Jangan pergi lagi
Firasatku ingin kau tuk
Cepat pulang, cepat kembali
Jangan pergi lagi

Tolong, dengarkanlah nuranimu.

Dan lihatlah, Sayang
Hujan turun membasahi
Seolah ku berair mata

Kemudian saya benar-benar berair mata. Saya berharap Latansa kembali.

Pada akhirnya saya berpikir, bagaimana menyelesaikannya?

Terakhir, blog ini menjadi tidak jelas.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s