Alhamdulillah Saya Lulus UN 2

Tulis perinciannya gak ya? Gak deh, saya saja tidak tahu.

Pengumuman kelulusan ditempel di papan pengumuman yang ditaruh di lapangan. Waktu itu posisi saya ada di belakang sisi papan yang dipakai. Sebelum ditempel kertas-kertas berisikan nomor dan keterangan lulus itu ditaruh di bawah. Bukan Latansa namanya kalau tidak bertindak aneh. Saya mengambil kertas-kertas itu dan memindainya. Saya melakukannya sambil memberi satu per satu lembaran tersebut dan memberikan pada petugas yang sedang menempel pengumuman tersebut. Kejadian tersebut memberi kesan kalau saya anak baik yang sedang membentu proses pengumuman. Kenyataannya, saya sedang memindai sebelum orang lain melihatnya.

Nah, ini dia halaman SCI. Deg! Saya menemukan keterangan yang tulisannya bukan lulus. Apa ini? DITUNDA SAMPAI DITERIMA HASIL NILAI UJIAN NASIONAL YANG LENGKAP. Saya cek lagi, kalau tidak salah SCI itu nomor sekian sampai sekian. Alhamdulillah, ini bukan nomor SCI. Kami semua lulus. Di tengah kebingungan tentang arti tulisan itu, saya menaruh kembali kertas-kertas itu di bawah. Pergi menemui yang lain. Tos dengan teman-teman atas lulusnya kami semua.

Setelah saya cek dan ricek di internet ternyata karena tidak keluar nilai Ujian Nasional untuk mata pelajaran Matematikanya. Semoga pengurusannya dimudahkan dan lulus. Amin.

Sayangnya, saya tidak tahu Nilai Ujian Nasional saya. Ya, mungkin Allah kasih saya waktu supaya saya siap menerimanya. Lama sebelum saya ke papan kelulusan, saya diberi tahu kalau kakak sudah melapor. Nilai matematikanya 9,75. Yang kasih tahu itu mama, bukan kakak. Padahal kakak sudah berbaik hati untuk menjaga perasaan saya, ya sudahlah tidak apa-apa.

Anehnya, saya sedih saat membaca papan pengumuman itu. Saya tidak tahu kenapa. Bagian awal film Cinta Pertama berkelebat di pikiran saya. Di lapangan, saya berdiri terpaku. Soundtrack film tersebut yang berjudul Sunny terngiang-ngiang di telinga saya, ā€œMengapa ada yang kurang saat kau tak ada ā€¦ā€ Ah, jangan mellow-mellow nanti jadi futur. Dah cakap tahniah pun dah seronok hati ni.

Itu saja. Terima kasih yang sudah mendukung saya untuk tetap maju. Semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan yang banyak.

Baca juga:
Satu Siswa SMA 78 Jakarta Tidak Keluar Nilai UN Matematikanya
Alhamdulillah Saya Lulus UN

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s