IN*-DO*-NE*

Tadi saya iseng buka Twitter. Salah satu Trending Topic-nya IN-DO-NE. Tadi malam juga begitu, tapi saya pikir wajar saja. Semalam Indonesia melawan Bahrain. Pantas saja kalau frasa tersebut, Alfred Riedl, dan Wim Rijsbergen juga menjadi tren.

Awalnya, saya mengira kalau Malaysia kembali berulah. Namun, saya tidak langsung men-judge begitu. Salah satu materi prakuliah mengajarkan untuk tidak langsung men-judge (tolong jangan ngomongin kuliah dulu dong, masih pingin libur nih). Karena tadi malam saya mengantuk jadi saya tidak sempat melakukan kroscek.

Agak tidak mungkin kalau Malaysia yang melakukannya. Orang Malaysia itu sedikit, apalagi yang main Twitter. Lagipula kenapa yang ditulis itu IN-DO-NE, biasanya ‘kan Indon? Lagipula mengapa harus ada tanda hubung di situ? Jangan-jangan ada yang salah dengan orang Indonesia.

Pagi ini saya ingin mengecek. Saya mengklik tulisan itu dan melihat bagaimana Tweets-nya.

what? TTWW is IN-DO-NE where are SI-A ? that aren’t perfect word! IN-DO-NE-SI-A THAT’S THE PERFECT ONE!
7 jam yang lalu
Di-retweet 100+ kali

Apa? Saudara-saudari, ternyata yang membuat IN-DO-NE langgeng menjadi TT justru orang Indonesia sendiri. Lihat saja, Tweet tersebut bertuliskan IN-DO-NE dan di-retweet lebih dari seratus kali.

Oke, kemudian bagaimana awal mulanya bisa menjadi tren?

@rifkyfinaldi ada yg nyebut IN-DO-NE-SI-A ada lagi yg nyebut IN-DO-NE-SIA. ya iyalah ga kebaca belakangnya -___-

Bahkan, ada juga yang menulis In do ne siaaa …

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s