Sebelum Tujuh Belas, Selamat Kerja Keras

“Apa sih yang sebenarnya membedakan diri kita setelah berusia tujuh belas tahun selain KTP?”
Postingan ini terinspirasi dari sebuah blog yang tidak sengaja saya lihat. Setelah saya baca itu, saya jadi ingin menulis ini. Blog itu secara tidak langsung membuat saya berpikir sesuatu. Banyak hal yang perlu saya lakukan (ternyata).
1. Memperbaiki Penampilan
Penampilan saya yang urakan ini sepertinya perlu dibenahi. Beberapa hari yang lalu, saya mewawancarai seorang manager perusahaan kelapa sawit. Ketika minta foto bersama, bapak itu berujar, “Hah? Minta foto tapi pake baju kayak gitu?” Saya pun melihat baju saya lalu bajunya. Sumpah, saya kaget sendiri kenapa bisa-bisanya saya memakai kaos sedangkan bapak itu memakai batik resmi.
Selain itu, saya akhir-akhir ini jadi iri dengan adik perempuan saya. Saya baru ngeh kalau dia jauh lebih bisa menjaga penampilan dari saya. Setidaknya, dia mandi dua hari sekali, pakai minyak wangi, bedak, pakaian yang selalu disetrika, dan tahu bagaimana harus bersikap. Kalau saya? #abaikan. Dan yang paling membuat saya iri adalah …. Bahkan, blog ini jauh lebih tua dari usia adik perempuan saya. ^*!((%@#$&) *tepokjidat*
2. Membuat SIM
Pokoknya…. (lanjutkan sendiri)
3. Membuat Buku Baru
Ini nih ya, rempong! Ketika saya mau menulis eh, dosen memberi tugas. Ketika saya mau menulis, bingung mau menulis apa. Ketika deadline sudah tiba eh, malah memperpanjang deadline. Kapan jadinya?
4. Lebih Sabar dan Konsisten
Seperti pada postingan sebelumnya, “You Only Live Once, tapi jika kamu memanfaatkannya dengan baik, satu saja cukup. Semoga kuat, semoga tegar. Ada sebait lirik lagu yang mewarnai belakangan ini, semoga saya juga bisa menulis dengan makna sedalam itu.
Engkau lilin-lilin kecil
Sanggupkah kau mengganti
Sanggupkah kau memberi
Seberkas cahaya
Engkau lilin-lilin kecil
Sanggupkah kau berpijar
Sanggupkah kau menyengat
Seisi dunia
5. Fokus pada Karir
Sebagai mahasiswa, saya harus tahu ingin menjadi mahasiswa seperti apa. Saya harus jadi mahasiswa berprestasi. Memang, tidak mungkin sebelum 17. Namun, semua berawal dari sekarang. Saya akan menulis banyak karya tulis dan memperbaiki moral. Ya Allah, bantu saya mengabaikan godaan-godaan yang akan membuat saya melenceng.
6. Memperbaiki Komunikasi
Suatu hari, bapak saya berkata pada istrinya (yang tentu saja kupanggil Mama), “Ma, Eldien ini habis lulus kerja apa ya dia? Atau dari sekarang kita bikinkan bisnis?” Mama menjawab, “Eldien itu sukanya pekerjaan yang berpikir, bukan pekerjaan yang perlu bertemu banyak orang, membangun relasi, atau semacamnya.”
Saya, mendengar semua itu, mengepalkan kedua tangan sambil berbisik, “CHALLENGE ACCEPTED”. Saya dan dua rekan saya sedang merintis bisnis dengan prospek cerah (dengan syarat telaten, biaya kas yang dibutuhkan sedikit tapi kalau tidak telaten IDE ini bisa diambil orang).
Juga, saya akan memperbaiki komunikasi dengan magang dua bulan ini. Semoga kemampuan berkomunikasi saya lebih baik dan jaringan saya bertambah luas. Tuluskan pula diri ini dalam berkarya.
7. Melakukan Poin 1-6
Kalau hanya saya tulis tapi tidak dilakukan, percuma saja bukan? Selamat bermujahadah!
Pesan untuk kamu (dan saya):
You are Only Young Once, tapi kamu bisa menjadi tidak dewasa selamanya.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s