Mengapa Sebuah Buku Bisa Laris?

“Saya baca [suatu judul buku] malahan bingung. Bahasanya berantakan. Tapi [nama penerbit buku] penerbitnya. Dan laris.” –@DJ_AMALL

 

Seorang teman bertanya-tanya mengapa sebuah buku yang berantakan bisa laris. Saya juga sering sekali kesal dengan hal-hal seperti itu. Ternyata, banyak hal di dunia ini yang ‘isi’-nya biasa-biasa saja justru menjadi laku keras saat dilempar ke pasaran.

 

Tiba-tiba, saya jadi ingat dengan apa yang Pak Ishikawa katakan. Siapa tuh? Beliau penemu diagram tulang ikan. Saya bingung kenapa ‘dipaksakan’ bentuknya jadi tulang ikan. Mungkin karena dia orang Jepang yang suka makan ikan. Selesai makan sushi jadi terinspirasi hal ini.

Image

 

Intinya, ada banyak sebab yang akan menjadikan akibat. Di antaranya adalah 4 M. Jadi, dalam proses yang dijalani sebuah industri buku, perlu diperhatikan hal-hal berikut tentang mengapa sebuah buku.

  1. Material, sejauh mana kualitas tulisan untuk membuat buku tersebut menjadi laris.
  2. Manpower, popularitas penulis kadang berbanding lurus dengan tingkat larisnya buku.
  3. Method, bagaimana penulis bisa menyajikan karyanya supaya meraih hati pembaca.
  4. Machine, nah ini nih faktor utama penerbit yang dibicarakan teman saya tadi. Dia sudah punya ceruk pasar yang pasti sehingga pemasaran sudah efektif.

 

Saya jadi iseng memikirkan bagaimana kalau diagram ini ditemukan oleh orang Indonesia yang baru saja memakan pecel sayuran. Mungkin, namanya bukan diagram tulang ikan tapi diagram dahan kangkung.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s