Monthly Archives: January 2012

[Exo-K] Kuningnya Jakun

Akhirnya! Akhirnya saya kembali lagi.

ja·kun n ujung kerongkongan yg tampak menonjol pd leher orang laki-laki dewasa; lekum

Saya ingin bercerita tentang jakun. Namun, jakun yang saya ceritakan berbeda dengan yang dimaksud Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakun yang saya maksud adalah Jaket Kuning, sebuah jaket almamater suatu universitas di Negara Indonesia dan berwarna kuning seperti kuningnya sebuah partai yang jaya di masa orde baru bertahun-tahun yang lalu.

Murid Sekolah Menengah, khususnya bagi mereka yang menginginkan dirinya menjadi mahasiswa universitas tersebut, sangat mengidam-idamkan untuk mengenakan jakun. Padahal, bagi saya jakun bukanlah apa-apa tanpa pemakainya. Apa sih bagusnya jakun?

Awal tahun ini, saya mengenakan (lebih tepatnya memamerkan) jakun saya di SMA saya. Yah, tidak buruk.

Latansa I. D. E. – Laura Prasetyo {teman seangkatan}

Deanie Muchtiarsyah – Latansa I. D. E. – Putri Astuti {teman Rohis}

Faisal Ibrahim (UGM) – Erdevin Basten (ITB) – Ajib Nugroho (ITS) – Latansa I. D. E. – Citra Shabrina (FIK UI) {teman SCI}


Baca juga:
Akhirnya Saya Tahu Besok Harus ke Mana 3

Sumber Gambar:
Punya Deanie dan Bu Dewi
http://en.wikipedia.org/wiki/Laryngeal_prominence
http://knowyourmeme.com/memes/obama-rage-face-not-bad

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Saya Rindu

Sampai nanti ketika hujan tak lagi meneteskan duka, meretas luka. Sampai hujan memulihkan luka. (Efek Rumah Kaca)

Saya rindu …
Saya rindu ketika udara terhirup begitu segarnya. Oksigen yang saling bergandengan terbang bebas di udara.

Saya rindu …
Saya rindu ketika kita berlari kencang menuju sesuatu. Sungguh kuingin kita membersihkan lensa kita sebelum berlari.

Saya rindu …
Saya rindu ketika perbedaan bukanlah soal.

Mengapa
Kita … Kini …
Banyak hal yang lebih penting untuk diurus ketimbang perbedaan kita.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Sepuluh Hal yang #SemuaOrangSukaTapiGueEngga

1. Menggalau
Galau adalah perasaan tidak menentu terhadap suatu keadaan yang keadaan tersebut seringkali disebabkan oleh pihak lain. Biasanya galau dikaitkan dengan hal negatif. Apa sih yang membuat orang-orang suka menggalau? Bahkan, tiap malam beranda Facebook dan garis waktu Twitter dihiasi kalimat-kalimat galau. Perasaan galau ini membuat manusia tidak produktif.

Teman kuliah saya pernah bercerita kalau dia baru saja membaca majalah National Geographic (kalau tidak salah namanya begitu) tentang pertumbuhan otak remaja. Menurutnya itulah penyebab galau. Sayangnya, waktu itu kondisi saya sedang tidak memungkinkan untuk menerima penjelasan lebih lanjutnya.

2. Korea
Lebih tepatnya saya tidak suka boy/girlband Korean dan wannabe. Kalau wajah mereka menawan, tubuh mereka indah, lagu mereka merdu, lalu kenapa? Haruskah kita membicarakannya setiap hari? Haruskah kita memandang fotonya setiap malam? Haruskah kita mendengarkan lagu-lagunya setiap jam dan menghafalkan gerakannya?

3. Sepakbola
Saya tidak suka menonton sepakbola. Saya tidak menemukan di mana letak kepuasan saat menonton sepak bola. Saya pernah mencoba beberapa kali untuk menonton. Tetap tak bisa.

4. Konser
Selain harga tiket yang biasanya mahal, saya tidak suka keramaian yang tak terarah. Eh iya, itu ‘kan terarah ke alunan musik ya? Ya sudah saya ralat. Saya tidak suka keramaian yang … (Jadi bingung bagaimana mendeskripsikannya). Lewatkan saja.

5. Dandan
Kasihannya saya, saya tidak mengerti soal dandan. Bahkan saya baru sering pakai bedak setelah duduk di bangku kuliah. Aduh …

6. Masa SMA Dibanding Kuliah
Banyak orang yang berkata kalau masa SMA adalah masa terindah. Memang, sebagiannya betul. Saya bertemu dengan orang-orang luar biasa saat SMA dulu. Hingga kini saya belum menemukan orang-orang seperti teman-teman SMA saya.

Ada lebih dari seratus siswa di angkatan saya yang tidak suka sekolah. Ketidaksukaan terhadap sekolah ini menjangkiti setiap jenis siswa. Bahkan, mereka yang berpredikat Siswa Cerdas Istimewa pun tidak suka sekolah.

Puluhan di antaranya mencari pelarian. Banyak yang dengan bolos sekolah, menonton film, dan melancong ke luar negeri. Ada hampir tiga puluh orang yang menyelesaikan masalah dengan cara cantik: mengakhiri sekolah. Ada yang memilih ikut SNMPTN untuk kuliah meski belum lulus sekolah. Ya, dia diterima. Dia tidak melanjutkan sekolahnya, langsung kuliah. Saat kutanya bagaimana dengan ijazah SMA, kata dia tak mengapa. Dia bisa ikut ujian penyetaraan Paket C. Namun, kebanyakan memilih mengakhiri sekolah dengan melahap SKS sebanyak-banyaknya supaya bisa lulus cepat.

Semua hal itu disebabkan oleh tugas yang Щ(º̩̩́Дº̩̩̀щ) ‘too much’, guru killer yang ditemui 4 kali sepekan padahal sekolah hanya 5 kali sepekan, mimpi-mimpi buruk yang membuat bangun malam diliputi keringat, dan lain-lain.

7. Infotainment
Kehidupan masyarakat jauh lebih penting untuk diurusi ketimbang kasus perceraian artis.

8. Akun @Poconggg
Saya tidak suka (bukan berarti benci) dengan akun ini. Bahkan, saya tidak mengerti mengapa pengikutnya berjumlah belasan juta. Saya juga tidak peduli @Poconggg itu Arif Muhammad Yakoeb atau bukan.

9. Film Hollywood
Berhibur tiada salahnya kerana hiburan itu indah. Hanya pabila salah memilihnya, membuat kita jadi tersalah. Kita tidak harus menonton setiap film yang baru keluar.

10. JB
Baby, baby, baby ooo. Never say never that should be me. Kamu pasti tahu saya membicarakan apa.

Kalau kamu?

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Matek! (Page 5 of 366)

Di hari kelima tahun ini, saya menjalani UAS ke-4, yaitu Matematika Ekonomi dan Bisnis. Daaan, soalnya amit-amit. Padahal saya menargetkan dapat 91. Mungkinkah?

Pesan personal teman-teman:
-Siapapun yang buat soal Matek td, F U. Karma does exist!:&
-Matekbis ._.
-Matek hanya ilusi, ini tidak nyata…..

Leave a comment

Filed under Uncategorized