Sikap Terhadap Daerah Abu-Abu (Menghindarkah?)

Tadi saya melihat kolam makara tiba-tiba terlintas dalam pikiran saya. Warna makaranya abu-abu. Tunggu, kamu tidak tahu makara? Makara itu logo pohon kebijak(sana)an UI. Lalu? Ya, warna abu-abunya membawaku pada sebuah istilah: daerah abu-abu.

Ternyata benar, di dunia ini tidak hanya ada daerah hitam dan putih. Ada daerah yang namanya daerah abu-abu. Daerah ini adalah daerah yang jelas apakah ini hitam atau putih (baik atau buruk). Daerah dilematis.

Ada beberapa yang mengatakan kalau sebaiknya kita menghindari daerah abu-abu karena daerah ini menyimpan keragu-raguan. Apakah kalau kita ragu, maka selalu harus kita tinggalkan?

Malam sudah terlalu larut. Kondisi ini akan membuat pikiran saya tidak jernih. Ada beberapa pertanyaan yang perlu direnungkan.

Apakah kalau kita ragu, maka selalu harus kita tinggalkan?
Bagaimana kalau perkara itu sebenarnya kebaikan, tapi karena kita tidak sadar malah menghindarinya sehingga kesempatan mendapat kebaikan hilang?
Bagaimana kalau itu adalah sebenarnya daerah putih tapi kacamata kita yang berdebu?

Bagaimana kalau Nabi Muhammad tidak pernah menjalankan misi nabi karena sempat ragu pada kenabiannya?

Lihatlah lebih dekat dan kau akan mengerti…

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s