Gara-Gara Mentor

Peringatan keras: hati-hati dengan mentor kalian!


Setiap pekannya, sekolah saya mengadakan mentoring yang disebut KALAM (Kajian Islam Mingguan). Pembimbingnya disebut mentor dan yang dibimbing disebut mentee. Setiap kelompoknya begitu akrab seperti keluarga.

Saya pernah membaca kalau di keluarga kita ada yang menderita suatu penyakit, kemungkinan kita terserang penyakit itu menjadi lebih besar. Kita jadi sebal kenapa kita mewarisi gen tersebut. Ternyata, terkadang bukan gen-lah faktor utama penyebabnya, tetapi kebiasaan. Bagaimana cara kita makan, gaya hidup kita, serta kegiatan-kegiatan yang sering dilakukan juga diwarisi dari keluarga kita.

Dalam perjalanan ke kantin, saya mengobrol dengan salah seorang saudari (S).

L : Dulu waktu semester 1 sama semester 2, mentorku anak Hukum UI, jadinya aku diterima di Hukum UI. Waktu semester 3, mentorku anak Akuntansi UI, jadinya aku juga diterima di Akuntansi UI.

S : Oh, jadi harusnya tuh Latansa cari mentor yang dari kedokteran biar diterima di kedokteran!

L : Ya maunya sih gitu, tapi gimana? Aku baru sadarnya sekarang.

Tiba-tiba muncul seorang anak (A).

A : Kak Latansa kuliah di mana sekarang?

L : Akuntansi UI.

A : Terus, ikut STAN nggak?

L : Nggak.

A : Yeee nggak ikut. Padahal di blognya tulisannya STAN, STAN, STAN.

L : Ya gimana? Saya nggak memenuhi syarat.

A : Hah? Syarat apaan?

L : Syarat umur. Kalau mau, saya harus nunggu setahun baru bisa.

A : Hah? Umur juga dilihat? Demi apa? Saya juga nggak bisa ikut dong!

L : Bisa dong, kenapa nggak bisa?

A : Kan saya SCI juga.

L : Terus kenapa kalau SCI?

A : Umurnya nggak cukup juga.

L : Lho, kita kan lahir di tahun yang sama! Kan tahun depan itu umur kita …

A : Nggak bisa! Kan saya lahirnya Desember!

S : Gini lho Tans, dia kan lahirnya Desember jadi dihitungnya belum.

L : Oh iya ya. Saya bulan Agustus makanya bisa. Peraturannya kan sampai bulan September jadi saya boleh ikut kalau tahun depan.

A : Nyebelin banget sih pake ngelihat umur segala. (Sambil menatap kosong dan bersandar di dinding)

S : Ya ampun, gara-gara Latansa sih! Mentornya nggak bisa daftar gara-gara nggak cukup umur jadinya mentee-nya nggak bisa daftar karena nggak cukup umur juga.

L : Wah iya juga. Yang sabar ya. ITB aja! Ikut Tahun Berikutnya.

Kesimpulannya, gen kita mungkin tidak sama, tetapi kebiasaan dan corak pikir itu terwariskan.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s