Sepuluh Hal yang #SemuaOrangSukaTapiGueEngga

1. Menggalau
Galau adalah perasaan tidak menentu terhadap suatu keadaan yang keadaan tersebut seringkali disebabkan oleh pihak lain. Biasanya galau dikaitkan dengan hal negatif. Apa sih yang membuat orang-orang suka menggalau? Bahkan, tiap malam beranda Facebook dan garis waktu Twitter dihiasi kalimat-kalimat galau. Perasaan galau ini membuat manusia tidak produktif.

Teman kuliah saya pernah bercerita kalau dia baru saja membaca majalah National Geographic (kalau tidak salah namanya begitu) tentang pertumbuhan otak remaja. Menurutnya itulah penyebab galau. Sayangnya, waktu itu kondisi saya sedang tidak memungkinkan untuk menerima penjelasan lebih lanjutnya.

2. Korea
Lebih tepatnya saya tidak suka boy/girlband Korean dan wannabe. Kalau wajah mereka menawan, tubuh mereka indah, lagu mereka merdu, lalu kenapa? Haruskah kita membicarakannya setiap hari? Haruskah kita memandang fotonya setiap malam? Haruskah kita mendengarkan lagu-lagunya setiap jam dan menghafalkan gerakannya?

3. Sepakbola
Saya tidak suka menonton sepakbola. Saya tidak menemukan di mana letak kepuasan saat menonton sepak bola. Saya pernah mencoba beberapa kali untuk menonton. Tetap tak bisa.

4. Konser
Selain harga tiket yang biasanya mahal, saya tidak suka keramaian yang tak terarah. Eh iya, itu ‘kan terarah ke alunan musik ya? Ya sudah saya ralat. Saya tidak suka keramaian yang … (Jadi bingung bagaimana mendeskripsikannya). Lewatkan saja.

5. Dandan
Kasihannya saya, saya tidak mengerti soal dandan. Bahkan saya baru sering pakai bedak setelah duduk di bangku kuliah. Aduh …

6. Masa SMA Dibanding Kuliah
Banyak orang yang berkata kalau masa SMA adalah masa terindah. Memang, sebagiannya betul. Saya bertemu dengan orang-orang luar biasa saat SMA dulu. Hingga kini saya belum menemukan orang-orang seperti teman-teman SMA saya.

Ada lebih dari seratus siswa di angkatan saya yang tidak suka sekolah. Ketidaksukaan terhadap sekolah ini menjangkiti setiap jenis siswa. Bahkan, mereka yang berpredikat Siswa Cerdas Istimewa pun tidak suka sekolah.

Puluhan di antaranya mencari pelarian. Banyak yang dengan bolos sekolah, menonton film, dan melancong ke luar negeri. Ada hampir tiga puluh orang yang menyelesaikan masalah dengan cara cantik: mengakhiri sekolah. Ada yang memilih ikut SNMPTN untuk kuliah meski belum lulus sekolah. Ya, dia diterima. Dia tidak melanjutkan sekolahnya, langsung kuliah. Saat kutanya bagaimana dengan ijazah SMA, kata dia tak mengapa. Dia bisa ikut ujian penyetaraan Paket C. Namun, kebanyakan memilih mengakhiri sekolah dengan melahap SKS sebanyak-banyaknya supaya bisa lulus cepat.

Semua hal itu disebabkan oleh tugas yang Щ(º̩̩́Дº̩̩̀щ) ‘too much’, guru killer yang ditemui 4 kali sepekan padahal sekolah hanya 5 kali sepekan, mimpi-mimpi buruk yang membuat bangun malam diliputi keringat, dan lain-lain.

7. Infotainment
Kehidupan masyarakat jauh lebih penting untuk diurusi ketimbang kasus perceraian artis.

8. Akun @Poconggg
Saya tidak suka (bukan berarti benci) dengan akun ini. Bahkan, saya tidak mengerti mengapa pengikutnya berjumlah belasan juta. Saya juga tidak peduli @Poconggg itu Arif Muhammad Yakoeb atau bukan.

9. Film Hollywood
Berhibur tiada salahnya kerana hiburan itu indah. Hanya pabila salah memilihnya, membuat kita jadi tersalah. Kita tidak harus menonton setiap film yang baru keluar.

10. JB
Baby, baby, baby ooo. Never say never that should be me. Kamu pasti tahu saya membicarakan apa.

Kalau kamu?

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s