Akuntansi = Luar Biasa 2

Baru saja, saya menulis judul. Air mata sudah menetes. Hari-hari yang saya lalui terasa sulit padahal seharusnya tidak. Begitu banyak orang yang menawarkan pertolongan untuk menguraikan benang-benang masalah. Namun, di hadapan mereka saya tersenyum lebar juga tertawa, mencoba meyakinkan bahwa tidak terjadi apa-apa.

Saya membutuhkan waktu untuk diam sejenak. Diam sejenak dari segala aktivitas yang mencabik-cabik hati. Diam sejenak dari kegiatan yang niatnya sebagian sudah terkoyak. Saya butuh diam sejenak untuk mencari tahu, seimbangkah ini?

Sering saya didesak untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Bahwa senyuman lebar juga suara tawa saya yang saya berikan tak cukup untuk meyakinkan mereka kalau saya baik-baik saja. Saya hanya bisa berkata, “Saya belum mengerti pelajaran-pelajaran sulit ini.”

Sungguh, saya tidak berbohong. Jika bohong didefinisikan sebagai perkataan yang tak sesuai fakta, benar bahwa saya tidak berbohong. Hanya saja, yang saya lakukan adalah menutupi kebenaran. Saya menutupi kebenaran dengan suatu kebenaran lain yang sebenarnya tidak berkaitan.

Masalah-masalah pelik yang saya hadapi kini sebenarnya tidak berkaitan dengan pelajaran. Saya bisa saja menjadi orang yang gila belajar untuk menyelesaikannya. Bahkan, tak usah begitu pun dapat selesai. Namun, saya terlalu lama bergumul dengan gejala-gejala sehingga permasalahan tak kunjung usai.

Kemudian, muncullah sebuah pertanyaan: apa sebenarnya masalah-masalah yang ada? Sulit untuk mengungkapkan apa yang saya pikirkan dan saya rasakan. Belasan tahun lamanya saya terbiasa berpura-pura tidak terjadi apa-apa lalu menyelesaikan masalah saya sendiri sehingga orang-orang tak perlu tahu. Namun, bagaimana dengan kini? Ketika masalah-masalah itu datang seperti buku-buku tebal yang jatuh dari langit dan menimpaku, menghunjamku di saat yang tidak tepat, saya hanya bisa jatuh terjerembab dengan dagu berdarah.

Saya butuh berteriak, menggerakkan rahang yang mungkin patah lalu mengeluarkan suara, merintih memanggil nama orang yang bisa menolong. Namun, siapa? Ibu-ayahku pergi, berada jauh dari jalan tempatku terjatuh. Kakakku pun mungkin akan segera pergi, hanya menunggu belasan hari lagi. Adik-adikku kebingungan bagaimana memahami peliknya kehidupan orang dewasa. Sulit bagi saya untuk mengandalkan teman karena lama sudah tertanam dalam bawah sadarku bahwa saya sedang menyusun konspirasi dan hanya orang-orang tertentu yang boleh tahu. Kemudian, mengapa tidak mengandalkan mitra penyusun konspirasi? Saya hanya bisa berkata, ‘Haruskah mereka mengetahui pengkhianatan yang telah saya lakukan? Bukankah inti dari semua permasalahan ini justru pengkhianatan itu?’

Bahkan, ‘buku’-ku tak cukup jadi andalan. Saya tak pernah yakin ia bisa amanah meski dirinya dilengkapi perlindungan kata sandi.

Siapakah kini yang bisa kupercaya? Bahkan, diri saya sendiri sulit untuk kupercayai. Di tengah kekacauan yang menyiksa, terdengar senandung, “Adakah kaurasakan, kadang hati dan fikiran tak selalu sejalan seperti yang kauharapkan? Tuhan, tolong tunjukkan. Apa yang ‘kan datang? Hikmah dari semua misteri yang tak pernah terpecahkan?”


__________________________
Tulisan ini ditulis dalam keadaan beberapa menit lagi UTS, kamar kosan hancur, cucian yang belum dicuci, badan yang belum mandi, baju yang belum disetrika, dan hal-hal lain yang terlalu panjang untuk dijelaskan. Bagaimanapun, semoga saya mendapat 100 di UTS nanti.

Saya merasa harus tetap menulis karena saya sejak dulu telah menyusun karir saya dan tidak mau sekarang hancur sia-sia. Saya percaya bahwa nantinya saya akan menjadi penulis (laporan keuangan) yang profesional. *Abaikan kata-kata dalam kurung

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s