[arisan kata 16] Kaldron Tarung

Mungkin lama sudah kita tak sadar
jika ternyata hati kita bermongkok,
tak mau membuka mata pada sinar,
membentengi pemikiran dengan tembok.

Lihatlah cencawan ini, kawan!
Ia begitu setia melindungi sendi,
bergerak sinergis dalam keharmonisan,
meski warna kulit di atasnya beda sana-sini.

Bukankah kita pemuda yang campin?
Cekatan, gapah, tangkas, dan mahir.
Mengapa kita masih berbuai ditiup angin
pada cerminan rupa yang menipu di air.

Bukankah kita ini didaktis, kawan?
Haha! Bahkan, bukankah itu nama kita?
Namun kerja kita hanya mengelon
membujuk agar turut serta saja.

Sungguh, aku bukanlah sedang menoreh pena
untuk membuat karya yang dramatis
atau membuat sebuah visiun hiasan mata
atau sebuah pisau untuk mengiris.

Aku ingin membawa kita ke suatu negeri
yang sangatlah indah dinaungi keluwung.
Namun, kenapa kalian membenci
dan menyalakan kaldron tarung?

Sumber gambar:
http://en.wikipedia.org/wiki/File:Vancouver_2010_Public_Caldron.jpg

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s